421. Jangan Ganggu Ketenanganku

Romance Completed 594

BAB 421 — JANGAN GANGGU KETENANGANKU

Shadowcresent—

Setelah percakapannya dengan Mufasa berakhir, Raizen tetap sendiri dalam keheningan.

Magicure komunikasi di tangannya perlahan menghilang.

Ruangan kembali sunyi.

Raizen menundukkan pandangannya.

Fiona masih tertidur di dalam pelukannya.

Wajahnya tenang.

Napasnya lembut.

Tidak mengetahui sedikit pun mengenai percakapan yang baru saja terjadi.

Raizen menatapnya cukup lama.

Kemudian—

lengannya perlahan mengencang.

Fiona yang sebelumnya bersandar nyaman di dadanya tiba-tiba sedikit mengernyit.

Pelukan itu menjadi terlalu erat.

Ia bahkan sedikit kesulitan bernapas.

“Hmm…”

Fiona bergerak kecil.

“Apa…”

Ia masih belum membuka mata.

“…yang terjadi?”

Raizen tersadar.

Ia melonggarkan pelukannya sedikit.

“Tidak ada.”

Fiona menghela napas kecil.

“Pelukanmu terlalu kuat…”

“Maaf.”

Fiona kembali tenang.

Namun sebelum ia kembali tidur sepenuhnya—

jari Raizen bergerak perlahan ke pipinya.

Ujung jarinya menyentuh kulit Fiona dengan lembut.

Ia mengusap pipinya.

Kemudian—

Raizen menundukkan wajah.

Sebuah kecupan lembut mendarat di dahinya.

“Tidak ada apa-apa.”

Suaranya rendah.

“Hanya ada beberapa hal lucu yang tiba-tiba muncul di pikiranku.”

Fiona mengerutkan kening dengan mata masih tertutup.

“Lucu…?”

“Ya.”

Raizen tersenyum tipis.

“Tidurlah.”

Fiona mengangguk kecil.

“Okay…”

Dan tanpa bertanya lagi—

ia kembali bersandar pada dada Raizen.

Beberapa detik kemudian—

napasnya kembali teratur.

Ia tertidur dengan tenang.

Raizen menatapnya.

Senyumnya perlahan menghilang.

***

“…”

Beberapa saat lalu—

Mufasa memberitahunya bahwa Darrien telah menemukan jalan.

Mereka sedang menuju Shadowcresent.

Mereka datang untuk mengambil Fiona.

Raizen memandang wajah Fiona.

Perempuan yang sekarang tidur tenang di dalam pelukannya.

Perempuan yang beberapa hari lalu bahkan tidak mau berada di dekatnya.

Sekarang—

ia tidur tanpa rasa takut di sisinya.

Ia mengingat senyumnya.

Tawanya di taman.

Tarian mereka di bawah bulan.

Ciuman pertama mereka.

Dan bagaimana Fiona memandangnya pagi ini.

Raizen mengepalkan tangannya perlahan.

Bukan karena takut.

Bukan karena ragu.

Melainkan karena—

untuk pertama kalinya setelah ribuan tahun,

ia memiliki sesuatu yang tidak ingin ia kehilangan.

Raizen menatap jendela.

Di luar sana—

pegunungan Shadowcresent berdiri dalam kegelapan.

Darrien sedang datang.

Raizen tersenyum dingin.

“Jadi kalian benar-benar datang.”

Ia menunduk melihat Fiona lagi.

Tangannya kembali mengusap rambutnya.

“Setelah aku akhirnya mendapat ketenangan…”

Tatapannya berubah semakin dingin.

“…kalian ingin mengambilnya dariku?”

Fiona bergerak sedikit dalam tidurnya.

Raizen langsung berhenti berbicara.

Ia menunggu sampai Fiona kembali tenang.

Kemudian—

senyum kecil muncul lagi.

“Tidurlah.”

Ia menarik selimut menutupi tubuh Fiona.

“Tidak perlu memikirkan mereka.”

Raizen menatap ke luar jendela.

Dalam tatapannya—

tidak ada sedikit pun keraguan.

“Mereka boleh datang.”

Ia berhenti.

“Namun…”

Aura dingin perlahan muncul di sekelilingnya.

“…mereka tidak akan mengambilmu dariku.”

Raizen menundukkan kepala.

Matanya berubah menjadi crimson yang lebih dalam.

“Kalau mereka ingin menghancurkan kebahagiaanku…”

Senyum tipis muncul.

“…maka mereka harus membayar harganya.”

***

Fiona masih tertidur.

Tidak tahu apa pun.

Tidak tahu bahwa pria yang memeluknya sedang memikirkan cara menghadapi Darrien.

Tidak tahu bahwa perjalanan Veyth semakin dekat.

Dan tidak tahu bahwa—

untuk pertama kalinya—

Raizel memiliki sesuatu yang benar-benar ia anggap miliknya untuk dilindungi.

Raizen kembali melihat Fiona.

Kemudian ekspresinya melembut.

“Jangan khawatir.”

Ia mengecup dahinya sekali lagi.

“Aku akan mengurus semuanya.”

Fiona hanya menggumam kecil dalam tidurnya.

“Hmm…”

Raizen tersenyum.

“Tidur saja.”

Dan sementara Fiona tidur dengan tenang—

Raja Shadowcresent mulai menunggu kedatangan orang-orang yang berniat mengambil ratunya.

Dengan senyum yang perlahan berubah menjadi sangat berbahaya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience