134. Buruan Di Malam Hari

Romance Series 382

BAB 134
BURUAN DI MALAM HARI

Udara malam terasa semakin dingin.

Darrien tetap berdiri di depan Fiona.

Tiga vampir masih mengelilingi mereka.

Pemimpin vampir perlahan mengangkat tangannya.

“Tangkap mereka.”

Dua anak buahnya langsung bergerak.

Cepat.

Sangat cepat.

Darrien menarik Fiona ke samping.

Salah satu vampir melintas di tempat mereka berdiri sebelumnya.

“Cepat sekali!”

Fiona terkejut.

Darrien langsung menarik tangannya.

“Lari!”

Mereka berbalik dan berlari menuju jalan yang mereka lewati tadi.

Namun suara tawa terdengar dari belakang.

“Hehehe…”

Fiona menoleh.

Sosok vampir itu sudah berada di depan mereka.

Ia berhenti mendadak.

“Bagaimana…?”

Darrien segera menarik Fiona mundur.

“Jangan berpisah.”

Vampir itu menyeringai.

“Tidak ada gunanya lari.”

Pemimpin vampir berjalan perlahan dari belakang.

“Sekarang kalian mengerti.”

Ia tersenyum.

“Ini wilayah kami.”

Darrien melihat sekeliling.

Hutan terlalu gelap.

Mereka tidak mengenal tempat ini.

Sementara ketiga vampir itu bergerak seolah-olah hutan tersebut adalah rumah mereka sendiri.

Darrien mengepalkan tangannya.

Ia mencoba menggunakan energinya.

Namun—

rasa sakit tiba-tiba muncul dari kepalanya.

Segelnya kembali berdenyut.

Darrien terhuyung sedikit.

Fiona langsung memegang lengannya.

“Darrien!”

“Aku tidak apa-apa.”

Pemimpin vampir memperhatikan perubahan itu.

Senyumnya muncul kembali.

“Oh?”

Tatapannya tertuju pada wajah Darrien.

“Sepertinya ada sesuatu yang salah denganmu.”

Darrien menatapnya tajam.

“Jangan ikut campur.”

Vampir itu tertawa.

“Justru sekarang aku semakin penasaran.”

Ia maju satu langkah.

Namun Fiona tiba-tiba berdiri di depan Darrien.

“Jangan dekati dia.”

Ketiga vampir itu terdiam.

Pemimpin mereka menatap Fiona.

Kemudian tertawa kecil.

“Berani juga.”

Fiona menggenggam tangannya.

Cahaya lembut mulai muncul dari telapak tangannya.

Sangat kecil.

Namun cukup untuk menerangi kegelapan di sekitar mereka.

Ketiga vampir langsung berhenti.

Senyum mereka perlahan menghilang.

Pemimpin mereka menatap cahaya itu.

“Apa…”

Fiona sendiri terlihat terkejut.

Ia tidak menyangka cahayanya muncul.

Darrien menatapnya.

“Fiona…”

Cahaya itu semakin terang.

Ketiga vampir menyipitkan mata.

Pemimpin mereka bahkan mundur setengah langkah.

Untuk pertama kalinya—

wajahnya menunjukkan kewaspadaan.

“Cahaya…”

Tatapannya tertuju pada Fiona.

Bukan lagi sekadar tatapan rakus.

Ada keterkejutan.

Dan sedikit ketakutan.

Fiona menatap tangannya sendiri.

“Aku…”

Darrien segera berdiri di sampingnya.

“Jangan takut.”

Cahaya itu kembali berdenyut.

Sesaat kemudian—

hutan yang gelap menjadi sedikit lebih terang.

Ketiga vampir tidak bergerak.

Pemimpin mereka menggertakkan gigi.

“Gadis itu…”

Ia menatap Fiona dengan serius.

“Apa sebenarnya dirimu?”

Fiona tidak menjawab.

Darrien juga tidak tahu.

Namun satu hal sudah jelas.

Malam itu tidak lagi menjadi perburuan sederhana.

Karena dua manusia yang mereka kira mudah dimangsa—

ternyata membawa sesuatu yang membuat tiga vampir tersebut mulai ragu untuk mendekat.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience