219. Meja Makan Yang Terasa Sepi

Romance Series 382

BAB 219
MEJA MAKAN YANG TERASA SEPI

Malam akhirnya tiba di Istana Veyth.

Setelah tiga hari latihan yang hampir menghabiskan seluruh tenaganya, Darrien akhirnya tiba di ruang makan kerajaan bersama Fiona dan Elarion.

Tubuhnya masih terasa berat.

Setiap langkah mengingatkannya pada latihan brutal bersama Kevin.

Namun setidaknya—

ia masih mampu berjalan sendiri.

Fiona berjalan di sampingnya, sementara Elarion mengikuti dari belakang.

Begitu mereka memasuki ruang makan—

Fiona tiba-tiba berhenti.

Matanya langsung menyapu ruangan.

Ada sesuatu yang terasa berbeda.

Tidak ada Rowan.

Tidak ada Ace.

Dan—

Kevin juga tidak terlihat.

Fiona mengerutkan kening.

“Mereka di mana?”

Darrien mengikuti arah pandangannya.

Ia juga baru menyadari ketidakhadiran ketiganya.

“Entahlah.”

Fiona perlahan duduk, tetapi matanya masih tertuju pada pintu.

“Biasanya mereka sudah ada.”

Elarion tersenyum kecil.

“Rowan dan Ace sedang menikmati hari libur mereka.”

Fiona mengangguk.

“Itu benar.”

Namun kemudian ia kembali melihat ke arah tempat para penjaga biasanya makan.

“Lalu Kevin?”

Darrien terdiam.

Setelah tiga hari berturut-turut berhadapan dengan Kevin di arena latihan, ia sendiri bahkan tidak tahu ke mana pria itu pergi setelah meninggalkan lapangan.

“Mungkin dia juga sedang beristirahat.”

Darrien menjawab.

Fiona mengangguk pelan.

“Mungkin…”

Namun ekspresinya masih terlihat sedikit tidak nyaman.

“Setelah bertahun-tahun…”

Ia memandang tempat yang biasanya dipenuhi percakapan mereka.

“Kami selalu makan bersama.”

Darrien tersenyum kecil.

“Kau sudah terbiasa dengan mereka.”

“Ya.”

Fiona mengangguk.

“Rasanya aneh kalau mereka tidak ada.”

Elarion tertawa kecil.

“Mungkin karena kau sudah menganggap mereka bagian dari rutinitasmu.”

Fiona berpikir sebentar.

“Benar juga.”

Kemudian ia melihat ke arah kursi kosong sekali lagi.

“Semoga mereka baik-baik saja.”

Darrien menahan tawanya.

“Mereka baik-baik saja.”

***

Di meja utama—

Edward dan Gloria memperhatikan percakapan itu.

Gloria tersenyum kecil.

“Dia benar-benar memperhatikan ketidakhadiran mereka.”

Edward ikut tersenyum.

“Setelah bertahun-tahun bersama, tentu saja.”

Gloria memandang Fiona.

“Dia sudah terbiasa dengan kehadiran mereka.”

Edward mengangguk.

“Dan sepertinya mereka juga sudah menjadi bagian dari kehidupan Darrien.”

Keduanya tertawa kecil.

Bukan karena mengejek Fiona.

Mereka hanya merasa geli melihat betapa sederhananya perhatian gadis itu.

Tidak lama kemudian—

Gloria memanggil dengan lembut,

“Fiona.”

Fiona langsung menoleh.

“Ya, Yang Mulia?”

Gloria tersenyum.

“Jangan terlalu memikirkannya.”

“Rowan dan Ace sedang menikmati hari libur mereka.”

“Sedangkan Kevin…”

Edward tertawa kecil.

“Setelah tiga hari melatih Darrien, mungkin dia sedang menikmati ketenangan.”

Fiona mengangguk.

“Oh…”

Kemudian ia tersenyum.

“Kalau begitu tidak apa-apa.”

Darrien langsung menatap ayahnya.

Edward hanya tersenyum santai.

Darrien tahu persis—

Kevin kemungkinan besar memang sedang beristirahat.

Atau mungkin sedang merencanakan cara membuat latihan besok lebih buruk.

Ia tidak ingin memikirkan kemungkinan kedua.

***

Makan malam akhirnya dimulai.

Suasana ruang makan terasa tenang.

Edward dan Gloria berbincang dengan santai.

Darrien menikmati makanannya setelah seharian menghabiskan hampir seluruh tenaganya.

Fiona juga mulai menikmati makan malam tanpa terus melihat ke arah pintu.

Elarion makan dengan tenang.

Untuk beberapa saat—

tidak ada pembicaraan mengenai pertempuran.

Tidak ada vampire.

Tidak ada lembah.

Tidak ada latihan.

Dan yang paling penting—

tidak ada Kevin.

Darrien akhirnya bisa menikmati makan malam dengan damai.

Namun baru beberapa suapan—

ia teringat sesuatu.

“…”

Fiona menoleh.

“Apa?”

Darrien menghela napas.

“Besok latihan lagi.”

Fiona langsung tertawa.

Elarion tersenyum kecil.

Edward juga tertawa pelan.

Gloria menutup mulutnya sambil tersenyum.

Darrien menatap makanannya dengan pasrah.

“Kenapa aku merasa Kevin akan membuatnya lebih buruk?”

Fiona menepuk bahunya.

“Karena kau sudah mengenalnya.”

Darrien menatapnya.

“Sayangnya.”

Tawa kecil kembali terdengar di ruang makan.

Malam itu akhirnya berjalan dengan tenang.

Tidak ada Kevin.

Tidak ada Rowan.

Tidak ada Ace.

Hanya sebuah makan malam sederhana bersama keluarga kerajaan dan orang-orang terdekat Darrien.

Dan untuk malam ini—

Darrien akhirnya mendapatkan sedikit kedamaian.

Setidaknya…

sebelum latihan berikutnya dimulai.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience