131. Segel Yang Mulai Retak

Romance Series 382

BAB 131
SEGEL YANG MULAI RETAK

Ruang kerajaan kembali dipenuhi keheningan.

Raja Edward dan Ratu Gloria duduk di hadapan Rowan, Kevin, dan Ace.

Di atas meja terdapat salinan dokumen lama yang baru mereka temukan.

Edward membaca halaman itu perlahan.

Semakin lama—

ekspresinya semakin serius.

“Seorang saksi melihat seorang anak setelah sang pangeran dinyatakan hilang…”

Gloria mengambil dokumen tersebut.

“Namun wajahnya berbeda.”

Rowan mengangguk.

“Dan ada satu bagian lain yang menyebutkan bahwa energi anak tersebut memiliki kemiripan dengan aura kerajaan.”

Edward menutup mata sejenak.

Selama bertahun-tahun—

mereka telah mencari jejak putra mereka.

Namun setiap petunjuk selalu berakhir tanpa jawaban.

Sekarang—

tiga petunjuk mulai membentuk satu pola.

Energi yang ditekan.

Kemungkinan sihir penyamaran atau penyegelan.

Dan seorang anak yang terlihat setelah malam kehilangan sang pangeran—

dengan wajah yang berbeda.

Gloria menggenggam dokumen tersebut.

“Bawa semua catatan ini kepada Elarion.”

Rowan membungkuk.

“Sudah kami lakukan.”

***

Di kediaman Rowan—

Elarion membaca ketiga petunjuk tersebut satu demi satu.

Kevin menjelaskan temuan terbaru.

“Catatan kedua menyebut kemungkinan energi sang pangeran ditekan.”

Ace menambahkan,

“Dan catatan ketiga menyebut seorang anak dengan aura yang mirip kerajaan, tetapi wajah yang berbeda.”

Elarion terdiam.

Ia membaca dokumen itu sekali lagi.

Kemudian perlahan mengangkat kepalanya.

“Kalau begitu…”

Ia menatap Darrien.

“…kita mungkin akhirnya memiliki arah.”

Darrien mengerutkan kening.

“Arah?”

“Untuk segelmu.”

Darrien melihat kristal yang telah disiapkan di atas meja.

Elarion menunjuk catatan lama.

“Jika teori ini benar, maka segel tersebut bukan hanya menyembunyikan wajah.”

“Segel itu mungkin juga menekan energi aslimu.”

Darrien terdiam.

Fiona berdiri di sampingnya.

“Kalau begitu…”

Ia menatap Elarion.

“Bisakah segelnya dilepaskan?”

Elarion tidak langsung menjawab.

“Belum tahu.”

Ia mengambil beberapa kristal.

“Namun kita bisa mencoba melihat bagaimana reaksinya.”

Darrien duduk di tengah lingkaran sihir.

Fiona berada tidak jauh darinya.

Kevin, Ace, dan Rowan berdiri di belakang Elarion.

Elarion mulai mengaktifkan lingkaran.

Cahaya perlahan memenuhi ruangan.

Kristal pertama menyala.

Kemudian kedua.

Ketiga.

Energi mulai mengalir menuju Darrien.

Beberapa saat—

tidak terjadi apa-apa.

Darrien memejamkan mata.

Elarion memperhatikan pola energi di sekelilingnya.

“Naikkan sedikit.”

Kevin mengaktifkan kristal berikutnya.

Cahaya menjadi lebih kuat.

Dan tiba-tiba—

**CRACK.**

Suara kecil terdengar.

Semua orang membeku.

Elarion langsung menatap wajah Darrien.

Sebuah garis cahaya gelap muncul sangat tipis di sekitar segel.

Kemudian—

sebuah tekanan energi meledak keluar.

Fiona mundur satu langkah.

“Darrien!”

“Aku baik-baik saja!”

Namun energi di sekitar tubuh Darrien terus bergetar.

Pola sihir yang selama ini tersembunyi mulai terlihat.

Elarion membelalakkan mata.

“Jangan hentikan!”

Kevin menatapnya.

“Bukankah itu berbahaya?”

“Kalau kita menghentikannya sekarang, kita tidak akan tahu batasnya!”

Energi kembali meningkat.

Segel di wajah Darrien berdenyut.

**CRACK.**

Garis kedua muncul.

Darrien mengepalkan tangan.

“Rasanya…”

Ia menahan napas.

“…seperti ada sesuatu yang mencoba keluar.”

Elarion langsung memahami.

“Energi aslimu.”

Ia mengamati pola tersebut.

“Segelnya menahannya.”

Fiona menatap Darrien dengan cemas.

“Bisa dilepaskan?”

Elarion tidak menjawab.

Karena pada saat itu—

seluruh lingkaran sihir bergetar.

**BOOM!**

Energi meledak keluar.

Elarion langsung mematikan lingkaran.

Semua kristal padam.

Darrien terengah-engah.

Ruangan kembali sunyi.

Fiona segera mendekatinya.

“Kau baik-baik saja?”

Darrien mengangguk.

“Ya.”

Elarion berjalan mendekat.

Ia menatap pola yang perlahan menghilang dari wajah Darrien.

Untuk pertama kalinya—

ia melihat struktur segel itu dengan lebih jelas.

Namun bukannya merasa lega—

Elarion justru menghela napas.

“Segelnya hampir pecah.”

Semua orang terdiam.

Ace mengangkat alis.

“Hampir?”

Elarion mengangguk.

“Namun bukan karena kita berhasil memecahkannya.”

Ia menunjuk kristal yang retak di meja.

“Segel itu sendiri sudah sangat tua.”

Kevin menatap kristal tersebut.

“Jadi?”

“Energinya tidak stabil.”

Elarion menyentuh salah satu pecahan kristal.

“Segel ini telah bertahan terlalu lama.”

Rowan mengerutkan kening.

“Seberapa lama?”

Elarion menatap catatan kerajaan.

“Jika benar berhubungan dengan malam hilangnya sang pangeran…”

Ia berhenti.

“Lebih dari beberapa abad.”

Ruangan kembali sunyi.

Darrien melihat tangannya sendiri.

“Jadi segelnya akan pecah sendiri?”

“Belum tentu.”

Elarion menggeleng.

“Segel tua bisa melemah.”

“Tapi bisa juga menjadi semakin berbahaya ketika dipaksa.”

Fiona menggenggam tangan Darrien.

“Berarti kita tidak boleh memaksanya.”

“Benar.”

Elarion mengangguk.

“Kita membutuhkan pengetahuan yang lebih tua.”

Ace menghela napas.

“Lebih tua lagi?”

Elarion menatapnya.

“Jauh lebih tua.”

Ace menatap tumpukan buku.

“Bagaimana mungkin masih ada catatan yang lebih tua dari ini?”

Elarion tersenyum tipis.

“Itulah masalahnya.”

Ia melihat pecahan kristal di tangannya.

“Catatan tiga ratus tahun saja tidak cukup.”

Rowan mengangguk perlahan.

“Berarti kita harus mencari arsip yang lebih tua.”

“Ya.”

Elarion menatap Darrien.

“Kalau kita ingin benar-benar memutus segel ini…”

Ia berhenti.

“…kita harus menemukan siapa yang menciptakannya, atau setidaknya memahami jenis sihir yang digunakan.”

Darrien mengangguk.

“Kalau begitu kita cari.”

Fiona tersenyum.

“Bersama.”

Darrien menggenggam tangannya.

“Bersama.”

Elarion menatap keduanya.

Kemudian menghela napas.

“Baik.”

Ia mengambil kembali catatan lama.

“Besok kita mulai lagi.”

Ace langsung mengeluh.

“Lagi?”

Kevin tertawa.

“Sudah menjadi kebiasaan.”

Rowan menatap tumpukan dokumen.

“Dan sepertinya kita akan membutuhkan lebih banyak arsip.”

Elarion mengangguk.

“Jauh lebih banyak.”

Di atas meja—

pecahan kristal yang retak masih memancarkan cahaya samar.

Segel Darrien belum pecah.

Namun untuk pertama kalinya—

mereka tahu bahwa segel itu **bisa dipengaruhi.**

Dan jika mereka menemukan pengetahuan yang cukup tua—

mungkin suatu hari nanti,

mereka benar-benar bisa membebaskannya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience