Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 118
PETUNJUK YANG DIBAWA PULANG
Menjelang siang—
Perpustakaan Kerajaan masih sunyi.
Rowan menutup salinan dokumen yang baru saja dibuatnya.
Ia memandang Kevin dan Ace.
“Aku akan membawa ini kepada Yang Mulia.”
Kevin mengangguk.
“Baik.”
“Aku ingin memastikan Raja Edward mengetahui temuan ini sebelum kita mengambil kesimpulan apa pun.”
Ace menyeringai.
“Dan kami akan membawa kabar ini kepada Elarion.”
Rowan mengangguk.
“Jangan lupa bawa salinannya.”
“Tidak akan.”
Ketiganya kemudian berpisah.
Rowan menuju ruang kerajaan.
Kevin dan Ace meninggalkan perpustakaan untuk kembali ke kediaman Rowan.
***
Di aula kerajaan—
Raja Edward sedang memeriksa beberapa dokumen ketika seorang penjaga memberi tahu bahwa Rowan ingin menghadap.
“Biarkan dia masuk.”
Rowan membungkuk.
“Yang Mulia.”
Edward mengangkat wajah.
“Bagaimana pencarian kalian?”
Rowan menyerahkan sebuah dokumen.
“Kami menemukan sesuatu.”
Edward mengambilnya.
Ia membaca beberapa baris pertama.
Ekspresinya perlahan berubah.
“Ini…”
“Catatan dari malam hilangnya sang pangeran.”
Edward membalik halaman.
Tangannya berhenti pada bagian tertentu.
“Energi sang pangeran ditekan…”
Ia membaca kalimat itu sekali lagi.
Gloria yang berada di sampingnya ikut mendekat.
“Penyegelan?”
Rowan mengangguk.
“Belum bisa dipastikan, Yang Mulia.”
“Namun catatan ini menyebut kemungkinan adanya sihir penyamaran atau penyegelan.”
Edward terdiam.
Ia sudah membaca banyak catatan tentang putranya yang hilang.
Namun bagian ini—
tidak pernah ia lihat sebelumnya.
“Dari mana kalian mendapatkannya?”
“Arsip terdalam.”
Rowan menjawab.
“Catatan ini hampir terlupakan.”
Gloria menyentuh halaman tersebut.
“Jadi selama ini…”
Ia terdiam.
Edward menatap catatan itu cukup lama.
“Jika ini benar…”
Ia menghela napas.
“…maka putraku mungkin tidak hanya dibawa pergi.”
Rowan mengangguk.
“Mungkin seseorang sengaja menyembunyikan identitasnya.”
Ruangan menjadi sunyi.
Edward akhirnya berkata,
“Jangan berhenti.”
“Cari lebih banyak.”
Rowan membungkuk.
“Baik, Yang Mulia.”
“Dan jangan beritahu Darrien mengenai hal ini dulu.”
Rowan mengangguk.
“Kami akan berhati-hati.”
***
Sementara itu—
Kevin dan Ace telah kembali ke kediaman Rowan.
Begitu masuk ke ruang penelitian—
Ace langsung berkata,
“Elarion.”
Elarion yang sedang memeriksa beberapa herbal menoleh.
“Sudah menemukan sesuatu?”
Kevin meletakkan salinan dokumen di atas meja.
“Kali ini sesuatu yang nyata.”
Elarion segera mengambilnya.
Ia membaca perlahan.
Semakin lama—
ekspresinya semakin serius.
“Ini bukan catatan biasa.”
“Benar,” jawab Kevin.
Elarion menunjuk bagian tertentu.
“Energi ditekan…”
Ia membaca lagi.
“Dan mereka mencurigai sihir penyamaran atau penyegelan.”
Ace mengangguk.
“Catatan itu berasal dari malam sang pangeran menghilang.”
Elarion terdiam.
Tatapannya perlahan beralih kepada Darrien.
Darrien tidak ada di ruangan.
Elarion kemudian kembali melihat dokumen.
“Jadi…”
Kevin mengangguk.
“Segel Darrien mungkin berhubungan dengan kejadian itu.”
Elarion mengusap dagunya.
“Mungkin.”
Ia tidak langsung menyimpulkan.
“Namun kita masih membutuhkan bukti.”
Ace tersenyum.
“Setidaknya sekarang kita punya arah.”
Elarion mengangguk.
“Dan arah itu jauh lebih baik daripada menebak-nebak.”
Ia mengambil catatannya.
“Besok kita bandingkan struktur energi ini dengan segel Darrien.”
Kevin tersenyum.
“Jadi percobaan ketiga belas?”
Elarion menatapnya.
“Jangan menghitung.”
Ace tertawa.
***
Sementara tiga orang dewasa sibuk membawa potongan sejarah kerajaan—
Darrien dan Fiona sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.
Mereka sedang berada di sebuah kedai kecil di Veyra.
Fiona memegang secangkir minuman hangat.
“Ini enak.”
Darrien tersenyum.
“Aku sudah bilang.”
“Kau pernah mencobanya?”
“Belum.”
Fiona menatapnya.
“Lalu kenapa kau bilang enak?”
Darrien tertawa.
“Karena kau yang memilihnya.”
Fiona memelototinya.
“Itu alasan yang buruk.”
“Tapi berhasil.”
Fiona akhirnya tertawa.
Setelah selesai makan, mereka berjalan menyusuri jalan kota.
Tidak ada penelitian.
Tidak ada buku tua.
Tidak ada pembicaraan tentang kerajaan.
Hanya mereka berdua.
Fiona berhenti di depan sebuah toko kecil.
“Darrien.”
“Hm?”
“Lihat.”
Ia menunjuk beberapa benda kecil yang dipajang di depan toko.
Darrien mendekat.
“Boneka?”
“Lucu.”
Fiona mengambil sebuah boneka kecil berbentuk makhluk bertelinga panjang.
Darrien menatapnya.
“Mirip kau.”
Fiona langsung menoleh.
“Kenapa mirip aku?”
“Karena kau juga suka hal-hal kecil yang lucu.”
Fiona memukul lengannya pelan.
“Bukan begitu.”
Darrien tertawa.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan.
Tanpa mereka sadari—
di saat mereka tertawa dan menikmati sore bersama—
sejarah lama kerajaan perlahan mulai terbuka.
Sebuah rahasia tentang seorang pangeran yang hilang.
Sebuah sihir yang mungkin menghapus jejak identitasnya.
Dan seorang pemuda yang sekarang berjalan santai di Veyra—
tanpa mengetahui bahwa semakin banyak bukti mulai mengarah kepadanya.
Namun untuk hari ini—
Darrien hanya memiliki satu hal yang ingin ia lakukan.
Menikmati waktu bersama Fiona.
