127. Malam Yang Tenang

Romance Series 382

BAB 127
MALAM YANG TENANG

Malam akhirnya tiba di kediaman Rowan.

Setelah seharian berlatih dan melakukan penelitian, suasana rumah perlahan menjadi sunyi.

Kristal-kristal penerangan di lorong mulai diredupkan.

Satu demi satu suara menghilang.

Kevin menutup buku yang sejak tadi dibacanya.

“Cukup untuk hari ini.”

Ace menguap.

“Aku sudah menunggu kalimat itu.”

Rowan tersenyum kecil.

“Besok kita lanjutkan.”

Elarion masih berdiri di depan meja penelitian.

Ia menatap kristal yang digunakan untuk mengamati segel Darrien.

Namun akhirnya ia juga menghela napas.

“Besok.”

Ia menyimpan catatannya.

“Tidak ada lagi penelitian malam ini.”

Ace langsung berdiri.

“Itu baru keputusan yang benar.”

Kevin tertawa kecil.

Mereka kemudian berpisah menuju kamar masing-masing.

***

Di kamar mereka—

Fiona berdiri di dekat jendela.

Veyra masih terlihat hidup meskipun malam telah larut.

Beberapa lampu dari kejauhan masih menyala.

Fiona memegang daun perak di lehernya.

Cahaya bulan memantul di permukaannya.

“Indah…”

Darrien yang sedang merapikan tempat tidur menoleh.

“Kau masih menyukainya?”

Fiona tersenyum.

“Tentu.”

Ia menyentuh daun itu.

“Rasanya seperti benda ini sudah menjadi bagian dari diriku.”

Darrien mengangguk.

“Karena kau selalu memakainya.”

Fiona kemudian menatapnya.

“Darrien.”

“Hm?”

“Menurutmu…”

Ia berhenti sejenak.

“Apakah hidup kita akan selalu seramai ini?”

Darrien tertawa kecil.

“Sepertinya.”

“Penelitian.”

“Latihan.”

“Perjalanan.”

“Dan Elarion.”

Fiona tertawa.

“Jangan lupa Elyon.”

Darrien langsung menghela napas.

“Jangan mengingatkanku.”

Fiona tertawa semakin keras.

“Kenapa?”

“Karena entah bagaimana pria itu selalu muncul.”

“Dia tidak seburuk itu.”

“Aku tahu.”

Darrien kemudian tersenyum.

“Dia hanya… terlalu sering muncul.”

Fiona mengangguk.

“Benar juga.”

Mereka tertawa kecil.

Kemudian suasana kembali tenang.

Fiona duduk di tepi tempat tidur.

“Setidaknya hari ini menyenangkan.”

Darrien mengangguk.

“Ya.”

“Danau.”

“Pasar malam.”

“Latihan.”

“Penelitian.”

Fiona menghela napas.

“Yang terakhir tidak terlalu menyenangkan.”

Darrien tertawa.

“Setuju.”

***

Beberapa saat kemudian—

lampu kamar dipadamkan.

Fiona berbaring.

Darrien juga.

Ruangan menjadi tenang.

Fiona perlahan memejamkan mata.

“Selamat malam, Darrien.”

“Selamat malam, Fiona.”

Beberapa detik berlalu.

Kemudian Fiona berkata pelan,

“Darrien?”

“Hm?”

“Besok jangan terlalu serius.”

Darrien tersenyum dalam gelap.

“Aku akan mencoba.”

“Janji?”

“Janji.”

Fiona akhirnya tersenyum.

“Bagus.”

Malam terus berjalan.

Di luar—

Veyra perlahan tertidur.

Namun jauh dari sana—

di Kerajaan Lunaris, cahaya Kristal Kerajaan kembali berdenyut sangat samar.

Sekali.

Kemudian padam.

Tidak ada seorang pun di Veyra yang menyadarinya.

Malam itu—

untuk sementara—

semuanya tenang.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience