302. Kekacauan Di Istana Lunaris

Romance Series 382

BAB 302 — KEKACAUAN DI ISTANA LUNARIS

Malam telah semakin larut ketika Elyon akhirnya mengambil keputusan.

“Kita tidak bisa berjalan sampai istana.”

Darrien masih menggendong Fiona.

Elarion mengangguk.

“Dia membutuhkan perawatan segera.”

Elyon menarik napas.

“Kalau begitu…”

Ia mengangkat tangannya.

Lingkaran sihir teleportasi mulai terbentuk.

“Pegang erat.”

Darrien tidak menjawab.

Ia hanya memastikan posisi Fiona tetap aman di dalam pelukannya.

Elarion berdiri di dekat mereka.

Yang lainnya berkumpul.

Kemudian—

cahaya teleportasi menyelimuti mereka.

Dalam sekejap—

**FWOOSH!**

Mereka menghilang dari hutan.

***

Istana Lunaris.

Malam yang sebelumnya tenang—

tiba-tiba berubah.

**FWOOSH!**

Sekelompok orang muncul di aula utama.

Para penjaga yang sedang bertugas langsung terkejut.

“Yang Mulia?!”

“Panggil healer!”

“Cepat!”

“Siapkan ruang perawatan!”

Dalam hitungan detik—

koridor istana yang biasanya sunyi dipenuhi langkah kaki.

Darrien masih menggendong Fiona.

Elyon langsung memberi perintah.

“Bawa perlengkapan penyembuhan ke ruang perawatan.”

“Baik!”

Elarion menyusul.

“Jangan gunakan satu jenis sihir saja.”

Para healer yang baru tiba langsung mengangguk.

“Dimengerti.”

***

Keributan itu akhirnya membangunkan seluruh istana.

Pintu kamar kerajaan terbuka.

Seraphine keluar dengan rambut yang sedikit berantakan.

Zeith berada di belakangnya.

Keduanya masih mengenakan pakaian tidur.

Seraphine menatap koridor yang penuh orang.

“Apa yang terjadi?”

Seorang penjaga langsung membungkuk.

“Yang Mulia… mereka baru saja kembali.”

“Siapa?”

Sebelum penjaga menjawab—

Darrien muncul dari ujung koridor.

Fiona masih berada dalam pelukannya.

Seraphine langsung terdiam.

Senyumnya menghilang.

“Fiona?”

Zeith juga langsung menjadi serius.

“Apa yang terjadi?”

Elyon menjawab cepat.

“Dia terluka.”

Seraphine segera mendekat.

“Seberapa parah?”

“Sudah stabil, tapi masih belum sadar.”

Seraphine menatap Fiona.

Kemudian menatap Darrien.

Tidak perlu bertanya lebih jauh.

“Bawa dia ke ruang perawatan.”

Darrien mengangguk.

***

Begitu pintu ruang perawatan dibuka—

para healer langsung bergerak.

Tempat tidur disiapkan.

Ramuan dikeluarkan.

Kristal penyembuhan dinyalakan.

Elyon dan Elarion langsung berada di sisi Fiona.

Darrien tetap berdiri di dekat tempat tidur.

Seraphine masuk beberapa detik kemudian.

Zeith menyusul.

Ia melihat suasana ruangan yang tiba-tiba menjadi seperti pusat komando.

“Sepertinya…”

Zeith melihat healer yang berlarian ke sana kemari.

“…malam kita menjadi panjang.”

Seraphine menghela napas.

“Dan aku baru saja ingin tidur.”

Zeith menatapnya.

“Kau masih bisa tidur?”

Seraphine melihat Fiona.

“Tidak.”

Zeith mengangguk.

“Aku juga.”

***

Elyon memeriksa kondisi Fiona sekali lagi.

“Tekanan energinya stabil.”

Elarion mengangguk.

“Lukanya sudah berhenti berdarah.”

Salah satu healer menatap mereka.

“Berhenti berdarah?”

“Ya.”

“Dengan sihir penyembuhan?”

Elyon terdiam.

“Bukan sepenuhnya.”

Para healer saling memandang.

Elarion menghela napas.

“Nanti kita jelaskan.”

Saat ini—

yang terpenting adalah memastikan Fiona tetap stabil.

***

Darrien berdiri diam di samping tempat tidur.

Ia tidak mengatakan apa-apa.

Tangannya masih sedikit berlumuran darah Fiona.

Seraphine memperhatikannya dari kejauhan.

Ia mengenal tatapan itu.

Tatapan seseorang yang bahkan belum sempat memikirkan dirinya sendiri.

“Darrien.”

Darrien menoleh.

“Dia akan baik-baik saja.”

Darrien kembali melihat Fiona.

“Aku tahu.”

Namun suaranya terdengar rendah.

“Aku hanya ingin memastikan.”

Seraphine tidak mengatakan apa-apa lagi.

Ia memahami.

***

Di luar ruang perawatan—

para penjaga masih mondar-mandir.

Beberapa healer baru datang membawa ramuan tambahan.

Satu orang bahkan hampir bertabrakan dengan penjaga yang membawa kristal penyembuhan.

“Maaf!”

“Lewat sini!”

“Yang ini untuk ruang perawatan!”

Istana Lunaris yang biasanya begitu tenang—

malam itu benar-benar kacau.

Zeith berdiri di ambang pintu.

Ia melihat semua orang berlarian.

Kemudian menatap Seraphine.

“Menurutmu mereka sempat makan malam?”

Seraphine menatapnya datar.

“Zeith.”

“Ya?”

“Bukan waktunya.”

“…Benar.”

Namun di balik semua kekacauan kecil itu—

satu hal telah berubah.

Fiona telah kembali ke Istana Lunaris.

Dan kali ini—

seluruh istana tahu bahwa sesuatu telah terjadi.

Sesuatu yang cukup serius hingga membuat istana yang biasanya tenang—

terbangun di tengah malam.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience