126. Kembali Ke Penelitian

Romance Series 382

BAB 126
KEMBALI KE PENELITIAN

Darrien dan Fiona akhirnya kembali ke kediaman Rowan.

Begitu pintu terbuka—

mereka langsung melihat Elarion berdiri di ruang utama.

Tangannya terlipat di dada.

Tatapannya langsung tertuju kepada mereka.

Darrien berhenti.

“Kenapa kau melihat kami seperti itu?”

Elarion tersenyum.

“Akhirnya.”

Fiona mengerutkan kening.

“Akhirnya apa?”

“Kalian kembali.”

Darrien mulai merasa tidak enak.

“Kenapa?”

Elarion menunjuk ke ruang penelitian.

“Karena aku sudah menunggu.”

Fiona berkedip.

“Menunggu kami?”

“Ya.”

Darrien menatap Fiona.

Kemudian kembali melihat Elarion.

“Aku tidak suka nada bicaramu.”

Elarion tertawa kecil.

“Tenang.”

Ia berjalan menuju meja penelitian.

“Penelitianku membutuhkan kalian.”

Darrien langsung menghela napas.

“Jangan bilang kami menjadi bahan percobaan.”

Elarion menoleh.

“Subjek penelitian.”

Fiona langsung tertawa.

“Elarion!”

“Aku bercanda.”

Ia tersenyum.

“Kalian hanya perlu membantu.”

Darrien menggeleng.

“Lebih baik katakan dari awal.”

Elarion menunjuk dua kursi.

“Duduk.”

Fiona dan Darrien menurut.

Di atas meja sudah tersedia beberapa kristal.

Herbal.

Botol kecil.

Dan beberapa lembar catatan.

Elarion mengambil salah satu kristal.

“Kita akan membandingkan respons energimu dengan catatan yang ditemukan Rowan.”

Darrien mengangguk.

“Baik.”

Fiona melihat kristal tersebut.

“Dan aku?”

Elarion menatapnya.

“Kau juga.”

“Kenapa?”

“Karena cahaya penyembuhanmu mungkin bisa memberikan informasi tambahan.”

Fiona mengangguk.

“Baik.”

Darrien melihat Elarion.

“Kau sudah membaca catatan itu?”

“Sudah.”

“Dan?”

Elarion tersenyum tipis.

“Masih terlalu banyak yang belum kita ketahui.”

Ia meletakkan kristal di tengah meja.

“Jadi kita mulai dari dasar.”

Darrien menarik napas.

“Baik.”

Fiona duduk di sampingnya.

Elarion mulai mempersiapkan lingkaran sihir.

Kristal-kristal kecil menyala satu demi satu.

“Jangan gunakan terlalu banyak energi.”

Darrien mengangguk.

Fiona juga.

“Siap.”

Elarion mengaktifkan lingkaran.

Cahaya lembut menyelimuti ruangan.

Darrien menutup mata.

Energinya perlahan mengalir.

Namun beberapa detik kemudian—

sebuah pola tipis muncul di sekitar tubuhnya.

Elarion langsung memperhatikan.

“Berhenti.”

Darrien membuka mata.

“Apa?”

“Jangan bergerak.”

Elarion mendekat.

Ia mengamati pola tersebut.

“Ini…”

Kevin yang sedang membaca di meja lain ikut menoleh.

Ace juga.

Rowan bahkan menghentikan pekerjaannya.

“Menemukan sesuatu?” tanya Kevin.

Elarion tidak menjawab.

Ia hanya terus mengamati.

Kemudian pola itu menghilang.

Elarion menghela napas.

“Belum.”

Darrien mengangkat alis.

“Belum?”

“Belum cukup.”

Ace tertawa.

“Jadi kita gagal lagi?”

Elarion menatapnya.

“Penelitian tidak selalu gagal hanya karena belum menemukan jawaban.”

Ace mengangguk.

“Baiklah.”

Fiona menahan tawa.

Darrien melihatnya.

“Kau tertawa?”

“Tidak.”

“Kau jelas tertawa.”

Fiona menutup mulut.

Elarion menghela napas.

“Kalau kalian selesai bercanda…”

Ia kembali ke meja.

“…kita lanjutkan.”

Darrien menghela napas.

“Baik.”

Fiona tersenyum.

Mereka kembali bersiap.

Di ruangan itu—

penelitian tentang segel Darrien kembali dimulai.

Dan kali ini—

mereka memiliki sesuatu yang baru.

Bukan jawaban.

Namun sebuah pola.

Sebuah petunjuk kecil yang mungkin suatu hari nanti akan membawa mereka lebih dekat kepada kebenaran.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience