Series
382
BAB 152
LATIHAN DENGAN CARA BARU
Fiona masih berada di area latihan.
Sudah cukup lama sejak ia mulai mencoba berbagai cara baru untuk menggunakan Light Magic miliknya.
Satu gerakan.
Kemudian gerakan lainnya.
Ia mencoba membuat penghalang dari arah yang berbeda.
Mengubah posisi dengan bantuan cahaya.
Membentuk kilatan pendek.
Kemudian memusatkan cahaya pada titik tertentu untuk mengganggu aliran sihir lawan.
Tidak semuanya berhasil.
Namun Fiona terus mencoba.
Ia tidak ingin kehilangan apa yang telah dipelajarinya.
Terutama setelah kejadian di hutan.
***
Tidak jauh dari sana—
Elarion akhirnya menutup catatan yang sejak tadi berada di tangannya.
“Kurasa cukup untuk hari ini.”
Darrien mengangguk.
“Masih banyak yang harus dipahami.”
“Benar.”
Mereka kemudian berjalan bersama menuju area latihan.
Namun begitu sampai—
keduanya berhenti.
Fiona sedang berlatih sendirian.
Gerakannya terlihat berbeda dari biasanya.
Darrien mengerutkan kening.
“Apa yang dia lakukan?”
Elarion memperhatikannya.
“Entahlah.”
Darrien terus melihat.
Fiona bergerak cepat ke samping.
Cahaya muncul di bawah kakinya.
Kemudian sebuah penghalang kecil muncul di belakangnya.
Ia berputar.
Menghilangkan penghalang itu.
Lalu kembali bergerak.
Darrien berkedip.
“Dia belajar banyak hal baru.”
Elarion mengangguk.
“Sepertinya begitu.”
Fiona akhirnya menyadari keberadaan mereka.
Ia menoleh.
Mata mereka bertemu.
Darrien tersenyum.
“Sudah selesai?”
Fiona tidak langsung menjawab.
Ia justru tersenyum kecil.
Senyum yang sangat samar.
Darrien tidak menyadarinya.
Namun Elarion melihatnya.
“…”
Elarion langsung merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Fiona berjalan mendekat.
“Darrien.”
“Hm?”
“Mau latihan?”
Darrien mengangguk.
“Tentu.”
Fiona tersenyum.
“Baik.”
Namun kali ini—
senyumnya sedikit berbeda.
Darrien belum menyadarinya.
***
Mereka mengambil posisi.
Darrien mengangkat tangannya.
Fiona juga.
“Mulai?”
“Mulai.”
Dalam sekejap—
Fiona bergerak.
Darrien terkejut.
“Eh—?”
Cahaya melesat dari sisi Fiona.
Darrien refleks menghindar.
Namun Fiona sudah berada di sisi lainnya.
Gerakannya jauh lebih cepat daripada biasanya.
Darrien terlambat bereaksi.
**DUK!**
Sebuah serangan ringan mengenai bahunya.
Darrien menatap Fiona.
“Kau menyerangku?”
Fiona tersenyum.
“Kita sedang latihan.”
Darrien tertawa kecil.
“Baiklah.”
Ia segera membalas.
Sihir gelap mengalir di sekitar tangannya.
Fiona membuat penghalang cahaya.
**BOOM!**
Cahaya dan kegelapan bertabrakan.
Darrien mundur beberapa langkah.
Fiona ikut bergerak.
Kali ini—
keduanya tidak hanya menggunakan kekuatan fisik.
Sihir mulai menjadi bagian dari gerakan mereka.
Fiona mengubah posisi menggunakan dorongan cahaya.
Darrien mengejar dengan bayangan.
Fiona membuat penghalang.
Darrien memecahnya dengan sihir gelap.
Fiona menghilang ke sisi lain.
Darrien memprediksi gerakannya.
Kemudian—
**DUK!**
Fiona kembali menyerangnya.
Darrien tertawa.
“Jadi ini rencanamu?”
“Rencana apa?”
“Kau menggunakan aku sebagai target percobaan.”
Fiona tersenyum polos.
“Mungkin.”
Darrien menggeleng sambil tertawa.
“Baiklah.”
Ia meningkatkan sedikit kekuatannya.
Fiona juga melakukan hal yang sama.
Cahaya keemasan dan energi gelap mulai bergerak di antara mereka.
Namun keduanya tetap berhati-hati.
Tidak ada serangan mematikan.
Hanya latihan.
Eksperimen.
Dan sedikit persaingan.
***
Elarion berdiri beberapa langkah dari sana.
Ia menghela napas.
“Setidaknya mereka terlihat senang.”
Kemudian sebuah ledakan kecil terjadi.
**BOOM!**
Cahaya dan kegelapan memenuhi area latihan.
Elarion terdiam.
“…Mereka benar-benar harus menggunakan sihir?”
Namun ia tidak bisa menahan senyum kecil.
Darrien dan Fiona sudah menemukan ritme mereka sendiri.
Tidak perlu banyak instruksi.
Tidak perlu dipaksa.
Mereka belajar dari satu sama lain.
Elarion akhirnya menggeleng.
“Baiklah.”
Ia menyilangkan tangannya.
“Lanjutkan.”
***
Jauh dari sana—
Elyon masih berdiri di tempat yang sama.
Ia awalnya hanya ingin mengamati Fiona.
Namun sekarang—
matanya tidak bisa berpaling.
Cahaya.
Kegelapan.
Keduanya bergerak bersamaan.
Fiona menggunakan Light Magic dengan cara yang semakin beragam.
Darrien menggunakan Dark Magic tanpa tanda-tanda energi tersegel seperti sebelumnya.
Elyon menyipitkan mata.
“…”
Ada sesuatu yang menarik dari keduanya.
Bukan hanya karena kekuatan mereka.
Tetapi karena cara mereka bertarung.
Mereka saling memahami gerakan.
Saling menyesuaikan.
Seolah-olah sudah terbiasa bertarung bersama sejak lama.
Elyon akhirnya tersenyum tipis.
“Ini jauh lebih menarik.”
Di area latihan—
Fiona tiba-tiba melompat.
Cahaya muncul di bawah kakinya.
Darrien mengikuti.
Bayangan melintas di tanah.
Kemudian—
**BOOM!**
Dua energi kembali bertabrakan.
Elarion hanya bisa menghela napas.
Elyon tetap mengamati.
Dan Fiona—
diam-diam tersenyum.
Latihan yang awalnya hanya untuk mencoba teknik baru…
akhirnya berubah menjadi latihan bersama.
Dengan cara mereka sendiri.
Share this novel