74. Sosok Di Balik Hutan

Romance Series 94

BAB 74
SOSOK DI BALIK HUTAN

Semua orang berhenti.

Darrien masih menatap ke dalam hutan.

Aura itu tidak bergerak.

Hanya diam.

Mengamati.

Kevin berdiri di depan Darrien dan Fiona.

“Jangan bergerak.”

Elarion langsung bersiap.

Ace meletakkan tangan pada senjatanya.

Fiona berdiri di belakang Darrien.

“Ada siapa?”

Darrien menggeleng.

“Aku tidak tahu.”

Kemudian—

sebuah suara terdengar dari antara pepohonan.

“Kalian bergerak cukup cepat.”

Darrien menatap ke depan.

Seseorang keluar dari bayangan.

Seorang pria.

Jubah gelap menutupi sebagian tubuhnya.

Rambutnya panjang.

Wajahnya tenang.

Namun auranya…

jauh lebih kuat daripada manusia biasa.

Kevin langsung mempersempit matanya.

“Siapa kau?”

Pria itu tersenyum tipis.

“Pertanyaan yang bagus.”

Ia menatap Darrien.

Kemudian Fiona.

Kemudian kembali kepada Darrien.

“Namun aku lebih tertarik…”

Ia berhenti.

“…pada siapa kalian.”

Darrien melangkah maju.

“Aku tidak punya waktu.”

Pria itu tertawa kecil.

“Begitu?”

Ia menoleh ke belakang.

Kemudian melihat ke arah jalan yang baru mereka lalui.

“Mereka akan segera tiba.”

Ace langsung waspada.

“Kau tahu mereka?”

“Ardika.”

Pria itu mengangguk.

“Dan Varian.”

Fiona terkejut.

“Bagaimana kau tahu?”

Pria itu menatapnya.

“Karena seluruh wilayah ini sudah membicarakan seorang gadis yang menghilang sebelum pernikahan.”

Fiona menunduk.

Pria itu kemudian berkata,

“Namun…”

Tatapannya kembali kepada Darrien.

“…aku tidak datang untuk kalian.”

Darrien mengerutkan kening.

“Lalu?”

Pria itu tersenyum.

“Aku datang untuk memastikan sesuatu.”

“Apa?”

“Apakah rumor itu benar.”

Darrien tidak menjawab.

Pria itu mendekat satu langkah.

Kemudian—

ia merasakan aura Darrien.

Ekspresinya berubah.

Sedikit.

Hanya sesaat.

Namun cukup untuk diperhatikan Kevin.

“Menarik.”

Kevin langsung berdiri lebih tegak.

“Kau mengenali sesuatu?”

Pria itu tidak menjawab.

Ia hanya menatap Darrien.

Kemudian berkata pelan,

“Sudah lama sekali…”

Darrien mengerutkan kening.

“Apa maksudmu?”

Pria itu tersenyum.

“Tidak ada.”

Ia kemudian melihat Fiona.

“Kau.”

Fiona menatapnya.

“Ya?”

“Kau benar-benar tidak tahu siapa anak laki-laki di sampingmu?”

Fiona mengerutkan kening.

“Darrien.”

Pria itu tertawa kecil.

“Ya.”

Ia mengangguk.

“Darrien.”

Nada suaranya membuat Kevin langsung waspada.

Pria itu kemudian mundur.

“Tidak sekarang.”

Darrien mengepalkan tangan.

“Tunggu.”

Namun pria itu sudah berbalik.

“Jika kalian ingin hidup…”

Ia menoleh sedikit.

“Jangan kembali ke jalan utama.”

Darrien menatapnya.

“Kenapa?”

“Karena mereka akan mengepung jalan itu.”

Ace langsung melihat peta.

Benar.

Jalan utama adalah jalur paling mudah untuk mengejar mereka.

Pria itu berjalan semakin jauh.

Namun sebelum menghilang—

ia berkata,

“Dan satu lagi.”

Darrien menatapnya.

“Jangan biarkan gadis itu kembali ke Ardika.”

Fiona membeku.

Darrien mengepalkan tangannya.

“Aku tidak akan.”

Pria itu tersenyum.

“Bagus.”

Kemudian ia menghilang ke dalam hutan.

Beberapa detik kemudian—

suara langkah terdengar dari kejauhan.

Para pengejar.

Darrien menatap tempat pria itu menghilang.

“Siapa dia?”

Kevin menggeleng.

“Aku tidak tahu.”

Ace menatap Kevin.

Namun Kevin juga tidak memberikan jawaban.

Elarion membuka peta.

“Kita harus pergi.”

Darrien akhirnya menoleh.

Ia menggenggam tangan Fiona.

“Pergi.”

Mereka kembali bergerak.

Namun satu pertanyaan tetap tertinggal di pikiran Darrien.

**Mengapa pria itu mengenali auranya?**

Dan lebih penting lagi…

**mengapa ia berbicara seolah-olah sudah mengetahui siapa Darrien sebenarnya?**

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience