279. Pasar Cahaya Lunaris

Romance Series 382

BAB 279 — PASAR CAHAYA LUNARIS

Setelah satu minggu berada di Lunaris—

akhirnya Fiona mendapatkan izin untuk menjelajahi kota.

Begitu mereka keluar dari gerbang istana, Fiona langsung menyadari satu hal.

Lunaris di luar istana—

benar-benar berbeda.

Jalan-jalan lebih ramai.

Pedagang memenuhi sisi jalan.

Kereta kecil berlalu-lalang membawa barang.

Suara tawar-menawar terdengar dari berbagai arah.

Dan yang paling menarik—

barang-barang yang dijual di sini jauh berbeda dari apa yang biasa mereka temukan di Veyra.

Fiona melihat sekeliling dengan mata berbinar.

“Banyak sekali.”

Darrien tersenyum.

“Baru keluar dari istana.”

Elyon berjalan di depan.

“Ini baru bagian awal Pasar Cahaya.”

Fiona langsung menoleh.

“Masih ada lagi?”

“Banyak.”

Fiona tersenyum puas.

“Bagus.”

***

Rombongan mereka cukup lengkap hari itu.

Darrien.

Fiona.

Elarion.

Ace.

Rowan.

Kevin.

Dan Elyon sebagai pemandu.

Begitu memasuki bagian utama pasar—

mereka langsung berpencar sedikit.

Bukan karena terpisah.

Melainkan karena masing-masing menemukan sesuatu yang menarik perhatian.

Ace dan Rowan tertarik pada perlengkapan tempur.

Kevin berhenti di sebuah toko kecil yang menjual perlengkapan perjalanan.

Darrien tetap dekat dengan Fiona.

Sementara Elarion—

berhenti.

Benar-benar berhenti.

Matanya tertuju pada sebuah kios.

Fiona memperhatikannya.

“Elarion?”

Elarion tidak langsung menjawab.

Ia sedang melihat beberapa kotak kayu yang berisi tumbuhan kering.

Kemudian ia berjalan mendekat.

Penjualnya segera menyambut.

“Apakah Anda mencari sesuatu?”

Elarion menunjuk salah satu tanaman.

“Ini dari mana?”

“Pegunungan utara Lunaris.”

Penjual itu tersenyum.

“Sulit ditemukan di wilayah lain.”

Elarion mengambil sedikit bagian dari tanaman tersebut.

Ia memeriksanya.

Kemudian—

matanya sedikit berbinar.

“Bagus.”

Fiona mendekat.

“Bagus untuk apa?”

Elarion menoleh.

“Ramuan.”

Fiona mengangguk.

“Oh.”

Elarion kembali melihat barang-barang di kios.

Ada akar.

Daun kering.

Biji.

Bunga yang telah dikeringkan.

Dan beberapa botol kecil berisi bahan yang tidak Fiona kenali.

Elarion mengambil beberapa.

“Ini juga.”

Kemudian satu lagi.

“Dan ini.”

Penjual mulai menghitung barang.

Fiona memperhatikan.

“Elarion…”

“Ya?”

“Kau membeli sebanyak itu?”

Elarion mengangguk.

“Aku ingin membuat lebih banyak elixir.”

Darrien yang mendengar itu menoleh.

“Untuk persediaan?”

“Ya.”

Elarion memeriksa satu kantong kecil.

“Beberapa bahan di Veyra tidak mudah ditemukan.”

Ia melihat sekeliling.

“Lunaris memiliki jenis yang berbeda.”

Elyon yang berdiri tidak jauh dari mereka mengangguk.

“Lunaris memiliki banyak tanaman yang tumbuh karena pengaruh energi kristal.”

Elarion langsung menatapnya.

“Benarkah?”

“Ya.”

Elyon menunjuk ke arah lain.

“Kalau mencari bahan yang lebih langka, ada pasar khusus di bagian timur.”

Mata Elarion langsung berubah serius.

“Lebih langka?”

Elyon mengangguk.

“Jauh lebih.”

Elarion diam sebentar.

Kemudian—

“Antarkan aku ke sana nanti.”

Elyon tersenyum tipis.

“Boleh.”

Fiona tertawa kecil.

“Sepertinya Elarion sudah menemukan tujuan perjalanannya.”

***

Sementara Elarion sibuk dengan bahan ramuan—

Fiona menemukan sesuatu yang lain.

Sebuah toko perhiasan kecil.

Matanya langsung tertuju pada benda-benda kristal yang dipajang.

Ada gelang.

Kalung.

Anting.

Jepit rambut.

Dan ornamen kecil berbentuk bunga.

Fiona mendekat.

“Cantik…”

Darrien berdiri di sampingnya.

“Mana yang kau suka?”

Fiona melihat beberapa pilihan.

“Yang ini.”

Ia menunjuk sebuah ornamen kecil berbentuk daun.

Darrien mengambilnya.

“Bagus.”

Fiona tersenyum.

“Benar?”

“Ya.”

Penjualnya tersenyum.

“Itu dibuat dari kristal Lunaris.”

Fiona memperhatikan pantulan cahaya di permukaannya.

“Cantik sekali.”

Namun ia akhirnya mengembalikannya.

“Lain kali saja.”

Darrien tidak mengatakan apa-apa.

Ia hanya mengingat bentuknya.

***

Di sisi lain—

Ace dan Rowan sedang melihat senjata.

“Ini bagus.”

Rowan mengambil sebuah pisau pendek.

Ace melihat harganya.

“Tidak.”

Rowan mengembalikannya.

“Kenapa?”

“Terlalu mahal.”

“Bukankah kita sedang liburan?”

“Justru karena itu.”

Kevin yang berdiri di belakang mereka tertawa kecil.

“Kalian berdua memang tidak bisa diam.”

***

Pasar Cahaya semakin ramai ketika mereka masuk lebih dalam.

Fiona menemukan makanan yang belum pernah ia lihat.

Buah-buahan dengan warna aneh.

Kue kecil dengan lapisan kristal gula.

Minuman herbal.

Bahkan beberapa mainan yang menggunakan energi kristal sederhana.

Ia melihat semuanya dengan rasa ingin tahu.

Elyon terus menjelaskan setiap kali Fiona bertanya.

“Ini hanya ditemukan di Lunaris?”

“Sebagian besar.”

“Kalau yang itu?”

“Dari wilayah selatan.”

“Dan itu?”

“Kerajinan lokal.”

Fiona tersenyum.

“Banyak sekali.”

Elyon mengangguk.

“Karena itu Pasar Cahaya menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar di Lunaris.”

Darrien melihat Fiona yang semakin bersemangat.

“Kau senang?”

“Ya.”

Fiona tersenyum lebar.

“Di istana memang indah.”

Ia memandang keramaian di sekitar mereka.

“Tapi di sini…”

Ia tertawa kecil.

“…rasanya benar-benar hidup.”

Darrien tersenyum.

“Itulah sebabnya kau ingin datang.”

Fiona mengangguk.

“Benar.”

***

Tidak terasa—

waktu berjalan cukup lama.

Tas kecil Fiona mulai terisi.

Elarion membawa beberapa kantong bahan herbal.

Ace dan Rowan membawa beberapa barang kecil.

Kevin akhirnya membeli sesuatu yang bahkan tidak ingin ia jelaskan kepada siapa pun.

Dan Darrien—

masih membawa sebagian besar barang Fiona.

Fiona melihat tangannya.

“Maaf.”

Darrien mengangkat bahu.

“Tidak apa-apa.”

Elyon melihat mereka semua.

“Kalian masih ingin melanjutkan?”

Fiona menatap pasar yang masih panjang di depan.

Ia tersenyum.

“Tentu.”

Elarion juga mengangkat kantong herbanya.

“Aku juga.”

Elyon menghela napas kecil.

“Baik.”

Ia berbalik.

“Kalau begitu…”

Ia menunjuk jalan di depan.

“…kita lanjutkan.”

Rombongan kembali berjalan memasuki bagian pasar yang lebih dalam.

Dan tanpa mereka sadari—

Lunaris ternyata memiliki jauh lebih banyak hal untuk ditawarkan daripada sekadar istana dan taman.

Terutama bagi seseorang seperti Elarion—

yang baru saja menemukan bahan-bahan yang mungkin dapat menghasilkan elixir baru.

Sementara Fiona—

masih belum puas menjelajahi Pasar Cahaya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience