Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Completed
594
Get the app for full experience
BAB 359 — HARI LIBUR, PERANG IKAN
Akhirnya—
rombongan tiba di Danau Lunaris.
Begitu sampai di tempat yang mereka pilih, semua orang langsung mulai bekerja.
Tidak ada yang ingin menunggu para pelayan melakukan semuanya.
Hari ini adalah hari libur.
Dan kalau mereka ingin benar-benar menikmati hari itu—
mereka juga harus ikut mempersiapkannya.
Di bawah sebuah pohon besar yang rindang, tempat teduh yang menghadap langsung ke danau, mereka mulai menata tempat piknik.
Selimut dibentangkan di atas rerumputan.
Keranjang makanan diletakkan di tengah.
Minuman ditata di salah satu sisi.
Beberapa bantal kecil diletakkan agar lebih nyaman.
Zeith membantu Seraphine mengatur meja kecil.
Edward membawa keranjang makanan bersama Gloria.
Elyon membantu menyiapkan beberapa perlengkapan.
Darrien membawa salah satu keranjang terbesar.
Fiona ikut membantu membentangkan selimut.
Namun ketika angin tiba-tiba menerbangkan salah satu ujungnya—
Fiona langsung menahannya.
Darrien memegang sisi lainnya.
Mereka saling melihat.
“Sepertinya selimut ini lebih suka jalan-jalan daripada kita.”
Fiona tertawa kecil.
“Pegang yang kuat.”
“Baik.”
Keduanya akhirnya berhasil membentangkannya.
***
Di sisi lain—
Ace dan Rowan sedang berusaha memasang sebuah kain peneduh tambahan.
Ace menarik salah satu ujung.
Rowan menarik ujung lainnya.
“Sedikit ke kiri.”
“Ini sudah kiri.”
“Kirimu.”
Ace berhenti.
“Kiriku?”
“Ya.”
“Kalau begitu kenapa kau bilang kiri?”
Rowan menatapnya.
“Karena dari tempatku, itu kiri.”
Ace menghela napas.
“…”
Elarion yang melihat dari kejauhan hanya menggeleng.
“Biarkan saja.”
Elyon mengangguk.
“Mereka akan menemukan cara untuk bertengkar bahkan saat piknik.”
Kevin yang sedang duduk di bawah pohon hanya berkata,
“Sudah biasa.”
***
Setelah beberapa saat—
semuanya akhirnya selesai.
Tempat piknik terlihat nyaman.
Makanan sudah tersusun.
Minuman tersedia.
Selimut sudah terpasang.
Danau terbentang luas di depan mereka.
Angin sepoi-sepoi bergerak melalui pepohonan.
Untuk beberapa detik—
semua orang hanya berdiri diam.
Kemudian—
Zeith menghela napas panjang.
“Ah…”
Seraphine tersenyum.
“Akhirnya.”
Edward duduk perlahan.
“Ini yang kita butuhkan.”
Gloria mengangguk.
“Tidak ada dokumen.”
Elyon langsung menatap mereka.
“Jangan mengingatkanku.”
Semua tertawa.
Fiona duduk di atas selimut.
Ia memandang danau.
Tidak ada rapat.
Tidak ada masalah.
Tidak ada sejarah yang harus ditulis.
Hanya udara segar.
Ia menarik napas dalam-dalam.
“Tenang sekali.”
Darrien duduk di sampingnya.
“Ya.”
Fiona tersenyum.
“Mungkin kita harus melakukan ini lebih sering.”
Darrien mengangguk.
“Aku setuju.”
***
Beberapa orang mulai melakukan kegiatan masing-masing.
Zeith dan Seraphine berjalan santai di sekitar tepi danau.
Edward dan Gloria duduk sambil berbicara.
Elyon membaca—
atau setidaknya mencoba membaca tanpa dokumen kerajaan.
Fiona menikmati pemandangan.
Darrien duduk tidak jauh darinya.
Kevin hanya bersandar pada batang pohon dengan mata terpejam.
Untuk pertama kalinya—
tidak ada yang memikirkan pekerjaan.
Hari itu benar-benar terasa seperti hari libur.
***
Namun ketenangan itu—
tidak bertahan lama.
Ace dan Rowan berdiri di dekat tepi danau.
Keduanya melihat ke permukaan air.
Ace menyipitkan mata.
“Menurutmu ada ikan?”
Rowan mengangkat bahu.
“Pasti ada.”
“Bagaimana kau tahu?”
“Karena ini danau.”
Ace menatapnya.
“Itu bukan bukti.”
Rowan memandangnya.
“Lalu apa buktinya?”
Ace menunjuk air.
“Tidak ada.”
Rowan menghela napas.
“Jadi kenapa kau bertanya?”
Ace terdiam.
“…Aku penasaran.”
Rowan memutar matanya.
“Kalau ada ikan, memangnya kenapa?”
“Kita bisa menangkapnya.”
“Untuk apa?”
“Untuk melihat siapa yang paling banyak dapat.”
Rowan menatap Ace.
“Tidak ada yang meminta lomba.”
Ace tersenyum.
“Takut kalah?”
Rowan langsung menoleh.
“Apa?”
Ace tersenyum semakin lebar.
“Takut kalah.”
Rowan menarik napas.
“Aku tidak takut.”
“Kalau begitu buktikan.”
“Bagaimana?”
Ace menunjuk danau.
“Cari ikannya.”
Rowan menatapnya selama beberapa detik.
Kemudian—
ia mendorong Ace.
**SPLASH!**
Ace jatuh langsung ke air.
Semua orang terdiam.
Fiona membeku.
Darrien menoleh.
Zeith dan Seraphine berhenti berjalan.
Edward dan Gloria saling memandang.
Elyon perlahan menutup bukunya.
Kevin membuka satu mata.
Ace muncul dari permukaan air.
Rambutnya basah.
Pakaiannya basah.
Ekspresinya—
tidak bisa dipercaya.
“ROWAN!”
Rowan menyilangkan tangan.
“Kau bilang ingin mencari ikan.”
Ace menatapnya.
Kemudian tersenyum.
“Oh.”
Rowan menyadari sesuatu.
“Tunggu—”
Ace langsung meraih tangan Rowan.
“Ayo cari bersama.”
“ACE—!”
**SPLASH!**
Rowan ikut jatuh ke dalam danau.
Semua orang langsung tertawa.
Fiona bahkan menutup mulutnya karena tidak bisa menahan tawa.
Darrien menggeleng.
“Mereka memang tidak bisa tenang.”
Elarion tertawa.
“Setidaknya mereka menemukan kegiatan.”
Elyon menatap danau.
“Padahal kita datang untuk beristirahat.”
Kevin tersenyum.
“Sekarang mereka beristirahat di dalam air.”
***
Di dalam danau—
Ace muncul kembali.
“Baik!”
Ia menyeka air dari wajahnya.
“Kompetisi dimulai!”
Rowan berdiri beberapa langkah darinya.
“Siapa yang menemukan ikan paling banyak?”
Ace mengangguk.
“Benar.”
“Tanpa menggunakan sihir.”
“Setuju.”
“Tidak boleh curang.”
Ace tersenyum.
“Aku tidak pernah curang.”
Rowan menatapnya.
“Kau bahkan curang saat bermain kartu.”
“Itu strategi.”
“Itu curang.”
“Strategi.”
“Curang.”
“Strategi.”
Rowan menghela napas.
“Sudahlah.”
Keduanya kemudian menyelam.
Beberapa detik kemudian—
Ace muncul.
“ADA!”
Rowan muncul di sebelahnya.
“Mana?”
Ace menunjuk.
“Itu!”
Rowan melihat.
“…Itu daun.”
Ace terdiam.
“…Oh.”
Tawa kembali terdengar dari tepi danau.
Fiona hampir bersandar pada Darrien karena tertawa.
Darrien ikut tertawa.
“Sepertinya kompetisinya akan panjang.”
***
Ace kembali menyelam.
Rowan ikut.
Mereka mulai mencari ikan sungguhan.
Kadang muncul dengan tangan kosong.
Kadang mengejar bayangan ikan.
Kadang malah saling mengganggu.
Sekali waktu—
Ace berhasil menangkap seekor ikan kecil.
“Aku dapat!”
Rowan langsung mendekat.
“Benarkah?”
Ace mengangkat tangannya.
Ikan itu melompat.
Ace terkejut.
“Eh!”
**SPLASH!**
Ikan itu lolos.
Rowan tertawa terbahak-bahak.
“Itu akibat terlalu banyak bicara!”
Ace menunjuknya.
“Kau tertawa?”
“Ya!”
“Kalau begitu—”
Ace langsung mengejar Rowan.
“Lari!”
“Jangan kejar aku!”
Keduanya kembali bermain di dalam air.
***
Di bawah pohon besar—
semua orang hanya tertawa melihat tingkah mereka.
Tidak ada yang menghentikan.
Tidak ada yang menyuruh mereka kembali.
Hari itu bukan untuk menjadi serius.
Bukan untuk menjadi kerajaan.
Bukan untuk memikirkan masa lalu.
Hari itu hanya tentang menikmati waktu bersama.
Fiona melihat Ace dan Rowan yang masih saling mengejar di air.
Ia tersenyum.
“Lucu juga.”
Darrien mengangguk.
“Ya.”
Fiona menyandarkan tubuh sedikit ke arahnya.
“Sudah lama aku tidak melihat semua orang seperti ini.”
Darrien menatap mereka.
“Berisik?”
Fiona tertawa.
“Bahagia.”
Darrien tersenyum.
“Benar.”
Angin kembali berhembus.
Daun-daun bergerak perlahan.
Tawa Ace dan Rowan masih terdengar dari tengah danau.
Dan untuk satu hari—
semuanya benar-benar bebas.
Tidak ada masa lalu yang mengejar.
Tidak ada masa depan yang harus dikhawatirkan.
Hanya hari yang sederhana.
Dan orang-orang yang akhirnya bisa tertawa bersama.
