182. Wajah Yang Berubah

Romance Series 382

BAB 182
WAJAH YANG BERUBAH

Fiona akhirnya duduk dengan lebih tenang.

Ia masih merasa sedikit lelah.

Namun setidaknya kepalanya sudah tidak terlalu berat.

Darrien tetap berada di dekatnya.

Elarion, Elyon, Kevin, Rowan, dan Ace juga masih berada di ruangan.

Suasana sempat tenang.

Sampai akhirnya—

Elarion menatap Fiona lebih lama.

“Fiona.”

Fiona menoleh.

“Hmm?”

Elarion tidak langsung menjawab.

Ia hanya memperhatikannya.

Fiona mengerutkan kening.

“Apa?”

Elyon juga ikut menatap.

Kemudian Kevin.

Rowan.

Ace.

Fiona mulai merasa aneh.

“Kenapa kalian semua melihatku?”

Darrien juga menoleh kepada mereka.

Elarion akhirnya berkata,

“Kau tidak menyadarinya?”

“Menyadari apa?”

Elarion menunjuk wajahnya.

“Dirimu.”

Fiona menyentuh wajahnya sendiri.

“Apa ada sesuatu di wajahku?”

Kevin menahan tawa.

“Bukan sesuatu.”

Fiona semakin bingung.

“Lalu?”

Elyon akhirnya berbicara.

“Penampilanmu berubah.”

Fiona terdiam.

“Apa?”

Ia menoleh kepada Darrien.

Darrien hanya menatapnya.

Ia sudah menyadarinya sejak Fiona pingsan.

Namun ia tidak ingin membuatnya panik.

Fiona menyentuh rambutnya.

“Aku terlihat aneh?”

“Tidak.”

Darrien menjawab cepat.

Fiona menatapnya.

“Lalu?”

Darrien menggeleng.

“Bukan aneh.”

Elarion menghela napas.

“Lihat telingamu.”

Fiona langsung menyentuh kedua telinganya.

Ia berhenti.

“…Eh?”

Jari-jarinya merasakan bentuk yang sedikit berbeda.

Lebih panjang.

Lebih runcing.

Fiona membelalakkan mata.

“Telingaku?”

Kevin mengangguk.

“Sedikit.”

“Sedikit?”

Rowan tertawa kecil.

“Cukup untuk membuatmu tidak terlihat seperti manusia biasa.”

Fiona langsung panik.

“Apa?!”

Darrien segera menenangkan.

“Tenang.”

Fiona menyentuh wajahnya lagi.

“Kenapa aku bisa seperti ini?”

Tidak ada yang langsung menjawab.

Elyon menatapnya.

“Ketika kau mengeluarkan Light Magic tadi…”

Ia berhenti.

“Tubuhmu berubah.”

Fiona menatapnya.

“Aku?”

“Ya.”

Elyon mengangguk.

“Rambutmu berubah sedikit.”

“Matamu juga.”

“Dan bentuk telingamu.”

Fiona semakin bingung.

“Tapi aku tidak merasa apa-apa.”

Elarion mengangguk.

“Itulah yang membuatnya aneh.”

Fiona menatap tangannya.

“Aku bahkan tidak ingat apa yang terjadi.”

Darrien menggenggam tangannya.

“Kau pingsan.”

Fiona menatapnya.

“Setelah…”

Darrien berhenti sejenak.

“Setelah menyelamatkanku.”

Fiona terdiam.

Ia menundukkan kepala.

“Aku hanya ingat…”

Ia mengingat kembali tubuh Darrien yang tidak bergerak.

“…aku takut kehilanganmu.”

Darrien tidak menjawab.

Tangannya hanya menggenggam tangan Fiona sedikit lebih erat.

Elyon memperhatikan mereka.

Namun kemudian tatapannya kembali kepada Fiona.

“Ada satu hal lagi.”

Fiona menoleh.

“Apa?”

Elyon berkata perlahan,

“Cahaya yang kau keluarkan…”

Ia menarik napas.

“Itu jauh lebih murni daripada Light Magic biasa.”

Fiona berkedip.

“Bukankah kau Light Elf?”

“Ya.”

“Berarti kau seharusnya tahu.”

Elyon tersenyum tipis.

“Itulah masalahnya.”

Fiona semakin bingung.

“Aku tidak tahu.”

Ruangan kembali sunyi.

Tidak ada yang memiliki jawaban.

Fiona akhirnya menghela napas.

“Jadi…”

Ia menyentuh telinganya lagi.

“…aku sekarang punya telinga aneh?”

Kevin tertawa.

“Kurang lebih.”

Fiona memelototinya.

“Jangan tertawa!”

Darrien akhirnya ikut tersenyum.

Fiona langsung menatapnya.

“Kau juga!”

Darrien mengangkat kedua tangannya.

“Aku tidak tertawa.”

“Kau tersenyum.”

“Itu berbeda.”

Fiona mendengus.

Namun suasana akhirnya menjadi lebih ringan.

Tidak ada seorang pun yang tahu apa arti perubahan itu.

Tidak ada yang tahu mengapa Light Magic Fiona bisa mencapai tingkat seperti itu.

Dan Fiona sendiri—

bahkan belum menyadari bahwa perubahan pada tubuhnya hanyalah permukaan dari sesuatu yang jauh lebih besar.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience