Series
382
BAB 285 — KABAR TENTANG DESSERT
Satu minggu berlalu.
Lunaris kembali menjalani hari-harinya dengan tenang.
Elarion masih menghabiskan sebagian waktunya di ruang penelitian.
Para peneliti Lunaris mulai terbiasa dengan kehadirannya.
Fiona juga semakin mengenal kehidupan di istana.
Namun pagi itu—
sebuah kabar kecil tiba-tiba mengubah suasana.
Seorang pelayan Lunaris yang sedang membawa sarapan berhenti di dekat Fiona.
“Yang Mulia Fiona.”
Fiona menoleh.
“Ya?”
Pelayan itu tersenyum.
“Ada kios dessert baru yang baru saja dibuka di Pasar Cahaya.”
Mata Fiona langsung berubah.
“Dessert?”
“Benar.”
Pelayan itu mengangguk.
“Katanya cukup terkenal sejak pembukaannya. Banyak orang mengatakan dessert mereka merupakan salah satu yang paling lezat di kawasan pasar.”
Fiona terdiam.
Beberapa detik.
Kemudian—
ia menoleh kepada Darrien.
Darrien sudah mengetahui tatapan itu.
“Jangan.”
Fiona berkedip.
“Aku belum mengatakan apa-apa.”
“Kau tidak perlu.”
Fiona menahan tawa.
“Aku hanya ingin pergi melihat.”
Darrien menghela napas.
“Lagi?”
Fiona mengangguk.
“Lagi.”
***
Tidak lama kemudian—
kabar tersebut akhirnya sampai ke Ratu Seraphine.
Begitu Fiona menjelaskan alasannya—
Seraphine langsung tertawa.
“Jadi kalian ingin pergi ke Pasar Cahaya lagi hanya karena sebuah kios dessert?”
Fiona tersenyum.
“Katanya enak.”
Seraphine tertawa lebih keras.
“Aku mulai memahami kebiasaanmu.”
Darrien menghela napas.
“Aku juga.”
Dari kejauhan—
Ace dan Rowan saling bertukar pandangan.
Ace tersenyum.
“Dia hanya memikirkan makanan.”
Rowan mengangguk.
“Sepertinya begitu.”
Fiona mendengar mereka.
“Aku masih bisa mendengar kalian.”
Ace langsung pura-pura tidak tahu.
“Aku tidak mengatakan apa pun.”
Rowan juga tersenyum.
“Bukan aku.”
Fiona memicingkan mata.
Darrien tertawa kecil.
***
Sementara itu—
di ruang penelitian—
Elarion masih sibuk dengan eksperimennya.
Beberapa botol elixir tersusun di meja.
Catatan penelitian terbuka di hadapannya.
Namun Elyon berdiri tidak jauh dari jendela.
Tatapannya mengarah ke luar.
Ada sesuatu yang mengganggunya.
Beberapa hari terakhir—
Crystal Hall tidak menunjukkan reaksi aneh lagi.
Tidak ada cahaya samar.
Tidak ada perubahan energi.
Tidak ada getaran.
Bahkan setelah Fiona tiba di Lunaris—
kristal tetap tenang.
Elyon mengerutkan kening.
“Kenapa tidak ada reaksi lagi?”
Elarion yang sedang menulis tidak langsung menoleh.
“Reaksi apa?”
Elyon akhirnya melihatnya.
“Kristal.”
Elarion berhenti menulis.
“Masih tidak ada?”
“Tidak.”
Elyon menghela napas.
“Aneh.”
Elarion hanya berpikir sebentar.
“Mungkin belum waktunya.”
Elyon tidak menjawab.
Ia kembali melihat keluar jendela.
***
Kemudian—
pintu ruang penelitian terbuka.
Fiona muncul.
“Elarion.”
Elarion menoleh.
“Ya?”
“Kami mau ke Pasar Cahaya.”
Elarion mengangguk.
“Baik.”
Fiona kemudian menambahkan,
“Katanya kios dessert baru itu dekat dengan kawasan herbal.”
Elarion langsung berhenti menulis.
“…Dekat kawasan herbal?”
Fiona mengangguk.
“Ya.”
Elarion memandang Elyon.
“Apakah benar?”
Elyon tersenyum kecil.
“Benar.”
Elarion melihat bahan-bahan di mejanya.
Kemudian beberapa catatan.
Ia memang masih membutuhkan beberapa bahan untuk eksperimen berikutnya.
Akhirnya—
“Aku ikut.”
Fiona tersenyum.
“Sudah kuduga.”
Elarion mulai merapikan beberapa catatannya.
“Aku hanya membutuhkan beberapa bahan.”
Elyon menatapnya.
“Beberapa?”
Elarion mengangguk.
“Beberapa.”
Fiona tertawa kecil.
“Kita lihat nanti.”
***
Tidak lama kemudian—
rombongan kembali berkumpul.
Darrien.
Fiona.
Elarion.
Elyon.
Ace.
Rowan.
Dan Kevin.
Seraphine hanya mengantar mereka sampai halaman istana.
“Jangan pulang terlalu malam.”
Fiona mengangguk.
“Baik.”
Seraphine kemudian melihat Elarion.
“Dan jangan bekerja sampai pagi lagi.”
Elarion diam sebentar.
“…Baik.”
Fiona langsung tersenyum puas.
“Bagus.”
Darrien tertawa kecil.
“Sepertinya semua orang sudah tahu cara mengendalikan Elarion.”
Elarion hanya menatap mereka.
***
Mereka kemudian meninggalkan istana.
Tujuannya sederhana.
Fiona ingin mencoba dessert baru.
Elarion ingin membeli beberapa bahan herbal.
Ace mungkin akan kembali melihat senjata.
Rowan mungkin menemukan buku baru.
Dan yang lainnya hanya ingin menikmati perjalanan.
Namun jauh di Pasar Cahaya—
sebuah kios baru telah dibuka selama satu minggu.
Pemiliknya telah menunggu.
Mengamati.
Mempersiapkan.
Dan hari ini—
akhirnya ada alasan bagi Fiona untuk datang sendiri.
Giselle berdiri di balik kiosnya dengan wajah yang sama sekali berbeda dari wujud aslinya.
Ia melihat rombongan yang perlahan mendekat dari kejauhan.
Senyum tipis muncul di wajahnya.
Rencananya—
berjalan tepat seperti yang ia inginkan.
Sementara Fiona berjalan dengan penuh semangat.
“Semoga dessert-nya benar-benar enak.”
Darrien hanya menghela napas.
“Kalau tidak?”
Fiona tersenyum.
“Kita cari yang lain.”
Ace tertawa.
Rowan menggeleng.
Kevin hanya berjalan tenang.
Elarion sudah lebih dulu melihat papan kecil bertuliskan **HERBAL LANGKA** di kejauhan.
Matanya langsung tertuju ke sana.
Dan perjalanan kecil mereka menuju Pasar Cahaya pun dimulai lagi.
Tanpa satu pun dari mereka menyadari—
kali ini,
mereka sedang berjalan tepat menuju jebakan yang telah dipersiapkan selama berminggu-minggu.
Share this novel