281. Surga Herbal Hingga Senja

Romance Series 382

BAB 281 — SURGA HERBAL HINGGA SENJA

Waktu berlalu tanpa terasa.

Elarion benar-benar menikmati setiap bagian dari pasar herbal Lunaris.

Setiap kali mereka berpindah ke toko berikutnya, selalu ada bahan baru yang menarik perhatiannya.

Akar langka.

Daun yang hanya tumbuh di daerah pegunungan.

Bunga yang menyimpan energi magis.

Bahkan beberapa tanaman yang belum pernah ia lihat di Veyra.

Sementara yang lain mulai lelah—

Elarion justru semakin bersemangat.

Fiona memperhatikannya sambil tersenyum.

“Sepertinya kau belum ingin pulang.”

Elarion yang sedang memeriksa sebuah kantong herbal menjawab tenang,

“Belum.”

Darrien tertawa kecil.

“Sudah kuduga.”

Ace melihat tumpukan kantong di tangan Elarion.

“Apakah semuanya akan muat di kamar?”

Elarion terdiam.

Ia melihat barang-barangnya.

Kemudian—

“Entahlah.”

Rowan langsung tertawa.

“Setidaknya dia jujur.”

***

Matahari akhirnya mulai turun.

Cahaya keemasan menyelimuti Pasar Cahaya.

Lampu-lampu kristal mulai menyala di sepanjang jalan.

Fiona melihat langit.

“Sudah sore.”

Elyon mengangguk.

“Sebentar lagi malam.”

Fiona menghela napas kecil.

“Kalau begitu kita pulang.”

Elarion menatap salah satu toko herbal untuk terakhir kalinya.

Pemilik toko tersenyum.

“Jika Anda kembali besok, saya masih memiliki beberapa bahan yang belum dikeluarkan.”

Elarion langsung menoleh.

“Besok?”

Fiona tertawa.

“Elarion.”

Elarion akhirnya mengangguk.

“Kita pulang.”

Namun tatapannya masih tertuju pada toko tersebut.

Darrien melihatnya.

“Jangan khawatir.”

Ia tersenyum.

“Kau masih punya beberapa hari di Lunaris.”

Elarion mengangguk.

“Benar.”

***

Mereka akhirnya kembali menuju istana.

Perjalanan pulang terasa lebih tenang.

Fiona membawa beberapa barang kecil yang dibelinya.

Darrien membantu membawa sebagian.

Ace dan Rowan berbincang tentang apa yang mereka temukan di pasar.

Kevin berjalan santai.

Elyon tetap menjadi pemandu.

Dan Elarion—

terlihat seperti seseorang yang baru saja menemukan harta karun.

***

Begitu kembali ke istana—

mereka langsung menuju ruang makan.

Namun sebelum makan malam dimulai, Elarion berhenti.

Ia membawa kantong-kantong herbalnya.

Kemudian memandang Raja Zeith dan Ratu Seraphine.

“Yang Mulia.”

Zeith menoleh.

“Ya?”

“Apakah di istana ini ada ruangan yang tidak sedang digunakan?”

Seraphine langsung tertawa kecil.

“Ruangan?”

Elarion mengangguk.

“Aku ingin mencoba membuat beberapa elixir.”

Seraphine menatap jumlah herbal yang dibawanya.

Kemudian tertawa lagi.

“Setelah melihat sebanyak itu, aku tidak terkejut.”

Elarion hanya tersenyum tipis.

Zeith kemudian berpikir sebentar.

“Kalau kau ingin melakukan eksperimen, kau bisa menggunakan ruang penelitian istana.”

Elarion sedikit terkejut.

“Ruang penelitian?”

“Ya.”

Zeith mengangguk.

“Beberapa peneliti Lunaris masih bekerja di sana.”

Ia kemudian menambahkan,

“Mereka mungkin bisa membantu jika kau membutuhkan sesuatu.”

Mata Elarion langsung berbinar.

“Benarkah?”

Zeith tersenyum.

“Tentu.”

Elarion segera mengangguk.

“Dengan senang hati.”

Seraphine tertawa melihat ekspresinya.

“Sepertinya aku baru saja memberimu hadiah terbaik selama berada di Lunaris.”

Elarion menjawab dengan sangat serius,

“Benar.”

Fiona langsung tertawa.

“Dia bahkan tidak menyangkal.”

Darrien menggeleng sambil tersenyum.

“Setidaknya sekarang kita tahu di mana dia akan menghabiskan waktunya.”

Elarion mengangkat kantong herbalnya.

“Besok.”

Ia berhenti sebentar.

“Mungkin malam ini juga.”

Fiona menatapnya.

“Elarion.”

“Apa?”

“Ini sudah waktunya makan malam.”

Elarion diam.

Kemudian melihat ke arah ruang makan.

“…Baik.”

Ace tertawa.

“Bahkan dia harus diingatkan untuk makan.”

***

Malam kembali memenuhi Lunaris.

Mereka semua duduk bersama di meja makan.

Setelah seharian berjalan di kota—

makanan malam terasa jauh lebih nikmat.

Fiona menikmati hidangannya.

Darrien terlihat santai.

Ace dan Rowan masih membicarakan pasar.

Kevin makan dengan tenang.

Elarion sesekali terlihat memikirkan berbagai kombinasi elixir yang mungkin dibuatnya.

Zeith dan Seraphine mendengarkan cerita mereka mengenai Pasar Cahaya.

Bahkan Elyon terlihat lebih santai dibandingkan biasanya.

Hari itu—

tidak ada kejadian besar.

Tidak ada ancaman.

Tidak ada pertempuran.

Hanya satu hari penuh perjalanan kecil, belanja, makanan, dan penemuan baru.

Dan bagi Elarion—

hari itu mungkin merupakan salah satu hari terbaik selama perjalanan mereka.

Karena besok—

ia akhirnya memiliki tempat untuk menguji semua ide elixir yang sejak tadi berputar di kepalanya.

Sementara malam terus berjalan—

mereka semua menikmati makan malam bersama.

Tanpa mengetahui bahwa ketenangan Lunaris tidak akan berlangsung selamanya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience