329. Dunia Yang Telah Hilang

Romance Series 382

BAB 329 — DUNIA YANG TELAH HILANG

Keheningan masih memenuhi Crystal Hall.

Wanita yang berdiri di hadapan mereka—Fiona, namun bukan Fiona yang mereka kenal—menatap satu per satu wajah yang berada di ruangan tersebut.

Tidak ada yang berbicara.

Mereka semua menunggu penjelasan.

Akhirnya, ia menarik napas panjang.

“Dunia tempat aku hidup…”

Tatapannya perlahan berubah.

“…jauh lebih kejam daripada dunia kalian sekarang.”

Zeith mengerutkan kening.

“Lebih kejam?”

Wanita itu mengangguk.

“Ya.”

Seraphine memperhatikan ekspresinya.

Namun wanita itu tampaknya kesulitan menjelaskan dengan kata-kata.

Ia mengangkat tangannya.

“Lebih baik kalian melihatnya sendiri.”

Cahaya kecil muncul di telapak tangannya.

**TING.**

Sebuah lingkaran sihir Silver Leaf terbentuk.

Kemudian—

sebuah cermin kecil muncul di udara.

Ukurannya tidak besar.

Namun permukaannya perlahan berubah.

Bukan pantulan.

Melainkan—

sebuah pemandangan.

Seperti sebuah jendela menuju masa lalu.

Semua orang terdiam.

Elyon melangkah sedikit lebih dekat.

“Apa itu?”

“Kenangan.”

Jawaban wanita itu singkat.

“Kenangan dari zaman yang telah hilang.”

***

Pemandangan pertama muncul.

Sebuah kerajaan.

Namun bukan Lunaris seperti yang mereka kenal.

Langit dipenuhi cahaya sihir.

Pasukan bertempur.

Api.

Ledakan.

Jeritan.

Bangunan runtuh.

Cahaya dan kegelapan saling bertabrakan.

Ace yang biasanya banyak bicara—

diam.

Rowan juga tidak berkata apa-apa.

Kevin menatap tanpa berkedip.

Bahkan Darrien—

yang sejak tadi penuh dengan pertanyaan—

hanya bisa menatap cermin tersebut.

Pemandangan berubah.

Perang lain.

Kemudian perang berikutnya.

Elf melawan elf.

Dark elf melawan light elf.

Sihir digunakan tanpa belas kasihan.

Tidak ada kedamaian.

Tidak ada batas.

Hanya kekuasaan.

Hanya rasa takut.

Seraphine perlahan menutup mulutnya.

“Begitu…”

Suaranya hampir tidak terdengar.

“Zaman itu…”

Wanita itu tidak menjawab.

Cermin terus memperlihatkan sejarah.

***

Kemudian—

pemandangan berubah.

Seorang wanita muncul.

Rambutnya bergerak tertiup angin.

Jubah putih dan cahaya suci menyelimuti tubuhnya.

Di belakangnya—

pasukan Light Elf berdiri dalam jumlah besar.

Namun perhatian semua orang langsung tertuju kepadanya.

Cahaya yang keluar dari tubuhnya—

jauh lebih murni daripada sihir Light Elf mana pun yang pernah mereka lihat.

Ia mengangkat tangannya.

Satu gerakan.

Sebuah gelombang cahaya menghantam medan perang.

Pasukan musuh mundur.

Tidak ada chanting.

Tidak ada ritual panjang.

Hanya kekuatan.

Elyon menatap dengan mata membesar.

“…”

Elarion bahkan tidak berkedip.

Wanita di dalam cermin—

adalah Fiona.

Namun bukan Fiona yang sekarang.

Fiona dari zaman kuno.

Fiona yang jauh lebih dewasa.

Fiona yang berdiri sebagai salah satu sosok terkuat di antara Light Elf.

Cahaya mengelilinginya.

Para Light Elf menundukkan kepala.

Dan dari pemandangan itu—

mereka akhirnya memahami bagaimana gelar itu diberikan.

**Saintess.**

Bukan karena nama.

Bukan karena garis keturunan.

Namun karena kekuatannya.

Karena kemurnian sihirnya.

Karena tidak ada seorang pun di antara Light Elf yang mampu menyamai kekuatannya.

Darrien menatap wanita di dalam cermin.

Kemudian—

tatapannya perlahan berpindah kepada wanita yang berdiri di Crystal Hall.

Wajah yang sama.

Tatapan yang sama.

Namun usia dan auranya berbeda.

***

Cermin kembali berubah.

Kali ini—

sisi lain dunia muncul.

Lebih gelap.

Lebih dingin.

Benteng besar berdiri di antara kabut hitam.

Di atasnya—

seorang pria berdiri.

Darrien.

Namun bukan Darrien yang mereka kenal.

Pria itu jauh lebih dewasa.

Lebih tinggi.

Wajahnya dingin.

Matanya tajam.

Aura gelap yang mengelilinginya begitu dalam hingga bahkan cermin itu terasa seolah membawa tekanan ke dalam Crystal Hall.

Elyon langsung menegang.

“…”

Elarion mengerutkan kening.

“Aura itu…”

Sylvester bahkan tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya.

Darrien sendiri—

membeku.

Pria di dalam cermin itu memiliki wajahnya.

Namun bukan dirinya.

Ia adalah—

Grandmaster Dark Elf.

Salah satu makhluk terkuat di zamannya.

Cahaya hitam berputar di sekeliling tubuhnya.

Satu gerakan tangan—

langit menjadi gelap.

Ace menelan ludah.

“Dia… benar-benar Darrien?”

Tidak ada yang menjawab.

Karena jawabannya sudah jelas.

***

Cermin memperlihatkan dua dunia.

Light Elf.

Dark Elf.

Dua sosok yang seharusnya menjadi musuh.

Saintess dari Light Elf.

Grandmaster dari Dark Elf.

Namun kemudian—

mereka bertemu.

Pertama kali.

Tidak ada perang.

Tidak ada pertarungan.

Hanya dua sosok yang berdiri saling berhadapan.

Tatapan mereka bertemu.

Dan untuk pertama kalinya—

wajah Fiona di dalam cermin tersenyum.

Darrien juga.

***

Pemandangan berubah.

Mereka bertemu lagi.

Dan lagi.

Berbicara.

Berjalan bersama.

Duduk di tepi danau.

Tertawa.

Berbagi waktu di antara dua dunia yang seharusnya saling membenci.

Perlahan—

perasaan itu tumbuh.

Tidak ada satu pun dari mereka yang mempedulikan perbedaan ras.

Tidak peduli kepada gelar.

Tidak peduli kepada perang.

Mereka hanya melihat—

satu sama lain.

Gloria menatap cermin dengan mata berkaca-kaca.

“Jadi…”

Ia berbisik.

“Mereka saling mencintai.”

Edward menggenggam tangannya.

Darrien sendiri masih diam.

Ia tidak tahu kenapa melihat pemandangan itu membuat dadanya terasa berat.

Wanita di dalam cermin—

tersenyum ketika bersama pria yang memiliki wajahnya.

Dan pria itu—

selalu berada di sisinya.

***

Namun kemudian—

pemandangan berubah.

Senyum itu menghilang.

Pertemuan rahasia mereka diketahui seseorang.

Sebuah pengkhianatan mulai bergerak.

Bayangan muncul.

Perjanjian dibuat.

Pasukan disiapkan.

Dua kekasih itu—

mulai dipisahkan oleh dunia yang tidak menerima hubungan mereka.

Cermin berhenti sesaat.

Wanita yang berdiri di Crystal Hall akhirnya berbicara.

“Ini adalah bagian dari sejarah yang tidak pernah kalian kenal.”

Suaranya pelan.

“Dan setelah itu…”

Tatapannya menjadi kosong.

“…semuanya berubah.”

Cermin kembali menyala.

Namun kali ini—

yang terlihat bukan lagi kebahagiaan.

Melainkan—

awal dari tragedi.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience