Series
94
BAB 98
SANG PENGEMBARA
Malam telah turun di Veyra.
Di sebuah penginapan sederhana yang berada jauh dari pusat kota, seorang pria duduk sendirian di dekat jendela.
Tidak ada yang akan mengenalinya sebagai sosok yang selama beberapa hari terakhir mengikuti perjalanan Darrien dan kelompoknya.
Jubah yang dikenakannya sederhana.
Rambutnya dibiarkan sedikit berantakan.
Wajahnya pun berbeda dari penampilan yang pernah dilihat Darrien dan yang lainnya.
Namun bahkan dalam penyamaran seperti itu—
Elyon tetap terlalu tampan untuk benar-benar terlihat seperti pengelana biasa.
Garis wajahnya tegas namun elegan.
Tatapan matanya tajam dan tenang.
Rambutnya yang berwarna terang jatuh lembut di sekitar wajahnya, sementara telinga elf yang sedikit lancip sengaja disamarkan oleh sihir.
Senyumnya tipis.
Tenang.
Sulit ditebak.
Itulah Elyon.
Seorang Light Elf yang telah memilih kehidupan sebagai pengembara.
Setidaknya, itulah yang diketahui sebagian besar dunia.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa pria yang bebas bepergian dari satu wilayah ke wilayah lain itu sebenarnya memiliki kedudukan yang jauh lebih tinggi.
Ia adalah Guru Agung Kerajaan Lunaris.
Penasihat yang dipercaya oleh Raja dan Ratu.
Penjaga rahasia kerajaan.
Dan salah satu dari sedikit orang yang diperbolehkan berhubungan langsung dengan Ruang Kristal Kerajaan.
Namun Elyon tidak suka membawa gelarnya ke mana pun.
Ia lebih menyukai kebebasan.
Karena itu, ia menggunakan identitas pengelana dan bekerja sebagai freelancer.
Tidak terikat pada kota.
Tidak terikat pada kelompok.
Dan tidak perlu menjelaskan kepada siapa pun ke mana ia pergi.
***
Elyon menyandarkan tubuhnya pada kursi.
Pikirannya kembali kepada beberapa waktu lalu.
Ketika pertama kali merasakan keberadaan kelompok Darrien.
Saat itu, ia tidak tertarik kepada mereka.
Elarion memiliki aura kuat.
Kevin dan Ace jelas bukan petarung biasa.
Darrien memiliki sesuatu yang bahkan lebih aneh.
Namun bukan mereka yang membuat Elyon berhenti.
Melainkan Fiona.
Seorang gadis manusia.
Setidaknya—
begitulah penampilannya.
Energi yang berasal darinya sangat lemah.
Hampir tidak terasa.
Namun bagi seorang Light Elf dengan kemampuan sensing seperti Elyon—
anomali kecil itu cukup untuk menarik perhatiannya.
Sesuatu berada di dalam diri Fiona.
Elyon tidak tahu apa.
Ia bahkan tidak yakin apakah itu benar-benar berasal dari Fiona sendiri.
Karena itulah ia mengikuti mereka.
Bukan untuk menyakiti mereka.
Bukan untuk menculik Fiona.
Ia hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya ia rasakan.
Kemudian kelompok itu mulai melarikan diri.
Elyon membantu menunjukkan jalan menuju pegunungan.
Hanya itu.
Ia tidak berniat terlibat lebih jauh.
Namun semakin lama ia mengamati Fiona—
semakin aneh perasaannya.
***
Elyon membuka telapak tangannya.
Sebuah kristal kecil muncul.
Ia menutup mata.
Sensing-nya menyebar.
Energi Fiona kembali terasa.
Namun kali ini berbeda.
Lebih jelas.
Lebih stabil.
Dan ada sesuatu yang sekarang berada sangat dekat dengannya.
Elyon membuka mata.
“Daun perak…”
Ia teringat benda yang pernah dilihatnya.
Daun yang telah dimiliki Fiona sejak kecil.
Sebuah benda yang seharusnya tidak berada di tangan manusia biasa.
Selama ini, Elyon hanya menganggapnya sebagai kemungkinan.
Namun sekarang—
ia mulai yakin.
Elyon berdiri dan berjalan menuju jendela.
Ia melihat langit malam Veyra.
Kemudian merasakan energi yang sama sekali berbeda.
Jauh.
Sangat jauh.
Namun ia mengenalinya.
Energi dari Ruang Kristal Lunaris.
Elyon terdiam.
“Jadi akhirnya kau bereaksi…”
Ia tahu apa yang terjadi.
Dan untuk pertama kalinya—
ia tidak bisa lagi menganggap Fiona sebagai gadis manusia biasa.
***
Elyon mengambil sebuah batu kristal kecil dari sakunya.
Batu komunikasi kerajaan.
Ia menatapnya beberapa saat.
Kemudian mengaktifkannya.
Cahaya biru muncul.
Permukaannya beriak seperti air.
Sosok Raja Zeith perlahan terlihat.
Elyon menundukkan kepala.
“Yang Mulia.”
Zeith langsung mengenali suaranya.
“Elyon?”
“Ya.”
“Kau di mana?”
“Veyra.”
Zeith mengerutkan kening.
“Kau menggunakan batu komunikasi kerajaan untuk menghubungiku.”
Suaranya menjadi lebih serius.
“Ada sesuatu?”
Elyon tersenyum tipis.
“Karena itu saya menghubungi Anda.”
Zeith langsung menunggu.
“Apa yang kau temukan?”
Elyon tidak langsung menjawab.
Ia melihat kembali ke arah kota.
Kemudian berkata,
“Seorang gadis.”
Zeith mengangkat alis.
“Seorang gadis?”
“Manusia.”
“Lalu?”
“Awalnya aku mengira energinya hanya anomali kecil.”
Elyon berhenti.
“Tapi hari ini aku mendapat sesuatu yang lebih pasti.”
Zeith langsung serius.
“Apa?”
“Dia memiliki daun perak.”
Zeith terdiam.
Elyon melanjutkan.
“Dan sekarang daun itu berada sangat dekat dengan tubuhnya.”
“Seberapa dekat?”
Elyon tersenyum tipis.
“Di lehernya.”
Zeith membeku.
Suara Seraphine terdengar dari sisi lain.
“Elyon…”
Elyon menatap kristal komunikasi.
“Ya, Yang Mulia?”
“Apakah kau yakin?”
“Tidak sepenuhnya.”
Elyon menghela napas.
“Itulah sebabnya saya menghubungi kalian.”
Ia menatap kristal kecil di tangannya.
“Energi dari gadis itu sangat samar ketika pertama kali saya merasakannya.”
“Namun setelah daun itu kembali aktif…”
Elyon berhenti.
“…energinya menjadi jauh lebih jelas.”
Zeith menatapnya.
“Namanya?”
“Fiona.”
Seraphine terdiam.
Nama itu belum berarti apa-apa bagi mereka.
Namun benda yang dibawanya…
mungkin berarti segalanya.
Zeith berkata,
“Jangan mendekatinya secara terbuka.”
Elyon tersenyum.
“Tenang.”
Ia melihat pantulan wajahnya di jendela.
“Dia bahkan belum tahu siapa saya sebenarnya.”
Zeith mengangguk.
“Awasi saja untuk sementara.”
“Baik.”
“Dan Elyon…”
“Hm?”
“Jangan membuat kesimpulan terlalu cepat.”
Elyon tertawa kecil.
“Saya tahu.”
Kristal komunikasi mulai meredup.
Sebelum hubungan terputus, Seraphine berkata,
“Jika kau menemukan sesuatu yang pasti…”
Elyon menatap langit malam.
“Saya akan memberi tahu kalian.”
Cahaya kristal padam.
Elyon menutup telapak tangannya.
Untuk beberapa saat, ia hanya berdiri diam.
Kemudian senyum tipis muncul di wajahnya.
“Fiona…”
Ia menyebut nama itu pelan.
“Siapa sebenarnya dirimu?”
***
Jauh di Veyra—
Fiona sedang tidur dengan tenang.
Daun perak tergantung tepat di dekat jantungnya.
Tidak ada yang menyadari bahwa benda kecil itu telah mengirimkan gelombang energi jauh melampaui wilayah Lunareth.
Dan di kerajaan Light Elf—
sebuah kristal yang telah redup selama bertahun-tahun…
kini kembali memancarkan cahaya.
Sangat samar.
Namun cukup untuk membuat seseorang mulai mencari jawabannya.
Elyon.
Sang pengembara.
Sang Guru Agung Lunaris.
Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun—
ia memiliki alasan untuk berhenti mengembara.
Share this novel