206. Kabar Dari Veyth

Romance Series 382

BAB 206
KABAR DARI VEYTH

Di Kerajaan Lunaris—

pagi itu berjalan dengan tenang.

Cahaya matahari menyinari halaman istana ketika seorang utusan tiba membawa surat resmi dari Kerajaan Veyth.

“Yang Mulia.”

Raja Zeith menerima surat tersebut.

Ia membuka segelnya dan membaca isinya.

Beberapa saat kemudian, senyum perlahan muncul di wajahnya.

“Jadi akhirnya…”

Ratu Seraphine yang duduk di sampingnya segera menoleh.

“Apa yang terjadi?”

Zeith menyerahkan surat tersebut kepadanya.

Seraphine membacanya.

Matanya langsung berbinar.

“Pewaris Veyth telah ditemukan?”

Zeith mengangguk.

“Ya.”

Seraphine tersenyum lega.

“Setelah bertahun-tahun…”

Ia menarik napas panjang.

“Kerajaan Veyth pasti sangat bahagia.”

“Begitu juga kita.”

Zeith mengangguk.

“Mereka mengadakan jamuan untuk merayakan kembalinya sang pangeran.”

Seraphine langsung tersenyum.

“Tentu saja kita harus datang.”

“Kita harus membawa hadiah.”

Zeith tertawa kecil.

“Aku sudah menduganya.”

“Ini adalah kabar yang menggembirakan.”

“Tidak setiap hari sebuah kerajaan menemukan kembali pewaris yang telah menghilang selama bertahun-tahun.”

Seraphine mengangguk.

“Kita harus memberi mereka ucapan selamat secara langsung.”

***

Tidak lama kemudian—

Elyon dipanggil ke ruang pertemuan.

Ia datang dengan penampilan sederhananya sebagai seorang pengembara.

“Yang Mulia.”

Zeith menoleh.

“Elyon.”

Seraphine tersenyum.

“Kami baru saja menerima kabar dari Veyth.”

Elyon mengangkat alis.

“Veyth?”

Zeith menyerahkan surat tersebut.

“Pewaris mereka telah ditemukan.”

Elyon menerima surat itu.

Matanya langsung berhenti pada nama yang tertulis di sana.

**Darrien Veyth.**

Ia terdiam beberapa saat.

Kemudian mengangkat pandangan.

“Jadi mereka akhirnya menemukannya.”

Zeith memperhatikan reaksinya.

“Kau mengenalnya?”

Elyon mengangguk.

“Aku bertemu dengannya sebelum kembali ke Lunaris.”

Seraphine sedikit terkejut.

“Bukankah kau baru saja kembali dari Veyth?”

“Ya.”

“Kalau begitu…”

Zeith bertanya,

“Kenapa kau kembali begitu cepat?”

Elyon terdiam sejenak.

Kemudian tersenyum kecil.

“Karena ada sesuatu yang membuatku penasaran.”

Seraphine mengangkat alis.

“Sesuatu?”

Elyon mengangguk.

“Ketika aku berada di Veyth, aku menyaksikan sesuatu yang belum pernah kulihat sebelumnya.”

Ekspresinya menjadi lebih serius.

“Pure Light.”

Zeith dan Seraphine saling berpandangan.

“Pure Light?”

“Ya.”

Elyon mengangguk.

“Bukan cahaya biasa.”

“Dan kekuatan itu muncul dari seseorang yang sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya memilikinya.”

Seraphine langsung tertarik.

“Siapa?”

Elyon menjawab,

“Fiona.”

Zeith mengerutkan kening.

“Fiona?”

“Gadis yang bersama Darrien.”

Elyon kemudian mulai menjelaskan apa yang terjadi.

Tentang perjalanan mereka.

Tentang kejadian di lembah.

Tentang para vampire yang muncul.

Tentang pertarungan yang terjadi.

Dan tentang bagaimana Fiona akhirnya tidak sadarkan diri setelah menggunakan kekuatan yang bahkan Elyon sendiri belum pernah rasakan sebelumnya.

Zeith mendengarkan dengan serius.

Seraphine juga terdiam.

“Kami tidak pernah mendengar tentang pertempuran itu,” ujar Seraphine.

“Karena kejadiannya berlangsung jauh dari wilayah kerajaan,” jawab Elyon.

“Aku sendiri baru mengetahuinya ketika berada di sana.”

Ia menarik napas.

“Dan setelah melihat kekuatan itu…”

Elyon mengingat kembali cahaya yang memenuhi lembah.

“Aku kembali ke Lunaris.”

Zeith mengangkat alis.

“Untuk memeriksanya?”

“Ya.”

“Terutama karena kristal Lunaris juga bereaksi sebelumnya.”

Seraphine langsung terdiam.

Elyon mengangguk.

“Itulah yang membuatku penasaran.”

“Pertama, kristal Lunaris bereaksi.”

“Kemudian aku bertemu Fiona.”

“Setelah itu terjadi pertempuran dengan para vampire.”

“Dan dalam keadaan genting…”

Ia berhenti sebentar.

“Pure Light muncul darinya.”

Ruangan menjadi sunyi.

Zeith menatap Elyon.

“Dan kau menganggap semua itu berhubungan?”

Elyon menggeleng perlahan.

“Aku belum bisa mengatakan demikian.”

“Namun waktunya terlalu berdekatan untuk kuabaikan.”

Seraphine terlihat berpikir.

“Jadi itulah alasan kau kembali ke Lunaris.”

“Benar.”

Elyon tersenyum tipis.

“Aku ingin memeriksa kembali catatan di Perpustakaan Kerajaan.”

“Terutama mengenai Pure Light dan reaksi kristal.”

Zeith mengangguk.

“Dan sekarang?”

Elyon melihat surat Veyth di tangannya.

“Sekarang Pangeran Darrien telah ditemukan.”

Ia terdiam.

“Fiona juga masih berada di Veyth.”

Senyumnya semakin tipis.

“Jadi mungkin…”

“…aku tidak perlu mencari jawabannya terlalu jauh.”

Seraphine menatapnya.

“Maksudmu jamuan itu?”

Elyon mengangguk.

“Aku akan ikut.”

Zeith tersenyum.

“Kalau begitu kita pergi bersama.”

Seraphine mengangguk.

“Tentu.”

Ia kembali melihat surat tersebut dengan wajah bahagia.

“Kita bisa memberikan ucapan selamat kepada Pangeran Darrien.”

Elyon tersenyum kecil.

“Dan aku bisa melanjutkan pengamatanku.”

Zeith menatapnya.

“Jangan membuat jamuan kerajaan berubah menjadi penelitian.”

Elyon tertawa pelan.

“Aku akan berusaha.”

Seraphine ikut tertawa.

Namun setelah percakapan itu berakhir—

Elyon kembali menatap ke luar jendela.

Pikirannya kembali pada Fiona.

Kristal.

Pure Light.

Pertempuran.

Dan waktunya.

Terlalu banyak hal yang terjadi dalam waktu yang terlalu singkat.

“Fiona…”

Ia bergumam pelan.

“Apa sebenarnya yang bereaksi pada kristal itu?”

Dan yang lebih penting—

“Kenapa harus kau?”

Pertanyaan itu masih belum memiliki jawaban.

Namun satu hal sudah pasti.

Jamuan Veyth bukan lagi sekadar perayaan bagi Elyon.

Itu adalah kesempatan untuk menemukan potongan lain dari misteri yang selama ini mengganggunya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience