Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Completed
594
Get the app for full experience
BAB 373 — SARAPAN BERSAMA
Pagi datang perlahan di Veyth.
Cahaya matahari menyelinap melalui jendela-jendela besar kediaman kerajaan, membuat lorong-lorong yang sebelumnya sunyi kembali dipenuhi kehidupan.
Di ruang makan—
sarapan telah disiapkan.
Edward dan Gloria sudah berada di sana.
Tak lama kemudian, satu per satu anggota rombongan mulai berdatangan.
Elarion datang dengan tenang.
Elyon menyusul.
Ace dan Rowan datang bersama-sama.
Dan terakhir—
Darrien muncul bersama Fiona.
Gloria langsung memperhatikan putranya.
Ia terdiam beberapa detik.
Kemudian mengerutkan kening.
“Darrien.”
Darrien berhenti.
“Ya, Ibu?”
“Kau tidur cukup?”
Darrien duduk.
“…Kurasa.”
Gloria menyipitkan mata.
“Kurasa?”
Darrien mengambil cangkirnya.
“Aku tidur.”
Rowan yang baru duduk langsung berbisik kepada Ace,
“Dia tidak tidur dengan baik.”
Ace mengangguk.
“Wajahnya terlihat seperti baru kalah perang.”
Darrien menoleh.
“Aku mendengar itu.”
Ace tersenyum.
“Bagus. Berarti telingamu masih berfungsi.”
Darrien kembali menatap makanannya.
“…Aku menyesal duduk di sini.”
Fiona menahan tawa.
***
Edward memperhatikan mereka semua.
“Bagaimana perjalanan kemarin?”
“Lancar,” jawab Elarion.
Elyon mengangguk.
“Teleportasi Fiona sangat stabil.”
Edward tersenyum.
“Bagus.”
Gloria kemudian melihat Darrien lagi.
“Kau terlihat lelah.”
Darrien mengangguk.
“Latihan.”
Gloria langsung memahami.
“Kevin?”
Darrien terdiam.
“…Siapa lagi?”
Ace hampir tersedak minumannya.
Rowan menepuk punggungnya.
Gloria tertawa kecil.
“Dia masih melatihmu sekeras itu?”
“Lebih keras.”
Darrien mengambil roti.
“Dan besok akan lebih keras lagi.”
Edward mengangkat alis.
“Besok?”
Darrien mengangguk.
“Dia sudah mengatakan akan melanjutkannya setelah kami kembali ke Veyth.”
Gloria tersenyum.
“Bagus.”
Darrien berhenti mengunyah.
“Ibu…”
Gloria tertawa.
“Kau ingin menjadi lebih kuat, bukan?”
Darrien menghela napas.
“Ya.”
“Kalau begitu jangan mengeluh.”
Darrien melihat Fiona.
Fiona sedang menahan senyum.
Darrien menunjuknya.
“Jangan ikut tertawa.”
“Aku tidak tertawa.”
“Kau tersenyum.”
“Itu berbeda.”
Darrien terdiam.
“…Tidak terlalu berbeda.”
***
Sarapan berlangsung dengan santai.
Tidak ada rapat.
Tidak ada dokumen.
Tidak ada pembicaraan mengenai sejarah.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama—
mereka hanya makan bersama.
Ace dan Rowan bahkan kembali membicarakan kegagalan mereka menangkap ikan di Lunaris.
“Aku yakin ikannya memang menghindariku,” kata Ace.
Rowan mengangguk serius.
“Bukan hanya kau.”
Elarion menatap mereka.
“Kalian berdua bahkan tidak membawa umpan yang benar.”
Ace membela diri.
“Kami punya strategi.”
“Strategi apa?”
Ace berpikir.
“…Menunggu ikan datang.”
Rowan menambahkan,
“Strategi yang sangat sederhana.”
Elyon tertawa.
“Dan sangat tidak efektif.”
Ace menghela napas.
“Tidak ada yang menghargai seni memancing.”
Darrien hanya makan sambil mendengarkan.
Namun sesekali—
pikirannya kembali kepada mimpinya.
Hutan.
Air terjun.
Magic dummy.
Dan cara Grandmaster Darrien merasakan magicure.
Ia menatap tangannya.
Kemudian menarik napas pelan.
Magicure di ruangan terasa sedikit berbeda.
Lebih jelas daripada sebelumnya.
Ia bisa merasakan keberadaan orang-orang di sekitarnya.
Bukan hanya melihat mereka.
Ada aliran magicure kecil di tubuh setiap orang.
Ada jejak energi di udara.
Bahkan—
ia bisa merasakan magicure yang bergerak di balik dinding.
Darrien berhenti makan.
Fiona menyadarinya.
“Kau merasakan sesuatu?”
Darrien menoleh.
“Sedikit.”
Fiona tidak bertanya lebih jauh.
Ia hanya tersenyum.
“Jangan buru-buru.”
Darrien mengangguk.
“Aku tahu.”
***
Edward memperhatikan mereka berdua.
Kemudian tersenyum kecil.
“Setelah sarapan, apa rencanamu?”
Darrien berpikir sebentar.
“Tidak ada yang khusus.”
Ace langsung mengangkat tangan.
“Bagaimana kalau kita pergi—”
Rowan langsung menarik tangannya turun.
“Jangan.”
Ace menatapnya.
“Aku belum selesai.”
“Justru itu.”
Semua tertawa.
Darrien akhirnya menghabiskan sarapannya.
Ia berdiri.
Namun sebelum meninggalkan meja—
ia melihat Fiona.
Fiona juga berdiri.
Mereka saling bertukar pandangan.
Darrien tersenyum kecil.
Di dalam pikirannya—
ia masih menyimpan apa yang ia pelajari dari mimpi.
Namun ia tidak akan memaksakan kekuatan itu.
Tidak hari ini.
Ia akan mempelajarinya sedikit demi sedikit.
Dengan caranya sendiri.
Karena untuk sekarang—
sarapan bersama keluarga jauh lebih penting.
Dan setelah perjalanan panjang mereka—
akhirnya terasa seperti mereka benar-benar kembali ke rumah.
