374. Momen Bersama Keluarga

Romance Completed 594

BAB 374 — MOMEN BERSAMA KELUARGA

Setelah sarapan selesai, satu per satu anggota rombongan mulai meninggalkan ruang makan.

Fiona berjalan bersama Ace, Rowan, Elarion, dan Elyon.

Sementara itu—

Darrien baru saja hendak mengikuti mereka ketika suara Gloria menghentikannya.

“Darrien.”

Darrien berhenti dan menoleh.

Gloria tersenyum.

“Duduk sebentar.”

Darrien melihat ke arah pintu tempat Fiona dan yang lainnya baru saja pergi.

Kemudian ia kembali ke meja.

Edward masih duduk di sana.

Darrien menarik kursi dan duduk di hadapan kedua orang tuanya.

“Ada apa?”

Edward tersenyum kecil.

“Kami ingin mendengar bagaimana perjalananmu di Lunaris.”

Darrien terdiam beberapa saat.

Ia mencoba mengingat seluruh kejadian selama beberapa hari terakhir.

Pasar.

Danau.

Istana.

Crystal Garden.

Latihan.

Dan berbagai kekacauan kecil yang terjadi di antara semuanya.

Akhirnya—

Darrien menjawab dengan satu kata.

“Impresif.”

Gloria tertawa kecil.

“Hanya itu?”

Darrien menggeleng.

“Banyak hal terjadi.”

Edward menyandarkan tubuhnya pada kursi.

“Ceritakan.”

Darrien menarik napas.

“Fiona hampir tidak mau meninggalkan pasar.”

Gloria mengangkat alis.

“Fiona?”

Darrien mengangguk.

“Dia menemukan terlalu banyak makanan yang dia sukai.”

Gloria langsung tersenyum.

“Jadi itu alasannya?”

“Sebagian besar.”

Darrien tersenyum kecil.

“Dia bahkan terlihat seperti ingin mencoba semuanya.”

Edward tertawa.

“Itu memang terdengar seperti Fiona.”

Darrien kemudian melanjutkan.

“Elarion juga menemukan surganya sendiri.”

“Surga?”

“Herbal.”

Gloria langsung tertawa.

“Sudah kuduga.”

“Dia menghabiskan cukup banyak waktu melihat-lihat berbagai jenis herbal yang dijual para pedagang.”

Edward mengangguk.

“Dan Ace serta Rowan?”

Darrien menghela napas kecil.

“Mereka juga menemukan sesuatu yang mereka sukai.”

“Apa?”

“Banyak hal.”

Darrien berpikir sebentar.

“Ace lebih tertarik pada senjata, pedang, dan benda-benda yang berhubungan dengan pertarungan.”

Edward tersenyum.

“Tidak mengherankan.”

“Kevin juga tertarik.”

Darrien berhenti sejenak.

“Tapi dia lebih sibuk memastikan lingkungan sekitar aman.”

Gloria tersenyum.

“Itu memang Kevin.”

“Dia tidak pernah benar-benar berhenti mengawasi.”

Darrien kemudian melanjutkan.

“Rowan berbeda.”

“Dia lebih tertarik pada buku.”

“Buku sejarah.”

Gloria tampak tertarik.

“Sejarah?”

Darrien mengangguk.

“Buku-buku langka.”

“Setiap kali melihat pedagang yang menjual buku-buku lama, dia pasti berhenti.”

Edward tertawa kecil.

“Sepertinya masing-masing menemukan dunianya sendiri di pasar Lunaris.”

Darrien mengangguk.

“Benar.”

Ia terdiam sesaat.

Senyum kecil masih terlihat di wajahnya.

“Awalnya perjalanan itu terasa seperti liburan biasa.”

Gloria memperhatikan perubahan ekspresinya.

“Tapi?”

Darrien menurunkan pandangan.

“Fiona hampir kehilangan nyawanya di sana.”

Senyum Gloria langsung menghilang.

Edward juga menjadi serius.

“Apa?”

Darrien menarik napas perlahan.

“Ada musuh yang berhasil menculik Fiona.”

Gloria langsung menggenggam tangannya.

“Fiona?”

Darrien mengangguk.

“Kami berhasil menemukan dan mengalahkan mereka.”

“Tapi…”

Ia berhenti sebentar.

“Fiona terluka cukup parah.”

Ruangan menjadi hening.

Gloria menatap putranya.

“Seberapa parah?”

Darrien terdiam.

Kemudian menjawab dengan suara lebih rendah.

“Dia tertidur selama tujuh hari.”

Gloria membeku.

“Tujuh hari…?”

“Ya.”

Edward juga terdiam.

Mereka berdua tidak menyangka perjalanan yang terdengar begitu menyenangkan ternyata sempat berubah menjadi sesuatu yang begitu berbahaya.

Darrien melanjutkan.

“Selama tujuh hari itu, kami hanya bisa menunggu.”

“Tidak ada yang tahu kapan dia akan bangun.”

Gloria menarik napas panjang.

“Dan sekarang?”

“Dia sudah baik-baik saja.”

Darrien memberikan senyum kecil.

“Dia bangun tepat sebelum kalian datang.”

Edward menatapnya.

“Jadi saat kami tiba…”

“Fiona baru saja sadar.”

Gloria menghela napas lega.

“Syukurlah.”

Darrien mengangguk.

Gloria menatap Darrien dengan tatapan lembut.

“Kau pasti sangat khawatir.”

Darrien terdiam.

Ia tidak langsung menjawab.

Pikirannya kembali kepada saat Fiona terbaring tidak sadarkan diri.

Ketakutan yang muncul ketika ia tidak tahu apakah Fiona akan membuka mata lagi.

Kemudian—

ia mengangguk perlahan.

“Ya.”

Hanya satu kata.

Namun cukup untuk menjelaskan semuanya.

Gloria meraih tangan putranya.

“Yang penting dia sudah kembali.”

Darrien tersenyum.

“Ya.”

Edward kemudian menepuk bahunya.

“Dan sekarang kalian sudah kembali ke Veyth.”

Darrien mengangguk.

“Ya.”

Edward tersenyum.

“Kalau begitu, nikmati waktu tenangmu.”

Darrien tertawa kecil.

“Aku akan mencoba.”

Gloria mengangkat alis.

“Mencoba?”

Darrien menghela napas.

“Selama Kevin tidak memanggilku untuk latihan.”

Edward dan Gloria saling memandang.

Kemudian—

keduanya tertawa.

Darrien hanya menggeleng.

Untuk beberapa saat—

tidak ada pembicaraan mengenai masa lalu.

Tidak ada pembicaraan mengenai Grandmaster.

Tidak ada misteri.

Hanya seorang anak yang menceritakan perjalanannya kepada kedua orang tuanya.

Dan bagi Edward serta Gloria—

mendengar semua cerita itu sudah cukup.

Mereka hanya bersyukur bahwa putra mereka telah kembali.

Dan Fiona juga kembali bersamanya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience