Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 209
JANGAN TERLALU CEPAT PUAS
Pertarungan kembali dimulai.
Darrien berdiri dengan napas yang mulai berat.
Namun kali ini—
tatapannya jauh lebih fokus.
Ia tidak lagi terburu-buru menyerang.
Ia memperhatikan Kevin.
Setiap langkah.
Setiap perubahan posisi.
Setiap gerakan kecil sebelum serangan.
Kevin memperhatikannya dari seberang arena.
Senyum tipis muncul di wajahnya.
“Lebih baik.”
Darrien mengangkat alis.
“Kau sudah mengatakan itu beberapa kali.”
“Karena kau memang semakin baik.”
“Lalu kenapa wajahmu terlihat seperti sedang merencanakan sesuatu?”
Kevin tertawa kecil.
“Karena memang ada sesuatu yang sedang kurencanakan.”
Darrien langsung mengerutkan kening.
“…”
Dari luar barrier—
Rowan langsung tertawa.
“Dia mulai curiga.”
Ace mengangguk.
“Terlambat.”
Fiona menutup mulutnya untuk menahan tawa.
Elarion hanya menggeleng.
***
Kevin mengangkat satu tangan.
“Sekarang kita ubah aturannya.”
Darrien bersiap.
“Aturan apa?”
“Tidak boleh menggunakan serangan besar.”
Darrien sedikit terkejut.
“Kenapa?”
“Karena aku ingin melihat seberapa baik kau bertarung tanpa mengandalkan kekuatan besar.”
Darrien mengangguk.
“Baik.”
Kevin melanjutkan,
“Gunakan Dark Magic secukupnya.”
“Fokus pada gerakan.”
Darrien mengambil posisi.
“Dimengerti.”
Kevin tersenyum.
“Mulai.”
Darrien bergerak.
Kali ini—
ia tidak langsung menyerang.
Ia bergerak ke kiri.
Kemudian ke kanan.
Menguji jarak.
Kevin mengikuti setiap gerakannya.
Darrien menunggu.
Kemudian tiba-tiba—
ia melesat maju.
Tangannya bergerak.
Kevin menangkis.
Darrien memutar tubuh.
Serangan berikutnya datang dari arah berbeda.
Kevin menghindar.
Namun Darrien sudah menunggu.
Ia mengubah arah sekali lagi.
**BAM!**
Tangannya berhasil mengenai lengan Kevin.
Darrien berhenti.
Matanya sedikit membesar.
“Aku berhasil.”
Kevin melihat lengannya.
Kemudian tersenyum.
“Ya.”
Darrien tersenyum puas.
Namun—
Kevin tiba-tiba berkata,
“Sekarang giliranku.”
Darrien langsung membeku.
“…”
Fiona yang berada di luar barrier langsung menatap Kevin.
“Oh tidak.”
Elarion tertawa kecil.
“Sekarang baru menarik.”
Kevin bergerak.
Cepat.
Darrien langsung mengangkat pertahanannya.
**BAM!**
Serangan pertama berhasil ditahan.
Serangan kedua datang.
Darrien menghindar.
Serangan ketiga—
Darrien melompat ke belakang.
Kevin tidak berhenti.
Darrien menggunakan Dark Magic untuk memperkuat kakinya.
Ia bergerak menyamping.
Serangan Kevin melewati tubuhnya.
Darrien kembali menyerang.
Namun Kevin menangkap pergelangan tangannya.
Darrien terkejut.
Kevin memutar tubuhnya dan melepaskan tangan Darrien.
Darrien terdorong beberapa langkah.
Ia segera berdiri kembali.
Kevin mengangguk.
“Bagus.”
Darrien menarik napas.
“Kenapa rasanya kau semakin cepat?”
Kevin tersenyum.
“Karena sekarang aku mulai menaikkan kecepatanku.”
Darrien menatapnya.
“Kau tadi belum serius?”
“Belum.”
Darrien menutup matanya sebentar.
“Sudah kuduga.”
Di luar barrier—
Fiona tertawa kecil.
“Semangat, Darrien.”
Darrien melirik ke arahnya.
“Jangan hanya menyemangati!”
Fiona mengangkat cangkir tehnya.
“Lalu aku harus bagaimana?”
“Bantu aku!”
Fiona berpikir sebentar.
Kemudian tersenyum.
“Baik.”
Ia mengangkat tangannya.
Cahaya kecil muncul di telapak tangannya.
Darrien menatapnya.
Fiona tersenyum.
“Aku akan belajar dari kalian.”
Elarion memperhatikan cahaya tersebut.
“Light Magic?”
Fiona mengangguk.
“Aku ingin mencoba memahami bagaimana menggunakannya untuk bergerak.”
Darrien tersenyum kecil.
“Kalau begitu kita belajar bersama.”
Kevin melihat mereka dari dalam barrier.
Senyumnya semakin lebar.
“Bagus.”
Darrien menoleh.
“Apa?”
Kevin mengambil posisi lagi.
“Kalau begitu…”
Auranya kembali meningkat.
“…jangan tertinggal.”
Darrien menarik napas.
Dark Magic kembali memenuhi tubuhnya.
Ia menatap Kevin dengan serius.
“Tidak akan.”
Dan latihan kembali berlanjut.
Kali ini—
Darrien tidak hanya berusaha bertahan.
Ia mulai belajar bagaimana menjadi lebih kuat.
Sementara Fiona—
mulai menemukan caranya sendiri untuk belajar dari pertarungan tersebut.
Di bawah matahari Veyth yang semakin tinggi—
latihan hari kedua terus berlangsung.
