Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 148
SARAPAN YANG CANGGUNG
Pagi datang lebih cepat dari yang Fiona harapkan.
Ia turun menuju ruang makan.
Elarion sudah berada di sana.
Darrien juga sudah duduk di meja.
Begitu mata mereka bertemu—
keduanya langsung diam.
Fiona teringat kecupan semalam.
Darrien juga.
Wajah Fiona perlahan memerah.
Darrien segera mengambil cangkirnya.
Fiona duduk.
“Selamat pagi.”
“Selamat pagi.”
Suara mereka hampir bersamaan.
Kemudian—
hening.
Elarion yang duduk di seberang mereka memperhatikan keduanya.
Ia mengangkat alis.
“Kenapa kalian diam?”
“Tidak ada,” jawab Darrien cepat.
Fiona mengangguk.
“Tidak ada apa-apa.”
Elarion menatap mereka bergantian.
“Hm.”
Ia kembali menikmati sarapannya.
Beberapa detik kemudian—
Fiona tanpa sengaja melihat Darrien.
Darrien juga kebetulan melihatnya.
Keduanya langsung mengalihkan pandangan.
Elarion berhenti makan.
“…”
Ia kembali melihat mereka.
“Aneh.”
Fiona hampir tersedak.
“Apa?”
“Kalian aneh pagi ini.”
Darrien menjawab datar.
“Kami hanya mengantuk.”
Elarion mengangguk perlahan.
“Kalau begitu.”
Ia kembali makan.
Namun beberapa saat kemudian—
Fiona tersenyum kecil.
Darrien melihatnya.
Ia juga tersenyum.
Elarion melihat keduanya lagi.
“…Aku tidak mau tahu.”
Fiona langsung tertawa.
***
Mereka menyelesaikan sarapan.
Namun satu hal masih terasa aneh.
Rowan, Kevin, dan Ace belum kembali dari istana.
Elarion melihat kursi kosong mereka.
“Sudah cukup lama.”
Darrien mengangguk.
“Semoga tidak ada masalah.”
Fiona juga terlihat sedikit khawatir.
“Mungkin pembicaraannya masih berlangsung.”
Elarion mengangguk.
“Kita tunggu.”
***
Sementara itu—
jauh di Lunaris—
Elyon masih berada di Perpustakaan Kerajaan.
Tumpukan buku mengelilinginya.
Beberapa catatan tua terbuka di atas meja.
Ia masih meneliti energi yang ditemukan di hutan.
Satu per satu ia membandingkan catatan tentang sihir vampir.
Namun hasilnya tidak cocok sepenuhnya.
Elyon mengerutkan kening.
“Ini bukan hanya sihir vampir.”
Ia membuka buku lain.
Mencari referensi mengenai energi gelap.
Tidak cocok.
Ia membuka catatan mengenai sihir perlindungan.
Juga tidak cocok.
Elyon bersandar di kursinya.
“Lalu apa?”
Ia mengambil kristal kecil yang menyimpan sisa energi dari lokasi kejadian.
Cahaya kristal berdenyut pelan.
Elyon memejamkan mata.
Ia mencoba merasakan kembali jejak tersebut.
Energi vampir.
Energi Darrien.
Dan sesuatu yang sangat samar.
Hampir tidak ada.
Elyon membuka mata.
“Ada sesuatu yang hilang.”
Ia mengamati kristal itu.
“Seperti ada jenis sihir lain yang pernah berada di sana…”
Namun jejaknya terlalu lemah untuk dikenali.
Elyon membuka buku lain.
Ia kembali membaca.
Kemudian menghela napas.
“Kalau aku tahu jenis sihirnya…”
Ia menatap tumpukan buku di depannya.
“…aku bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi malam itu.”
Ia kembali membaca.
Dan terus mencari.
Sementara di Veyra—
Fiona dan Darrien baru saja menyelesaikan sarapan bersama Elarion.
Trio penjaga kerajaan masih belum kembali.
Dan tidak seorang pun di kediaman Rowan mengetahui—
bahwa Elyon masih mencari jawaban dari jejak yang hampir tidak bisa ia rasakan.
