Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 161
PIKNIK DI LEMBAH
Menjelang sore—
kelompok itu akhirnya meninggalkan kota.
Awalnya mereka hanya ingin berjalan-jalan.
Namun entah bagaimana—
sebuah ide muncul.
“Bagaimana kalau kita piknik?”
Fiona mengusulkan sambil membawa beberapa makanan.
Kevin langsung setuju.
“Bagus.”
Ace mengangguk.
“Jauh lebih baik daripada kembali membaca buku.”
Rowan tertawa.
Elarion hanya menghela napas.
“Kalian benar-benar ingin keluar seharian.”
Fiona tersenyum.
“Bukankah hari ini hari libur?”
Darrien mengangguk.
“Kalau begitu kita pergi.”
***
Tidak lama kemudian—
mereka menemukan sebuah lembah yang cukup jauh dari kota.
Tempat itu luas.
Hamparan rumput hijau membentang di antara bukit-bukit rendah.
Udara terasa sejuk.
Jauh dari keramaian kota.
Namun yang paling menarik perhatian mereka—
adalah sebuah air mancur besar di tengah lembah.
Air jernih mengalir dari bagian atasnya.
Sihir alami membuat air itu berkilauan lembut.
Dan di sekitar air mancur—
beberapa makhluk magis terlihat berkeliaran.
Seekor makhluk kecil seperti rusa berjalan perlahan di antara rerumputan.
Beberapa burung kristal terbang rendah.
Tidak jauh dari sana—
sekelompok makhluk berbulu kecil sedang minum dari aliran air.
Fiona langsung tersenyum.
“Indah sekali.”
Darrien melihat ke sekeliling.
“Tempat ini cukup jauh.”
Elarion mengangguk.
“Seharusnya aman.”
Kevin langsung meletakkan keranjang makanan.
“Kalau begitu…”
Ia duduk di rumput.
“…kita berhenti.”
Ace ikut duduk.
“Setuju.”
Rowan mengeluarkan beberapa makanan.
“Tidak ada yang boleh membawa buku.”
Elarion menatapnya.
“Aku tidak membawa.”
Kevin langsung menunjuk tasnya.
“Lalu apa itu?”
Elarion terdiam.
“…Bahan biasa.”
Semua langsung tertawa.
***
Fiona berjalan mendekati air mancur.
Darrien mengikutinya.
Mereka berdiri beberapa langkah dari air.
Seekor makhluk kecil mendekat.
Fiona berjongkok.
Makhluk itu menatapnya.
Fiona mengulurkan tangannya.
“Tidak takut?”
Makhluk itu mendekat perlahan.
Kemudian mencium telapak tangannya.
Fiona tertawa kecil.
“Lucu.”
Darrien tersenyum.
“Sepertinya mereka menyukaimu.”
Fiona menoleh.
“Benarkah?”
Darrien mengangguk.
“Ya.”
Beberapa makhluk lain mulai mendekat.
Fiona tertawa.
“Lihat.”
Darrien melihatnya.
“Sekarang kau dikelilingi.”
Fiona tersenyum lebar.
“Aku tidak keberatan.”
***
Di tempat piknik—
Kevin memperhatikan mereka.
“Makhluk-makhluk itu tidak mendekati kita.”
Ace mengangkat bahu.
“Mungkin karena Fiona.”
Elarion menoleh.
Ia memperhatikan bagaimana beberapa makhluk magis terus berada di dekat Fiona.
Tidak agresif.
Tidak takut.
Justru terlihat tenang.
Elarion tersenyum kecil.
“Biarkan saja.”
Rowan membuka makanan.
“Yang penting jangan sampai mereka mencuri makanan.”
Seolah memahami perkataannya—
seekor makhluk kecil langsung mendekati keranjang.
Kevin membeku.
“…Terlambat.”
Fiona tertawa dari dekat air mancur.
Darrien juga ikut tertawa.
Untuk pertama kalinya setelah beberapa hari—
tidak ada penelitian.
Tidak ada kerajaan.
Tidak ada misteri.
Hanya sebuah lembah luas—
air mancur yang berkilauan—
makhluk-makhluk magis yang berkeliaran dengan tenang—
dan sekelompok orang yang akhirnya menikmati hari libur mereka.
