Series
94
BAB 35
JEJAK YANG TIDAK DIKENAL
Pagi itu, hutan terasa lebih sunyi dari biasanya.
Fiona dan Darrien sedang mengumpulkan kayu kering tidak jauh dari rumah Elarion.
Elarion sendiri sedang berada di dalam rumah, menyiapkan beberapa ramuan.
Fiona mengangkat sepotong kayu.
“Yang ini cukup?”
Darrien melihatnya.
“Bawa saja.”
Fiona memasukkannya ke dalam keranjang.
Mereka terus berjalan lebih dalam.
Namun setelah beberapa saat, Darrien berhenti.
Fiona ikut berhenti.
“Ada apa?”
Darrien tidak langsung menjawab.
Ia menoleh ke belakang.
Hutan tampak biasa.
Pepohonan.
Semak.
Suara burung.
Namun ada sesuatu yang terasa berbeda.
“Kau merasakan sesuatu?” tanya Fiona.
“Tidak yakin.”
Darrien memejamkan mata.
Ia mencoba menggunakan kemampuan yang selama ini diajarkan Elarion.
Ada kehidupan di sekitar mereka.
Burung.
Serangga.
Hewan kecil.
Namun di antara semua itu…
ada sesuatu yang lain.
Samar.
Jauh.
Dan bergerak perlahan.
Darrien membuka mata.
“Ada seseorang.”
Fiona langsung mendekat.
“Di mana?”
“Entahlah.”
Darrien menatap pepohonan.
“Jejaknya terlalu samar.”
Mereka menunggu.
Tidak ada yang muncul.
Fiona menggenggam ujung bajunya.
“Haruskah kita kembali?”
Darrien mengangguk.
“Ya.”
Mereka berbalik.
Namun baru beberapa langkah, terdengar suara ranting patah dari belakang.
**Krek.**
Keduanya berhenti.
Darrien segera berdiri di depan Fiona.
“Siapa di sana?”
Tidak ada jawaban.
Hanya angin yang bergerak di antara pepohonan.
Darrien mengangkat tangannya.
Hawa dingin tipis mulai berkumpul di telapak tangannya.
Fiona juga memunculkan cahaya kecil.
Namun sebelum mereka melakukan apa pun—
suara Elarion terdengar dari kejauhan.
“Darrien! Fiona!”
Mereka menoleh.
Elarion berjalan cepat ke arah mereka.
“Ada apa?” tanyanya.
Darrien menunjuk ke belakang.
“Ada sesuatu di sana.”
Elarion menatap hutan.
Ia menggunakan sihirnya untuk merasakan sekitar.
Beberapa saat berlalu.
Kemudian ia menggeleng.
“Aku tidak merasakan apa pun.”
Darrien menunduk.
“Mungkin aku salah.”
Elarion tidak langsung menjawab.
Ia menatap Darrien beberapa detik.
“Bisa jadi.”
Kemudian ia melihat Fiona.
“Kalian sudah selesai mengumpulkan kayu?”
Fiona mengangguk.
“Sudah.”
“Kalau begitu, pulang.”
Mereka mengikuti Elarion.
Namun sebelum meninggalkan tempat itu, Darrien menoleh sekali lagi.
Di antara pepohonan yang jauh…
ia melihat sesuatu.
Bukan sosok.
Bukan wajah.
Hanya sepasang titik cahaya samar yang segera menghilang.
Darrien mengerutkan kening.
Ia tidak mengatakan apa-apa.
Mungkin itu hanya pantulan cahaya.
Mungkin hanya matanya sendiri.
Namun jauh di dalam dirinya, nalurinya mengatakan satu hal:
**Mereka tidak sendirian.**
Dan untuk pertama kalinya sejak mereka tinggal bersama Elarion…
sesuatu dari luar mulai mendekati kehidupan kecil yang telah mereka bangun.
Share this novel