278. Permintaan Kecil

Romance Series 382

BAB 278 — PERMINTAAN KECIL

Satu minggu telah berlalu sejak rombongan Veyth tiba di Lunaris.

Hari-hari mereka berjalan jauh lebih tenang daripada yang dibayangkan.

Mereka telah menjelajahi sebagian istana.

Fiona telah menghabiskan waktu di taman.

Ia mengenal beberapa elf kecil yang tinggal di sana.

Mereka menikmati makanan khas Lunaris.

Bahkan beberapa kali Fiona menghabiskan waktu bersama Seraphine.

Namun setelah satu minggu—

Fiona mulai merasa ada satu hal yang belum ia lakukan.

Keluar dari istana.

Hari itu, Fiona sedang duduk bersama Seraphine di salah satu ruang santai.

Cangkir teh berada di atas meja.

Beberapa makanan ringan tersusun rapi di antara mereka.

Seraphine sedang membicarakan sesuatu mengenai taman ketika Fiona tiba-tiba terlihat berpikir.

Seraphine berhenti.

“Fiona?”

Fiona mengangkat kepala.

“Ya?”

“Kau terlihat sedang memikirkan sesuatu.”

Fiona diam sebentar.

Kemudian tersenyum.

“Aku ingin meminta sesuatu.”

Seraphine langsung tertarik.

“Apa?”

Fiona menarik napas kecil.

“Bolehkah aku pergi ke pasar?”

Seraphine berkedip.

“Pasar?”

Fiona mengangguk.

“Pasar yang waktu itu kau tunjukkan ketika kami datang.”

Seraphine tersenyum.

“Pasar Cahaya?”

“Ya.”

Fiona terlihat sedikit malu.

“Aku ingin melihatnya lebih dekat.”

Seraphine tertawa kecil.

“Tentu saja boleh.”

Fiona langsung terlihat lega.

“Benarkah?”

“Tentu.”

Seraphine mengangguk.

“Kalian sudah berada di Lunaris selama seminggu.”

Ia tersenyum.

“Tidak mungkin aku membiarkanmu hanya melihat istana.”

Fiona tertawa kecil.

“Terima kasih.”

Seraphine kemudian berpikir sebentar.

“Namun…”

Fiona berhenti.

“Ada apa?”

“Kalian tidak boleh pergi tanpa seseorang yang mengenal kota.”

Fiona mengangguk.

“Siapa yang akan menemani kami?”

Seraphine langsung menjawab,

“Elyon.”

Fiona berkedip.

“Elyon?”

“Ya.”

Seraphine tersenyum.

“Dia mengenal Lunaris dengan sangat baik.”

Ia kemudian memanggil salah satu pelayan.

“Panggil Elyon.”

Pelayan tersebut membungkuk.

“Baik, Yang Mulia.”

***

Tidak lama kemudian—

pintu ruangan terbuka.

Elyon masuk.

“Yang Mulia.”

Seraphine menoleh.

“Elyon.”

Ia menunjuk Fiona.

“Fiona ingin pergi ke Pasar Cahaya.”

Elyon langsung menatap Fiona.

Fiona tersenyum kecil.

“Kalau tidak merepotkan.”

Elyon diam beberapa detik.

Kemudian—

“Tidak masalah.”

Seraphine mengangguk puas.

“Bagus.”

Ia kemudian menambahkan,

“Bawa mereka berkeliling.”

Elyon mengangguk.

“Tentu.”

Fiona tersenyum.

“Aku ingin melihat makanan juga.”

Elyon menatapnya.

“Pasar memiliki banyak makanan.”

Mata Fiona langsung berbinar.

“Benarkah?”

Elyon mengangguk.

“Banyak.”

Darrien yang kebetulan baru masuk ke ruangan mendengar kalimat terakhir.

Ia langsung berhenti.

“Kenapa aku merasa pembicaraan ini berbahaya?”

Fiona menoleh.

“Aku ingin pergi ke pasar.”

Darrien mengangguk.

“Baik.”

Ia kemudian melihat Elyon.

“Kau ikut?”

“Ya.”

Darrien terlihat lega.

“Bagus.”

Fiona mengerutkan kening.

“Kenapa kau terlihat lega?”

“Karena setidaknya ada orang yang tahu jalan.”

Elyon mengangkat alis.

“Dia tidak akan tersesat.”

Darrien menatap Fiona.

“Aku tidak mengatakan dia akan tersesat.”

Fiona menyilangkan tangan.

“Memangnya aku pernah tersesat?”

Ace yang sedang berjalan masuk dari belakang langsung menjawab,

“Beberapa kali.”

Fiona menoleh tajam.

Ace berhenti.

“…Aku akan diam.”

Rowan tertawa.

***

Seraphine kemudian menoleh ke arah Elyon.

“Dan Sylvester?”

“Dia akan tetap berada di Crystal Chamber.”

Seraphine mengangguk.

“Baik.”

Elyon juga mengangguk.

“Sylvester sedang melanjutkan pemeriksaan di sana.”

Fiona tidak terlalu memikirkannya.

Ia hanya sibuk memikirkan pasar.

“Kalau begitu kapan kita berangkat?”

Darrien tersenyum.

“Sepertinya kau benar-benar tidak sabar.”

Fiona mengangguk.

“Ya.”

Seraphine tertawa.

“Pergilah setelah kalian siap.”

Fiona langsung tersenyum lebar.

“Terima kasih!”

Ia kemudian berbalik menuju Darrien.

“Ayo bersiap.”

Darrien menghela napas.

“Sekarang?”

“Ya.”

“Kita bahkan belum menentukan apa yang mau dibeli.”

Fiona berhenti.

Kemudian berpikir.

“…Benar.”

Ace tertawa.

“Dia hanya ingin keluar.”

Fiona mengangguk.

“Memangnya salah?”

“Tidak.”

Rowan tersenyum.

“Yang penting jangan pulang membawa seluruh pasar.”

Fiona menatapnya.

“Aku tidak akan.”

Darrien menatapnya.

“Benarkah?”

Fiona mengangguk dengan yakin.

“Benar.”

***

Sementara itu—

di bagian lain Istana Lunaris—

Sylvester masih berada di Crystal Chamber.

Ia berdiri di antara kristal-kristal besar.

Beberapa catatan berada di tangannya.

Cahaya kristal tetap stabil.

Tidak ada reaksi aneh.

Tidak ada gangguan.

Ia menarik napas.

“Setidaknya hari ini tenang.”

Ia kembali memeriksa kristal.

Tidak mengetahui bahwa Elyon akan meninggalkan istana bersama Fiona.

Tidak mengetahui bahwa hari ini—

untuk pertama kalinya—

Fiona akan berjalan bebas di tengah masyarakat Lunaris.

Dan mungkin—

di antara keramaian pasar itu—

mereka akan menemukan sesuatu yang tidak akan mereka temukan di dalam istana.

***

Di kamar mereka—

persiapan mulai dilakukan.

Fiona membuka lemari.

Darrien melihatnya dari pintu.

“Kau mau membawa berapa banyak pakaian?”

Fiona menoleh.

“Tidak banyak.”

Darrien melihat koper kecil di atas tempat tidur.

“Bagus.”

Fiona kemudian membuka lemari lagi.

Mengambil satu pakaian.

Lalu satu lagi.

Darrien terdiam.

“…Itu bukan banyak.”

Fiona tersenyum polos.

“Ini hanya persiapan.”

Darrien menutup wajahnya dengan tangan.

“Pasar bahkan belum dimulai.”

Fiona tertawa.

Hari itu—

mereka akhirnya bersiap meninggalkan istana.

Dengan Elyon sebagai pemandu.

Sementara Sylvester tetap berada di Crystal Chamber.

Dan Fiona—

sama sekali tidak menyadari bahwa perjalanan sederhana menuju pasar mungkin akan menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih menarik.

Untuk saat ini—

ia hanya ingin berjalan-jalan.

Melihat kota.

Mencoba makanan.

Dan mungkin—

membeli beberapa barang kecil untuk dibawa pulang.

Atau…

setidaknya—

itulah rencananya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience