Series
94
BAB 51
SATU TAHUN KEMUDIAN
Satu tahun berlalu.
Banyak hal berubah selama waktu itu.
Darrien tidak lagi sama seperti ketika Kevin pertama kali mulai melatihnya.
Gerakan sihirnya menjadi lebih stabil.
Hawa dingin yang dahulu muncul secara liar kini dapat ia kendalikan dengan jauh lebih baik.
Ia bahkan mampu membentuk lapisan es tanpa menghancurkan benda yang disentuhnya.
Namun Kevin masih belum puas.
“Sekali lagi.”
Darrien menatap gurunya dengan lelah.
“Sudah satu jam.”
“Dan?”
“Aku lelah.”
Kevin menyilangkan tangan.
“Bagus.”
Darrien mengerutkan kening.
“Bagus?”
“Berarti tubuhmu mulai belajar batasnya.”
Fiona yang sedang duduk tidak jauh dari mereka menahan tawa.
“Semangat, Darrien.”
Darrien menatapnya.
“Kau selalu berpihak kepadanya.”
“Aku hanya ingin melihatmu berhasil.”
Darrien terdiam sesaat.
Kemudian tersenyum kecil.
“Kalau begitu…”
Ia kembali mengangkat tangannya.
Hawa dingin menyebar.
Di depannya, beberapa kristal kecil melayang di udara.
Satu demi satu membeku.
Tidak ada yang pecah.
Kevin mengangguk.
“Bagus.”
Darrien menurunkan tangannya.
“Sekarang?”
“Sekarang istirahat.”
Darrien langsung duduk di tanah.
Fiona tertawa.
“Selamat.”
“Terima kasih.”
Mereka saling tersenyum.
Setahun terakhir membuat mereka semakin dekat.
Bukan hanya karena latihan.
Mereka tumbuh bersama.
Belajar bersama.
Bertengkar karena hal-hal kecil.
Kemudian berdamai lagi.
Bagi Darrien dan Fiona, kehidupan itu terasa sederhana.
Mereka tidak tahu bahwa di tempat lain…
keadaan mulai berubah.
***
Jauh dari sana, di wilayah Wolf Beast, keluarga Varian sedang mengadakan pertemuan.
Keith Varian duduk di ujung meja panjang.
Clara berada di sampingnya.
Clark duduk berhadapan dengan mereka.
Wajahnya terlihat tidak senang.
“Berapa lama lagi?”
Keith mengangkat pandangan.
“Apa maksudmu?”
“Pernikahan itu.”
Ruangan menjadi sunyi.
Clark bersandar di kursinya.
“Sudah terlalu lama ditunda.”
Clara menghela napas.
“Keluarga Ardika mengatakan kondisi Lola masih belum memungkinkan.”
Clark mendengus.
“Setahun.”
Ia mengetuk meja dengan jarinya.
“Sudah satu tahun mereka mengatakan hal yang sama.”
Keith tidak langsung menjawab.
Ia juga mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Awalnya, penundaan itu masuk akal.
Lola dikatakan sakit.
Pernikahan ditunda.
Semua pihak bisa memahami.
Namun kemudian penundaan berikutnya datang.
Lalu berikutnya.
Dan sekarang…
satu tahun telah berlalu.
“Sudahkah kalian mendapat laporan terbaru?” tanya Keith.
Clara menggeleng.
“Tidak ada informasi selain alasan yang sama.”
Keith menyipitkan mata.
“Tidak masuk akal.”
Clark menatap ayahnya.
“Maksud Ayah?”
“Kalau memang Lola sakit, seharusnya ada perkembangan.”
Keith mengetukkan jarinya di meja.
“Kalau tidak sakit…”
Ia berhenti.
“Berarti mereka sedang menyembunyikan sesuatu.”
Clara terdiam.
“Surya bukan orang bodoh.”
“Justru itu.”
Keith menatapnya.
“Dia tahu betapa pentingnya hubungan kedua keluarga.”
“Namun dia tetap membiarkan pernikahan ini tertunda selama setahun.”
Clark mengangkat alis.
“Jadi?”
Keith bersandar.
“Mungkin keluarga Ardika menemukan sesuatu.”
Atau seseorang.
Pikiran itu membuat suasana semakin berat.
***
Di kediaman Ardika, Surya sedang membaca laporan terbaru.
Marcus berdiri di hadapannya.
“Apakah mereka mulai curiga?”
Marcus menundukkan kepala.
“Sepertinya.”
Surya menutup dokumen.
“Sudah waktunya kita berhati-hati.”
“Bagaimana dengan gadis itu?”
Surya terdiam.
“Masih belum.”
Marcus mengangguk.
Selama satu tahun terakhir, mereka tidak pernah mendekati Fiona.
Mereka hanya mengumpulkan informasi.
Nama.
Tempat tinggal.
Siapa yang bersamanya.
Dan siapa yang melindunginya.
Semakin banyak informasi yang mereka dapatkan…
semakin sulit keputusan mereka.
Karena gadis itu bukan seseorang yang hidup sendirian.
Ia memiliki Elarion.
Ia memiliki Darrien.
Dan ia memiliki kehidupan sendiri.
Mengambilnya sebagai pengganti Lola tidak akan sesederhana yang mereka bayangkan.
Surya menatap Marcus.
“Apakah kau masih yakin dia cocok?”
“Secara fisik, sangat mirip.”
“Dan usianya?”
“Hampir sama dengan Nona Lola.”
Surya menghela napas.
“Namun kita belum tahu siapa keluarganya.”
“Benar.”
“Jangan lakukan apa pun.”
Marcus menundukkan kepala.
“Baik, Tuan.”
***
Malam itu, di wilayah Wolf Beast…
Keith berdiri di balkon.
Tatapannya tertuju pada langit.
Clark datang menghampirinya.
“Ayah.”
“Hm?”
“Kalau keluarga Ardika memang menyembunyikan sesuatu…”
Keith menoleh.
“Ya?”
Clark tersenyum tipis.
“Kenapa kita tidak mencari tahu sendiri?”
Keith terdiam.
Kemudian ia tersenyum kecil.
“Untuk pertama kalinya…”
Ia menatap putranya.
“…aku setuju denganmu.”
Sementara itu, jauh dari kedua keluarga tersebut, Darrien dan Fiona duduk di tepi danau.
Satu tahun telah berlalu.
Mereka tidak tahu bahwa nama Fiona mulai muncul dalam percakapan keluarga bangsawan.
Mereka juga tidak tahu bahwa pernikahan yang tertunda selama satu tahun telah mulai membuat keluarga Varian curiga.
Dan mereka sama sekali tidak tahu…
bahwa dua keluarga yang berbeda perlahan mulai bergerak menuju jalan yang sama.
Namun untuk malam itu—
Fiona hanya menyerahkan sebuah bunga kecil kepada Darrien.
“Untukmu.”
Darrien tersenyum.
“Lagi?”
“Kenapa? Tidak suka?”
Darrien mengambilnya.
“Aku suka.”
Fiona tersenyum.
Dan mereka kembali duduk berdampingan.
Masih tidak mengetahui…
bahwa waktu damai mereka perlahan mulai mendekati batasnya.
Share this novel