Series
94
BAB 100
PENJELASAN SECUKUPNYA
Keesokan paginya—
Darrien dan Fiona sedang berada di taman ketika Elarion datang.
“Darrien.”
Darrien menoleh.
“Ada apa?”
“Ada seseorang yang ingin berbicara dengan kalian.”
Fiona mengangkat alis.
“Siapa?”
Sebelum Elarion menjawab—
seseorang berjalan keluar dari koridor.
Fiona langsung mengenalinya.
“Kau…”
Elyon tersenyum tipis.
“Senang melihat kalian lagi.”
Darrien langsung berdiri.
“Kau yang membantu kami menuju pegunungan.”
“Benar.”
Ace dan Kevin yang berada tidak jauh dari sana ikut memperhatikan.
Rowan juga mendekat.
Elyon memandang mereka semua.
“Kurasa sudah waktunya kita berbicara.”
Darrien menyilangkan tangan.
“Berbicara tentang apa?”
Elyon menunjuk kalung di leher Fiona.
“Itu.”
Fiona menyentuh daun peraknya.
“Kalungku?”
“Daunnya.”
Elyon mengangguk.
“Benda itu bukan daun biasa.”
Fiona sudah menduga.
“Lalu apa?”
Elyon duduk di salah satu kursi taman.
“Namanya tidak terlalu penting untuk saat ini.”
Kevin mengerutkan kening.
“Kalau begitu, apa yang penting?”
Elyon menatap daun tersebut.
“Benda itu memiliki kemampuan menyimpan dan merespons energi tertentu.”
Rowan langsung tertarik.
“Energi pemilik?”
“Sebagian.”
Elyon menggeleng.
“Lebih tepatnya, energi yang memiliki kecocokan dengannya.”
Ace menyilangkan tangan.
“Dan Fiona cocok?”
“Ya.”
Fiona berkedip.
“Kenapa?”
Elyon mengangkat bahu.
“Itulah bagian yang belum bisa kupastikan.”
Darrien langsung menatapnya.
“Kau tidak tahu?”
“Tidak.”
Jawaban itu membuat Kevin sedikit terkejut.
Elyon tersenyum.
“Mengetahui sesuatu bereaksi bukan berarti mengetahui alasan mengapa ia bereaksi.”
Rowan mengangguk.
“Masuk akal.”
Elyon melanjutkan.
“Ketika pertama kali melihat daun itu, reaksinya sangat lemah.”
“Di hutan?” tanya Fiona.
“Ya.”
Fiona mengangguk.
“Dan pernah bereaksi ketika seseorang mencoba menyentuhnya di desa.”
Elyon menatapnya.
“Benar.”
“Kau tahu tentang itu?”
“Aku sudah lama memperhatikannya.”
Darrien langsung menatap tajam.
“Kau mengikuti kami?”
Elyon tersenyum.
“Kurang lebih.”
Ace mengangkat alis.
“Setidaknya dia jujur.”
Elyon melanjutkan.
“Namun aku tidak tahu apa yang sebenarnya kulihat.”
Ia menunjuk kalung Fiona.
“Sekarang berbeda.”
“Karena kalung?” tanya Fiona.
“Karena benda itu sekarang berada dekat dengan tubuhmu setiap saat.”
Fiona menyentuh daun tersebut.
“Dan itu buruk?”
“Belum tentu.”
Elyon menggeleng.
“Justru sebaliknya.”
Ia memandang Darrien.
“Selama daun itu tidak memaksakan energinya kepadamu, aku tidak melihat alasan untuk melepasnya.”
Darrien sedikit tenang.
“Jadi Fiona boleh memakainya?”
“Ya.”
Fiona tersenyum puas.
“Bagus.”
Elyon hampir tertawa.
“Sepertinya kau lebih khawatir kehilangan kalung itu daripada apa pun yang baru saja kukatakan.”
“Karena aku menyukainya.”
Darrien tersenyum.
“Aku sudah tahu.”
Kevin kemudian bertanya,
“Apakah daun itu berbahaya?”
Elyon terdiam sebentar.
“Tidak berdasarkan apa yang kulihat.”
“Berdasarkan?”
“Aku belum melihat cukup banyak.”
Kevin mengangguk.
“Jadi kau juga masih meneliti.”
“Ya.”
Rowan menatap Elyon.
“Dan apa sebenarnya hubunganmu dengan benda itu?”
Elyon tersenyum tipis.
“Itu pertanyaan yang lebih panjang.”
Ace tertawa kecil.
“Jawaban yang sangat nyaman.”
“Terima kasih.”
Ace menatapnya.
“Aku tidak sedang memuji.”
“Aku tahu.”
Fiona tertawa.
Suasana yang sebelumnya tegang perlahan mencair.
Elyon berdiri.
“Untuk sekarang, itu saja yang perlu kalian ketahui.”
Darrien menatapnya.
“Dan sisanya?”
“Jika nanti aku menemukan sesuatu yang pasti…”
Elyon menatap daun perak itu.
“…aku akan memberitahu kalian.”
Ia kemudian berbalik.
Namun sebelum pergi, ia berhenti.
“Fiona.”
“Ya?”
“Jangan biarkan siapa pun mengambil kalung itu darimu.”
Fiona memegangnya.
“Aku tidak akan.”
Elyon mengangguk.
“Bagus.”
Ia berjalan pergi.
Kevin memperhatikannya sampai menghilang dari pandangan.
“Dia menyembunyikan sesuatu.”
Ace mengangguk.
“Jelas.”
Rowan tersenyum.
“Tapi setidaknya kali ini dia tidak berpura-pura mengetahui semuanya.”
Elarion tertawa kecil.
“Tidak semua misteri harus diselesaikan hari ini.”
Darrien melihat Fiona.
Fiona masih tersenyum sambil menyentuh daun peraknya.
“Yang penting aku tetap boleh memakainya.”
Darrien mengangguk.
“Benar.”
Dan untuk saat ini—
itu sudah cukup.
Share this novel