188. Taman Kerajaan

Romance Series 382

BAB 188
TAMAN KERAJAAN

Kabar tentang kembalinya pewaris Veyth akhirnya mulai menyebar ke seluruh istana.

Tidak ada lagi keraguan.

Garis keturunan Veyth telah dikonfirmasi.

Darrien adalah pewaris kerajaan yang telah lama hilang.

***

Edward berdiri di balkon utama istana.

Para penjaga dan beberapa pelayan kerajaan telah berkumpul di halaman.

Edward mengangkat tangannya.

“Mulai hari ini…”

Suaranya terdengar jelas.

“Pewaris kerajaan Veyth telah kembali.”

Beberapa orang langsung saling berbisik.

Berita tersebut menyebar dengan cepat.

Setelah bertahun-tahun—

Pangeran Veyth akhirnya ditemukan.

Edward kemudian melanjutkan,

“Dalam satu minggu dari sekarang, kerajaan akan mengadakan jamuan besar.”

“Jamuan tersebut akan menjadi perayaan atas kembalinya Pangeran Veyth.”

Sorak-sorai terdengar dari halaman.

Gloria berdiri tidak jauh dari Edward.

Senyumnya penuh haru.

Putra yang selama ini mereka cari akhirnya kembali.

***

Sementara itu—

orang yang menjadi pusat dari seluruh pengumuman tersebut justru tidak berada di sana.

Darrien sedang berada di dalam istana.

Dan Fiona—

sama sekali tidak memperhatikan pengumuman tersebut.

***

Fiona berjalan menyusuri salah satu koridor istana.

Ia sudah merasa jauh lebih baik setelah beristirahat.

Namun karena tidak tahu harus melakukan apa—

ia akhirnya berjalan tanpa tujuan.

Sampai sebuah pintu menuju halaman terbuka di hadapannya.

Fiona berhenti.

“Oh?”

Ia melangkah keluar.

Kemudian matanya langsung berbinar.

“Wow…”

Di hadapannya terbentang sebuah taman kerajaan yang luas.

Pepohonan tinggi tumbuh dengan rapi di sepanjang jalan.

Bunga-bunga berwarna-warni bermekaran di antara rerumputan.

Beberapa bangku batu diletakkan di bawah pepohonan.

Burung-burung kecil beterbangan di antara dahan.

Angin pagi berembus lembut.

Namun yang paling menarik perhatian Fiona—

adalah sebuah air mancur kecil di tengah taman.

Airnya mengalir dengan bantuan sihir sederhana.

Beberapa tetesan air bahkan melayang sebentar sebelum jatuh kembali.

Fiona mendekat.

“Cantiknya…”

Ia berjongkok di dekat air mancur.

Tangannya menyentuh permukaan air.

Riak kecil muncul.

Kemudian sebuah tetesan air melayang ke atas.

Fiona tertawa kecil.

“Lucu.”

Dua peri kecil muncul dari arah yang berbeda.

Mereka terbang mengelilingi Fiona.

Fiona menatap mereka.

“Kalian juga suka tempat ini?”

Kedua peri itu hanya tertawa kecil.

Fiona berdiri.

Ia kemudian berjalan mengikuti jalan setapak.

Ada banyak bunga yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Beberapa memiliki warna cerah.

Beberapa lainnya mengeluarkan aroma lembut.

Fiona berhenti hampir di setiap sudut.

“Yang ini cantik…”

Beberapa langkah kemudian—

“Yang itu juga.”

Ia terus berjalan.

Tanpa sadar—

ia sudah semakin jauh dari bangunan utama.

Dua peri kecil tetap mengikutinya.

Mereka hanya terbang di sekelilingnya seperti dua teman kecil yang sedang menemani.

Fiona akhirnya duduk di bawah sebuah pohon.

Ia memandang taman yang luas.

“Tempat ini bagus sekali.”

Angin kembali berembus.

Daun-daun bergerak perlahan.

Fiona tersenyum.

Untuk sementara—

ia tidak memikirkan pertempuran.

Tidak memikirkan vampire.

Tidak memikirkan perubahan tubuhnya.

Dan tidak memikirkan kekuatan aneh yang muncul dari dalam dirinya.

Ia hanya menikmati pagi yang tenang.

Sementara di tempat lain—

seluruh Istana Veyth sedang sibuk mempersiapkan perayaan besar untuk pewaris mereka.

Dan Fiona?

Ia bahkan belum tahu bahwa—

dalam waktu satu minggu,

sebuah pesta kerajaan besar akan diadakan untuk Darrien.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience