Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Completed
594
Get the app for full experience
BAB 457 — UNTUK SAAT INI
Beberapa minggu telah berlalu sejak Veyth datang.
Sejak pertempuran singkat di istana.
Sejak Fiona berdiri di depan pintu aula dan melihat Raizen terluka.
Sejak ia melindunginya—
dan mengirim seluruh kelompok Veyth pergi.
Sejak hari itu...
Shadowcresent kembali tenang.
Tidak ada penyusup.
Tidak ada lingkaran teleportasi asing.
Tidak ada suara langkah kaki dari pegunungan.
Tidak ada Mufasa yang harus berlari ke sana kemari untuk mengubah jalur pertahanan.
Hanya hari-hari yang kembali berjalan seperti biasa.
Dan Raizen menikmati ketenangan itu.
Malam ini, ia berdiri sendirian di balkon kamarnya.
Cahaya crimson moon jatuh ke seluruh halaman istana.
Di bawah sana, taman mawar hitam terlihat seperti lautan bayangan.
Raizen berdiri diam.
Sudah ribuan tahun.
Ribuan tahun ia hidup sendirian.
Tidak ada seseorang yang menunggunya kembali.
Tidak ada suara yang memanggil namanya.
Tidak ada seseorang yang duduk di sampingnya hanya karena ingin berada dekat dengannya.
Tidak ada seseorang yang mengomelinya karena dianggap ceroboh.
Sudut bibir Raizen terangkat tipis.
Fiona.
Ia menoleh ke dalam kamar.
Fiona sedang tidur.
Wajahnya terlihat tenang.
Rambutnya terurai di atas bantal.
Tidak ada tanda-tanda bahwa gadis itu sedang memikirkan dunia di luar kamar mereka.
Raizen kembali menatap bulan.
Ritualnya berhasil.
Setidaknya...
sejauh yang bisa ia lihat.
Fiona tidak lagi mengenali Darrien.
Tidak lagi mengingat hubungan mereka.
Tidak lagi memandangnya sebagai seseorang dari masa lalunya.
Sebaliknya—
Fiona tetap berada di sisinya.
Tertawa bersamanya.
Berjalan bersamanya.
Tidur di sampingnya.
Memegang tangannya.
Dan mencintainya.
Raizen memejamkan mata sesaat.
Untuk pertama kalinya setelah ribuan tahun...
ia memiliki seseorang.
Seseorang yang tinggal di sisinya.
Seseorang yang membuat istananya tidak lagi terasa kosong.
Namun ia tidak cukup bodoh untuk percaya bahwa semuanya telah berakhir.
Veyth tidak akan menyerah.
Ia tahu itu.
Mereka telah datang berkali-kali.
Mereka telah mempelajari sihir Shadowcresent.
Mereka telah menembus pertahanan yang selama ribuan tahun tidak pernah berhasil ditembus siapa pun.
Dan mereka memiliki satu alasan yang cukup kuat untuk terus datang.
Fiona.
Raizen membuka matanya.
"Ya..."
Ia berbicara pelan kepada dirinya sendiri.
"Mereka tidak akan menyerah."
Tidak masalah.
Untuk sekarang—
mereka tidak ada di sini.
Untuk sekarang, Fiona masih bersamanya.
Dan untuk sekarang...
itu sudah cukup.
Raizen kembali masuk ke kamar.
Ia berjalan mendekati tempat tidur.
Fiona masih tertidur.
Raizen duduk di sisi ranjang.
Tangannya terangkat, kemudian menyentuh rambut Fiona dengan lembut.
Fiona bergerak sedikit dalam tidurnya.
Namun tidak terbangun.
Raizen menatapnya cukup lama.
Ada sesuatu yang berbeda dalam tatapannya malam itu.
Bukan kekhawatiran.
Bukan kemarahan.
Hanya ketenangan.
Ia tidak tahu berapa lama ketenangan itu akan bertahan.
Ia tidak tahu kapan Veyth akan kembali.
Ia juga tidak tahu apa yang akan terjadi jika suatu hari mereka menemukan cara untuk melewati semua pertahanan Shadowcresent.
Namun hari ini—
Fiona ada di sini.
Itu kenyataan.
Raizen berbaring di sampingnya.
Fiona bergerak mendekat secara naluriah, mencari kehangatan di sampingnya.
Raizen membiarkannya.
Tangannya melingkari tubuh Fiona.
Ia menutup mata.
Untuk ribuan tahun, ia terbiasa dengan kesunyian.
Sekarang...
ia memiliki seseorang yang membuat kesunyian itu terasa berbeda.
Raizen menarik Fiona sedikit lebih dekat.
"Untuk saat ini..."
Bisikannya nyaris tak terdengar.
"...tinggallah di sini."
Fiona tidak menjawab.
Ia hanya terus tidur dalam pelukannya.
Dan Raizen tersenyum kecil.
Untuk malam ini—
itu sudah cukup.
