Series
382
BAB 211
DUKUNGAN DARI CAHAYA
Latihan terus berlangsung.
Di dalam barrier—
Darrien kembali bergerak menghadapi Kevin.
Dark Magic mengalir di sekitar tubuhnya.
Gerakannya sudah jauh lebih cepat dibandingkan hari sebelumnya.
Ia mulai memahami ritme Kevin.
Mulai membaca langkahnya.
Mulai mengetahui kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan.
Namun Kevin masih mampu mengimbanginya.
Setiap kali Darrien menemukan celah—
Kevin selalu berhasil menutupnya.
**BAM!**
Darrien kembali terdorong.
Ia segera menstabilkan tubuhnya.
Kevin tidak mengejar.
Ia hanya berdiri sambil menunggu.
“Masih bisa?”
Darrien mengatur napas.
“Bisa.”
“Bagus.”
Kevin tersenyum.
“Kalau begitu lanjutkan.”
Darrien kembali mengambil posisi.
***
Di luar barrier—
Fiona memperhatikan dengan saksama.
Namun kali ini ia tidak hanya melihat gerakan Kevin.
Ia memperhatikan Darrien.
Cara Dark Magic mengalir ke kakinya.
Cara tubuhnya bergerak.
Kecepatan yang ia gunakan.
Fiona kemudian melihat Light Magic di telapak tangannya sendiri.
Sebuah pemikiran muncul.
“Kalau aku…”
Ia berhenti sejenak.
“...memberikan sedikit Light Magic kepadanya?”
Fiona tidak mengatakan apa-apa.
Ia hanya mengangkat tangannya.
Cahaya lembut muncul.
Kemudian mengalir menuju Darrien.
Darrien yang sedang bersiap menyerang tiba-tiba merasakan sesuatu.
Tubuhnya terasa—
lebih ringan.
Lebih cepat.
Ia bahkan belum sempat memahami apa yang terjadi ketika tubuhnya bergerak.
**WHOOSH!**
Darrien melesat maju.
Kevin langsung terkejut.
Untuk sesaat—
gerakan Darrien berada di luar ritme yang biasa ia baca.
Kevin menghindar sedikit terlambat.
Darrien berhasil melewati pertahanannya.
Keduanya berhenti beberapa langkah terpisah.
Darrien menatap tangannya sendiri.
“Apa…?”
Kevin juga menoleh ke arah luar barrier.
Fiona masih berdiri di sana.
Cahaya Light Magic perlahan menghilang dari tangannya.
Fiona sendiri terlihat sedikit terkejut.
“Berhasil?”
Darrien menatapnya.
“Kau melakukan itu?”
Fiona mengangguk perlahan.
“Aku hanya berpikir…”
Ia tersenyum kecil.
“…mungkin aku bisa membuatmu sedikit lebih cepat.”
Kevin memperhatikan Fiona beberapa detik.
Kemudian—
senyum perlahan muncul di wajahnya.
Darrien langsung melihat ekspresi itu.
“Kenapa kau tersenyum seperti itu?”
Kevin kembali menatapnya.
“Tidak ada.”
Darrien langsung merasa tidak nyaman.
“Aku mengenal senyum itu.”
Kevin tertawa kecil.
“Kalau begitu seharusnya kau tahu.”
Darrien menghela napas.
“…”
Kevin kembali mengambil posisi.
“Sekarang coba lagi.”
Darrien mengangkat alis.
“Dengan bantuan Fiona?”
“Ya.”
Fiona berkedip.
Kevin menatapnya dari dalam barrier.
“Kalau kau bisa meningkatkan kecepatannya…”
Ia tersenyum.
“…maka aku juga bisa meningkatkan kecepatanku.”
Darrien membeku.
“Kevin.”
“Hm?”
“Jangan.”
Kevin langsung bergerak.
Darrien refleks menghindar.
**WHOOSH!**
Kecepatan Kevin meningkat.
Darrien hampir terlambat bereaksi.
Namun cahaya Fiona kembali mengalir ke tubuhnya.
Tubuh Darrien menjadi lebih ringan.
Ia berhasil menghindari serangan Kevin.
“Bagus!”
Fiona tersenyum.
Darrien langsung menggunakan kesempatan itu untuk menyerang.
Kevin menangkis.
Keduanya bergerak lebih cepat.
Kali ini—
Fiona terus mengamati.
Ia tidak memberikan kekuatan besar.
Hanya sedikit.
Cukup untuk meningkatkan kecepatan Darrien tanpa mengganggu kendalinya.
Darrien mulai terbiasa dengan tambahan tersebut.
Gerakannya menjadi semakin cepat.
Namun Kevin juga mulai menyesuaikan diri.
Ia meningkatkan kecepatannya lagi.
Darrien kembali terkejut.
“Dia semakin cepat!”
Fiona membulatkan mata.
Kevin tersenyum.
“Kalau kau mendapat bantuan…”
Ia bergerak maju.
“…aku juga harus menyesuaikan diri.”
Darrien mengertakkan gigi.
“Ini bukan pertandingan adil!”
Kevin tertawa.
“Pertarungan tidak pernah menjanjikan keadilan.”
**BAM!**
Darrien berhasil menahan serangan berikutnya.
Fiona terus mempertahankan aliran Light Magic.
Namun perlahan—
ia menyadari sesuatu.
Semakin cepat Darrien bergerak—
semakin sulit mempertahankan peningkatan yang stabil.
Fiona memperkecil alirannya.
Menyesuaikan kembali.
Darrien langsung merasakan perubahan itu.
Ia menyesuaikan langkah.
Kevin melihatnya.
Senyumnya berubah menjadi serius.
“Bagus.”
Fiona mengangkat alis.
Kevin kembali berkata,
“Jangan hanya meningkatkan kecepatannya.”
“Pelajari ritmenya.”
Fiona terdiam.
Kemudian mengangguk.
Ia mulai mengamati napas Darrien.
Gerakan kakinya.
Dan kapan ia membutuhkan tambahan kecepatan.
Cahaya kembali mengalir.
Kali ini lebih tepat.
Darrien bergerak.
**WHOOSH!**
Kevin berhasil menghindar.
Namun Darrien sudah mengubah arah.
Serangannya hampir mengenai bahu Kevin.
Kevin mundur.
Kemudian tertawa kecil.
“Sekarang…”
Ia kembali mengambil posisi.
“…ini baru menarik.”
Darrien menghela napas.
“Kenapa aku merasa latihan hari ini justru semakin buruk?”
Fiona tertawa.
“Maaf.”
“Tidak!”
Darrien langsung menjawab.
“Jangan minta maaf!”
Ia menatap Kevin.
“Aku tahu senyummu.”
Kevin tertawa.
“Bagus.”
Darrien mengepalkan tangan.
“Kalau begitu…”
Dark Magic kembali memenuhi tubuhnya.
Light Magic Fiona menyatu sebagai penguat gerakannya.
“…ayo lanjut.”
Kevin tersenyum lebar.
“Begitu seharusnya.”
Dan latihan hari kedua—
berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih sulit dari sebelumnya.
Bukan hanya karena Kevin.
Tetapi karena sekarang—
Fiona juga telah menemukan cara untuk membantu Darrien berkembang.
Share this novel