Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 164
LATIHAN KEVIN
Pagi berikutnya—
suasana kediaman kembali berubah.
Fiona baru saja keluar dari kamarnya ketika melihat Kevin sudah berdiri di area latihan.
Tangannya terlipat di dada.
Wajahnya serius.
Fiona berhenti.
“…Kevin?”
Kevin menatapnya.
“Bagus.”
“Bagus?”
“Kau sudah bangun.”
Fiona langsung merasa tidak enak.
“Kenapa?”
Kevin menunjuk area latihan.
“Latihan.”
Fiona terdiam.
Kemudian menoleh ke arah Darrien yang baru saja keluar.
Darrien melihat Kevin.
Kemudian melihat Fiona.
Kemudian kembali melihat Kevin.
“Kita?”
Kevin mengangguk.
“Kalian.”
Fiona menghela napas.
“Bukankah kemarin hari libur?”
“Benar.”
Kevin tersenyum.
“Karena itu kalian sudah cukup beristirahat.”
Darrien menatap Fiona.
Fiona menatap Darrien.
Keduanya sama-sama pasrah.
***
Beberapa saat kemudian—
mereka sudah berdiri di area latihan.
Kevin berjalan mengelilingi mereka.
“Aku melihat kalian berlatih kemarin.”
Fiona berkedip.
“Kemarin?”
“Ya.”
Kevin menunjuk Fiona.
“Teknik barumu bagus.”
Fiona tersenyum kecil.
“Terima kasih.”
“Tapi masih terlalu banyak gerakan yang tidak perlu.”
Senyum Fiona langsung menghilang.
“…”
Darrien menahan tawa.
Kevin langsung menoleh kepadanya.
“Dan kau.”
Darrien berhenti tersenyum.
“Aku?”
“Kau terlalu terbiasa mengikuti pola pertarunganmu sendiri.”
Darrien mengerutkan kening.
“Bukankah itu bagus?”
“Bagus.”
Kevin mengangguk.
“Tapi sekarang kekuatanmu sudah berbeda.”
Ia menatap Darrien dengan serius.
“Tidak ada lagi sihir tersegel yang menahanmu.”
Darrien terdiam.
Kevin melanjutkan.
“Artinya kau harus belajar mengendalikan kekuatanmu tanpa bergantung pada batas yang sebelumnya ada.”
Darrien mengangguk.
“Baik.”
Kevin kemudian menatap keduanya.
“Dan kalian berdua akan berlatih bersama.”
Fiona tersenyum.
“Seperti kemarin?”
“Tidak.”
Kevin tersenyum tipis.
“Lebih sulit.”
Darrien langsung menghela napas.
***
Latihan dimulai.
“Serang.”
Fiona bergerak lebih dulu.
Cahaya muncul di bawah kakinya.
Ia bergerak ke samping.
Darrien mengikuti.
Bayangan muncul.
Kevin memperhatikan.
“Jangan hanya saling mengejar.”
Fiona berhenti.
Darrien juga.
Kevin menunjuk mereka.
“Gunakan kekuatan kalian untuk membuat lawan berpikir bahwa kalian akan bergerak ke satu arah.”
Fiona mengangguk.
Kemudian—
ia bergerak.
Darrien mengikuti.
Namun kali ini Fiona membuat sebuah kilatan cahaya di sisi kiri.
Darrien bergerak ke kanan.
Kemudian bayangan Darrien muncul di belakang Fiona.
Fiona segera berbalik.
**BOOM!**
Cahaya dan kegelapan bertabrakan.
Kevin tersenyum.
“Lebih baik.”
Elarion yang sedang berjalan melewati area latihan berhenti.
Ia melihat mereka.
“Kalian sudah mulai lagi?”
Kevin menjawab santai.
“Latihan.”
Elarion menghela napas.
“Tentu saja.”
***
Latihan berlanjut.
Fiona mencoba teknik baru.
Darrien menyesuaikan gerakannya.
Kemudian mereka bertukar posisi.
Sekarang Darrien menyerang lebih dulu.
Fiona menghindar.
Sebuah penghalang muncul.
Darrien memutar arah.
Fiona menggunakan cahaya untuk bergerak cepat.
**DUK!**
Serangan ringan mengenai bahu Darrien.
Fiona tersenyum.
“Dapat.”
Darrien tertawa.
“Sekali.”
“Cukup untuk membuatmu kalah.”
“Jangan terlalu percaya diri.”
Kevin menghela napas.
“Kalian berdua…”
Ia menggeleng.
“Fokus.”
Namun sudut bibirnya sedikit terangkat.
Mereka sudah berkembang jauh.
Enam tahun latihan bersama membuat mereka tidak hanya memahami sihir masing-masing—
tetapi juga memahami gerakan satu sama lain.
Dan sekarang—
dengan kekuatan Darrien yang tidak lagi tersegel sepenuhnya…
serta Fiona yang mulai menemukan cara baru menggunakan Light Magic—
latihan mereka perlahan memasuki tahap yang berbeda.
Kevin menatap keduanya.
“Sekali lagi.”
Fiona dan Darrien berdiri bersiap.
Kemudian saling menatap.
Fiona tersenyum kecil.
Darrien membalasnya.
“Mulai.”
Cahaya dan kegelapan kembali memenuhi area latihan.
