223. Lunaris, Tanah Para Elf Cahaya

Romance Series 382

BAB 223
LUNARIS, TANAH PARA ELF CAHAYA

Beberapa waktu kemudian—

Suasana di dalam kamar Fiona menjadi jauh lebih tenang.

Fiona duduk di tempat tidurnya.

Darrien duduk di sampingnya.

Sementara Elarion, Rowan, dan Ace duduk di sekitar meja bundar tidak jauh dari mereka.

Tidak ada yang langsung berbicara.

Mereka masih memikirkan apa yang baru saja Fiona ceritakan.

Elarion akhirnya membuka suara.

“Ceritakan lagi dari awal.”

Fiona menatapnya.

“Mimpi itu?”

Elarion mengangguk.

“Apa pun yang kau lihat.”

Fiona berpikir sebentar.

Kemudian ia mulai bercerita.

“Aku kembali ke tempat itu.”

“Crystal Garden.”

“Ada dua tiny elf yang datang menemuiku.”

“Mereka membawaku ke sebuah ruangan.”

Fiona berhenti sejenak.

“Ruangan potret.”

Darrien memperhatikannya.

Fiona melanjutkan.

“Potret wanita itu masih ada.”

“Wanita yang wajahnya mirip denganku.”

Elarion sedikit mengernyit.

“Dan kau tidak menemukan sesuatu yang lain?”

Fiona menggeleng.

“Aku mencari di seluruh ruangan.”

“Laci, rak, meja, bahkan ruangan lain.”

“Aku mencari berjam-jam.”

Ia menghela napas.

“Tapi tidak menemukan apa pun.”

Ace dan Rowan yang sejak tadi diam saling berpandangan.

Fiona mengangkat tangannya.

“Setidaknya gelang ini masih ada.”

Elarion memperhatikan gelang tersebut.

“Jadi benda itu masih mengikuti dirimu bahkan setelah kau terbangun.”

Fiona mengangguk.

“Itu yang paling aneh.”

Elarion terdiam.

Ia jelas semakin penasaran.

Namun sebelum ia sempat berkata lebih jauh—

Ace tiba-tiba mengangkat kepala.

“Aku memikirkan sesuatu.”

Semua orang menoleh.

“Apa?”

Ace memandang Fiona.

“Elyon.”

Fiona berkedip.

“Elyon?”

Ace mengangguk.

“Dia seorang Light Elf.”

“Dan kau bisa menggunakan Light Magic.”

Ia berpikir sejenak.

“Mungkin dia tahu sesuatu.”

Rowan mengangguk.

“Masuk akal.”

Elarion juga mengangguk pelan.

“Elyon memang mungkin memiliki pengetahuan yang cukup.”

Fiona terlihat berpikir.

“Apakah dia akan datang ke upacara nanti?”

Ruangan kembali hening.

Darrien tidak mengatakan apa-apa.

Ia hanya mendengarkan percakapan tersebut.

Rowan menggeleng.

“Kita tidak tahu.”

Elarion kemudian berkata,

“Tapi kemungkinan besar dia akan datang.”

Fiona menoleh.

“Kenapa?”

“Undangan sudah dikirim ke beberapa wilayah kerajaan di sekitar Veyth.”

Elarion menjelaskan.

“Lunaris juga termasuk.”

Fiona sedikit terkejut.

“Lunaris?”

“Ya.”

Elarion mengangguk.

“Kerajaan para Light Elf.”

Fiona terlihat penasaran.

“Jadi Elyon berasal dari sana?”

“Sepertinya begitu.”

Ace menjawab.

“Dia seorang adventurer yang sering bepergian.”

“Kalau kabar tentang kembalinya pewaris Veyth sudah tersebar, kemungkinan besar dia juga sudah mendengarnya.”

Fiona mengangguk perlahan.

“Jadi…”

“Kalau dia datang ke upacara…”

“Mungkin aku bisa bertanya kepadanya.”

“Benar.”

Elarion tersenyum kecil.

Darrien yang sejak tadi diam akhirnya bertanya,

“Seberapa jauh Lunaris dari sini?”

Elarion menjawab,

“Tidak terlalu dekat.”

“Veyth dan Lunaris memang berada di wilayah yang berbeda.”

Fiona mendengarkan dengan serius.

“Berbeda?”

Elarion mengangguk.

“Veyth adalah wilayah para Dark Elf.”

“Lunaris adalah kerajaan yang menjadi pusat kehidupan para Light Elf.”

“Jadi…”

Fiona melihat ke arah gelangnya.

“Dark Elf dan Light Elf tinggal di wilayah yang berbeda?”

“Secara umum, ya.”

Elarion menjelaskan dengan sederhana.

“Veyth berada di sisi wilayah yang lebih banyak dihuni oleh bangsa Dark Elf.”

“Sedangkan Lunaris berada di wilayah yang dikenal sebagai tanah para Light Elf.”

“Namun bukan berarti kedua wilayah tidak berhubungan.”

“Perdagangan, perjalanan, dan hubungan antar kerajaan tetap ada.”

Fiona mengangguk.

“Oh…”

Ia mulai memahami.

“Jadi seperti dua kerajaan berbeda.”

“Benar.”

Elarion tersenyum.

“Dan upacara kembalinya pewaris Veyth adalah alasan yang cukup besar untuk membuat orang dari berbagai wilayah datang.”

Fiona tersenyum kecil.

“Kalau begitu…”

Ia melihat gelangnya sekali lagi.

“Mungkin aku akhirnya bisa bertanya kepada seseorang yang benar-benar mengerti Light Magic.”

Darrien menatap gelang itu.

Kemudian menatap Fiona.

“Kita akan mencari tahu.”

Fiona menoleh kepadanya.

Darrien tersenyum kecil.

“Tidak perlu terburu-buru.”

Fiona mengangguk.

“Baik.”

Namun di dalam pikirannya—

nama **Lunaris** mulai tersimpan.

Kerajaan para Light Elf.

Tempat Elyon mungkin berasal.

Dan mungkin—

tempat pertama yang bisa memberinya sedikit jawaban tentang cahaya misterius yang terus muncul di dalam dirinya.

Sementara itu—

tidak seorang pun di ruangan tersebut mengetahui satu hal.

Elyon bukan sekadar seorang Light Elf adventurer.

Dan jika dia benar-benar datang ke Veyth—

pertemuan itu mungkin akan membuka lebih banyak rahasia daripada yang mereka bayangkan.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience