Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 311 — TUJUH HARI
Fiona masih menggenggam tangan Darrien.
Ia perlahan menggerakkan tubuhnya, masih merasa lelah setelah tidur begitu lama.
Kemudian ia menatap Darrien.
“Darrien…”
“Hmm?”
“Sudah berapa lama aku tidur?”
Darrien terdiam sebentar.
“Tujuh hari.”
Fiona berkedip.
“…Apa?”
“Tujuh hari.”
Mata Fiona langsung membesar.
“TUJUH HARI?!”
Darrien mengangguk tenang.
Fiona menatap langit-langit.
Kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangan.
“Aku tidur selama itu?”
“Ya.”
“…”
Ia menguap panjang.
Darrien menatapnya.
“Kelihatannya kau masih bisa tidur lagi.”
Fiona langsung menurunkan tangannya.
“Tidak!”
Darrien tersenyum kecil.
“Aku hanya bercanda.”
Fiona menghela napas.
Kemudian ia kembali memperhatikan ruangan.
“Apa semuanya baik-baik saja selama aku tidur?”
“Ya.”
“Semua?”
“Ya.”
Fiona mengangguk pelan.
Setidaknya—
semuanya masih ada.
Darrien masih di sini.
Ia tersenyum kecil.
Namun sebelum mereka sempat berbicara lebih jauh—
KLIK.
Pintu terbuka.
Elyon masuk lebih dulu.
Elarion berada di belakangnya, membawa beberapa catatan pemeriksaan.
Dan beberapa langkah kemudian—
Ace, Rowan, serta Kevin ikut masuk.
Percakapan mereka masih berlangsung.
“Kalau kondisi energinya sudah stabil, mungkin hari ini kita bisa—”
Elyon berhenti.
Elarion juga berhenti.
Ace berhenti.
Rowan berhenti.
Kevin—
bahkan tidak sempat menyelesaikan langkahnya.
Lima pasang mata langsung tertuju kepada tempat tidur.
Fiona duduk di sana.
Sadar.
Dan—
sedang menatap mereka.
Hening.
Sangat hening.
Fiona berkedip.
Mereka berkedip.
Tidak ada seorang pun yang berbicara.
Kemudian Fiona mengangkat tangannya sedikit.
“…Pagi?”
Elyon masih diam.
Elarion menatap Fiona seperti sedang memastikan dirinya tidak sedang berhalusinasi.
Ace akhirnya membuka mulut.
“Dia…”
Rowan menyelesaikan kalimatnya.
“…bangun?”
Kevin hanya menghela napas panjang.
“Syukurlah.”
Elyon akhirnya bergerak.
Ia langsung mendekati tempat tidur.
“Fiona.”
Fiona tersenyum kecil.
“Ya?”
“Kau benar-benar sadar?”
Fiona mengangguk.
“Sepertinya.”
Elarion segera ikut memeriksa kondisinya.
“Bagaimana perasaanmu?”
“Sedikit lelah.”
“Pusing?”
“Sedikit.”
“Nyeri?”
Fiona berpikir sebentar.
“Tidak terlalu.”
Elarion mengangguk lega.
Kemudian memeriksa energi sihirnya.
“Menarik…”
Elyon menatapnya.
“Apa?”
“Tidak ada perubahan buruk.”
Ia melihat Fiona lagi.
“Justru lebih stabil daripada sebelumnya.”
Ace mendekat.
“Jadi…”
Ia menatap Fiona.
“kau benar-benar bangun setelah tujuh hari?”
Fiona mengangguk.
Ace tersenyum.
“Bagus.”
Rowan ikut tersenyum.
“Selamat datang kembali.”
Fiona tertawa kecil.
“Terima kasih.”
Kemudian matanya berpindah kepada Kevin.
Kevin hanya mengangguk.
“Jangan membuat kami khawatir lagi.”
Fiona menggaruk pipinya.
“Aku tidak sengaja.”
Ace langsung menyahut,
“Ya, ya. Kami tahu.”
Rowan tertawa.
Suasana yang selama tujuh hari terasa berat—
perlahan mulai mencair.
Darrien yang masih berada di samping Fiona akhirnya bersandar santai.
Ia mengambil dessert yang tadi belum selesai dimakannya.
Fiona melihatnya.
Matanya langsung tertuju kepada makanan itu.
Darrien menyadarinya.
“Ah.”
Ia mengangkat dessert tersebut.
“Jadi sekarang kau sudah bangun…”
Fiona menatapnya.
Darrien tersenyum.
“…kau mau yang ini?”
Fiona langsung mengangguk.
“Ya.”
Elyon menatap mereka berdua.
Kemudian menghela napas.
“Baru bangun tujuh hari…”
Elarion menambahkan,
“Dan yang pertama dicari tetap makanan.”
Ace tertawa.
Rowan ikut tersenyum.
Kevin hanya menggeleng.
Fiona memprotes,
“Aku baru bangun! Aku lapar!”
Darrien akhirnya menyerahkan dessert itu.
“Baiklah.”
Fiona menerima.
Untuk pertama kalinya—
ruang perawatan itu benar-benar terasa hidup lagi.
Namun jauh di dalam istana—
Crystal Hall masih menyimpan cahaya samar.
Dan tidak seorang pun di ruangan itu tahu bahwa kebangkitan Fiona bukan sekadar akhir dari tidurnya.
Itu mungkin—
adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.
