92. Panggilan Pulang

Romance Series 94

BAB 92
PANGGILAN PULANG

Malam mulai turun di kota.

Di luar kediaman Rowan, dua orang berdiri di jalan yang berbeda.

Salah satunya membawa lambang Ardika.

Yang lainnya membawa lambang Varian.

Mereka adalah para utusan yang sejak meninggalkan lembah terus mengikuti jejak Darrien dan Fiona.

Namun malam itu—

keduanya menerima pesan yang sama.

Sebuah surat tersegel.

Utusan Ardika membuka segelnya terlebih dahulu.

Matanya membaca beberapa baris.

Kemudian ekspresinya berubah.

“Perintah pulang…”

Ia menatap ke arah rumah Rowan.

Tidak jauh dari sana, utusan Varian juga baru saja selesai membaca suratnya.

Ia menghela napas.

“Jadi pencarian dihentikan.”

Keduanya tidak mengetahui alasan sebenarnya.

Mereka hanya menerima perintah langsung dari klan.

**Kembali.**

Jangan mengejar gadis itu lagi.

Jangan melakukan kontak.

Jangan memasuki wilayah tempat Darrien dan kelompoknya berada.

Dan yang paling penting—

**jangan mengambil tindakan sendiri.**

***

Di kediaman Ardika—

Surya membaca laporan yang baru tiba.

Utusan yang mengejar Fiona telah dipanggil pulang.

Marcus berdiri di sampingnya.

“Perintahnya sudah dikirim.”

Surya mengangguk.

“Jangan ada yang mengejar mereka lagi.”

Marcus menatapnya.

“Karena laporan dari kerajaan?”

Surya tidak menjawab.

Ia masih memikirkan potret lama.

Dan kemungkinan bahwa anak laki-laki yang mereka serang di pegunungan…

mungkin bukan orang biasa.

“Untuk sekarang,” katanya pelan.

“Biarkan mereka pergi.”

***

Di wilayah Varian—

Keith Varian juga menerima laporan.

Clark berdiri di dekat jendela.

“Jadi mereka berhenti mengejar Fiona?”

Keith mengangguk.

“Ya.”

Clark menghela napas lega.

“Bagus.”

Keith menatap putranya.

“Kau terlalu peduli.”

“Dia hampir mati.”

Clark menoleh.

“Aku tidak akan pura-pura tidak melihatnya.”

Keith terdiam.

Kemudian ia berkata,

“Pernikahan itu dibatalkan.”

Clark mengangguk.

“Terima kasih.”

“Jangan berterima kasih dulu.”

Keith memandang ke luar jendela.

“Masalah kita belum selesai.”

Clark mengerutkan kening.

“Kenapa?”

Keith tidak menjawab.

Ia juga telah menerima laporan tentang pemuda bernama Darrien.

Dan semakin banyak yang ia dengar…

semakin tidak nyaman perasaannya.

***

Sementara itu—

di kediaman Rowan, tidak seorang pun mengetahui bahwa dua klan telah menghentikan pengejaran.

Kevin, Ace, Elarion, dan Rowan masih berada di ruang arsip.

Dokumen menumpuk di atas meja.

Ace mengusap wajahnya.

“Ini terlalu banyak.”

Kevin masih membaca.

“Jangan mengeluh.”

“Aku bukan mengeluh.”

Ace menunjuk tumpukan dokumen.

“Aku hanya mengatakan bahwa kerajaan benar-benar suka menulis.”

Elarion tertawa.

“Setidaknya kita menemukan beberapa petunjuk.”

Rowan mengangguk.

“Dan masih banyak yang belum diperiksa.”

Kevin langsung mengambil gulungan berikutnya.

“Kalau begitu lanjutkan.”

Ace menatapnya tidak percaya.

“Sekarang?”

Kevin mengangguk.

“Sekarang.”

Ace menghela napas panjang.

“Baiklah.”

***

Di taman—

Darrien dan Fiona masih duduk bersama.

Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam.

Tidak tahu bahwa pengejaran mereka telah dihentikan.

Tidak tahu bahwa kerajaan mulai menghubungkan potongan-potongan masa lalu.

Untuk sementara—

mereka hanya menikmati malam.

Fiona bersandar pada bahu Darrien.

Darrien menggenggam tangannya.

“Kau tahu?”

“Hm?”

“Aku senang kita bisa duduk seperti ini.”

Darrien tersenyum.

“Aku juga.”

“Tidak ada yang mengejar.”

“Tidak ada.”

“Tidak ada yang menyuruhku menikah.”

“Tidak ada.”

Fiona tersenyum.

“Dan kau tidak sedang berlatih.”

Darrien terdiam.

“…Kevin mungkin sedang mencari alasan untuk itu.”

Fiona tertawa.

Darrien ikut tertawa.

Untuk malam itu—

mereka benar-benar bebas.

Sementara di balik pintu—

empat orang masih bekerja keras membongkar masa lalu Darrien.

Dan jauh di dua wilayah berbeda—

Ardika dan Varian mulai memahami bahwa pengejaran terhadap Fiona bukan lagi urusan keluarga biasa.

Sesuatu yang jauh lebih besar telah terlibat.

Dan mereka baru saja memilih…

untuk berhenti mengejar.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience