87. Lambang Pewaris Yang Hilang

Romance Series 94

BAB 87
LAMBANG PEWARIS YANG HILANG

Pagi berikutnya, Rowan meminta semua orang berkumpul di ruang utama.

Darrien datang bersama Fiona.

Kevin, Ace, dan Elarion juga sudah menunggu.

Rowan berdiri di depan meja.

“Aku pikir sudah waktunya.”

Darrien menatapnya.

“Benda itu?”

Rowan mengangguk.

Ia mengeluarkan sebuah benda kecil yang dibungkus kain hitam.

Kemudian meletakkannya di atas meja.

Kain itu dibuka.

Sebuah lambang emas terlihat.

Ace langsung mengenalinya.

Kevin juga.

Tidak ada keterkejutan.

Kevin hanya berkata,

“Lambang kerajaan.”

Ace mengangguk.

“Kami mengenalnya.”

Darrien melihat mereka.

“Kalian tahu?”

Kevin menatapnya.

“Tentu saja.”

Ace tersenyum tipis.

“Kami dikirim langsung oleh Raja dan Ratu. Kau pikir kami tidak mengenali lambang mereka?”

Darrien terdiam.

Fiona menahan tawa.

Darrien menatapnya.

“Jangan.”

“Aku tidak melakukan apa-apa.”

“Kau hampir tertawa.”

“Sedikit.”

Rowan membalik lambang tersebut.

Ada ukiran kecil di bagian belakang.

Ekspresi Kevin berubah.

Ace mendekat.

“Lambang pribadi…”

Rowan mengangguk.

“Bukan lambang kerajaan biasa.”

Darrien menatap ukiran itu.

“Apa maksudnya?”

Kevin menjawab perlahan,

“Ini adalah lambang pribadi pewaris kerajaan.”

Ruangan menjadi sunyi.

Ace menatap Rowan.

“Pewaris yang hilang?”

“Ya.”

Darrien terdiam.

Rowan kemudian mendorong lambang itu kepadanya.

“Pegang.”

Darrien ragu.

Namun akhirnya ia mengambilnya.

Begitu jarinya menyentuh logam—

cahaya keemasan muncul.

Sebuah denyut sihir menyebar ke seluruh ruangan.

Darrien langsung menarik tangannya.

“Aku tidak melakukan itu.”

Kevin menggeleng.

“Bukan kau yang memaksanya.”

Ace memperhatikan cahaya yang perlahan menghilang.

“Lambang itu bereaksi kepadamu.”

Darrien menatap tangannya.

“Artinya apa?”

Kevin menjawab,

“Artinya kau memiliki hubungan dengan pemilik asli lambang tersebut.”

Rowan menatapnya.

“Atau…”

Ia berhenti.

“Lambang itu mengenalmu.”

Darrien mengerutkan kening.

“Kau bilang aku pewaris yang hilang?”

“Belum.”

Rowan menggeleng.

“Kita belum punya cukup bukti.”

Kevin mengangguk.

“Reaksi sihir saja tidak cukup.”

Ace menatap Darrien.

“Tapi sekarang kita punya alasan untuk mencari bukti lainnya.”

Fiona perlahan menggenggam tangan Darrien.

“Apa pun jawabannya…”

Darrien menoleh.

“…kau tetap Darrien.”

Darrien tersenyum kecil.

“Ya.”

Rowan kemudian berkata,

“Ada satu tempat yang mungkin bisa memberi kita jawaban.”

“Di mana?”

“Arsip kerajaan lama.”

Kevin langsung mengangguk.

“Kalau begitu kita pergi ke sana.”

Darrien menatap lambang di tangannya.

Untuk pertama kalinya, ia merasa masa lalunya bukan lagi sesuatu yang jauh.

Jawabannya mungkin benar-benar ada.

Dan mereka hanya perlu menemukannya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience