212. Batas Terakhir Hari Ini

Romance Series 382

BAB 212
BATAS TERAKHIR HARI INI

Pertarungan terus berlangsung.

Kecepatan Darrien kini berbeda.

Light Magic Fiona membantu memperkuat gerakannya, sementara Dark Magic miliknya sendiri menjaga tubuhnya tetap stabil.

Namun Kevin juga sudah menyesuaikan diri.

Setiap kali Darrien menjadi lebih cepat—

Kevin ikut meningkatkan kecepatannya.

Setiap kali Darrien mengubah arah—

Kevin sudah menunggu.

Keduanya bergerak semakin cepat di dalam barrier.

**WHOOSH!**

**BAM!**

Suara benturan terdengar berkali-kali.

Fiona terus mempertahankan aliran Light Magic.

Namun kali ini ia tidak hanya memberikan kekuatan.

Ia memperhatikan Darrien.

Ketika langkahnya mulai terlalu berat—

Fiona mengurangi alirannya.

Ketika Darrien membutuhkan sedikit dorongan untuk menghindari serangan—

cahaya kembali mengalir.

Darrien mulai memahami ritmenya.

Ia tidak lagi bergerak hanya berdasarkan kekuatannya sendiri.

Ia mulai menyesuaikan diri dengan bantuan Fiona.

Kevin melihat semuanya.

Senyumnya perlahan berubah menjadi serius.

“Bagus.”

Darrien menghindari serangan.

“Sekarang apa?”

Kevin tidak menjawab.

Ia tiba-tiba berhenti.

Darrien juga berhenti.

Suasana di dalam barrier menjadi sunyi.

Darrien mengerutkan kening.

“Kenapa berhenti?”

Kevin menatapnya.

“Karena sekarang aku ingin melihat sesuatu.”

“Apa?”

“Seberapa baik kau bisa bergerak tanpa terlalu bergantung pada peningkatan Fiona.”

Darrien terdiam.

Fiona juga memperhatikan.

Kevin berkata,

“Fiona.”

Fiona mengangkat alis.

“Hm?”

“Kurangi bantuanmu.”

Fiona mengangguk.

Cahaya di sekitar Darrien perlahan berkurang.

Darrien langsung merasakan perubahan.

Tubuhnya kembali terasa sedikit lebih berat.

Namun kali ini—

ia tidak panik.

Ia menyesuaikan langkah.

Kevin tersenyum.

“Bagus.”

Darrien bergerak.

Serangannya lebih lambat dibandingkan sebelumnya.

Namun tetap terkontrol.

Kevin menyerang.

Darrien menghindar.

Kemudian membalas.

Fiona hanya memberikan sedikit dukungan.

Cukup untuk membantu ketika diperlukan.

Tidak lebih.

***

Beberapa saat kemudian—

napas Darrien semakin berat.

Keringat membasahi tubuhnya.

Namun ia masih berdiri.

Kevin akhirnya mengangkat tangan.

“Berhenti.”

Darrien langsung berhenti.

Ia menarik napas dalam-dalam.

“Sudah?”

Kevin mengangguk.

“Untuk hari ini.”

Darrien hampir tersenyum lega.

Namun Kevin melanjutkan,

“Besok kita mulai dari sini.”

Senyum Darrien langsung hilang.

“Dari sini?”

“Ya.”

Darrien menatap Kevin dengan tatapan kosong.

“Jadi besok tidak dimulai dari awal?”

“Tidak.”

Kevin tersenyum puas.

“Kita lanjutkan dari tingkat ini.”

Darrien menghela napas.

“Sudah kuduga.”

Di luar barrier—

Fiona tertawa kecil.

“Kau terlihat sangat lelah.”

Darrien menoleh kepadanya.

“Karena seseorang membuatku semakin cepat.”

Fiona tersenyum.

“Maaf.”

Darrien menggeleng.

“Tidak.”

Ia tersenyum kecil.

“Justru aku berterima kasih.”

Fiona sedikit terkejut.

“Benarkah?”

Darrien mengangguk.

“Ya.”

Ia menatap tangannya sendiri.

“Hari ini aku belajar sesuatu.”

“Apa?”

“Kalau kekuatanmu bisa membantuku…”

Darrien menatap Fiona.

“…berarti kita bisa belajar bersama.”

Fiona tersenyum.

“Benar.”

Elarion yang mendengar percakapan mereka ikut tersenyum.

“Sepertinya kalian menemukan cara bertarung yang cocok.”

Rowan mengangguk.

“Dark dan Light.”

Ace tersenyum.

“Berbeda, tapi saling melengkapi.”

Kevin berjalan mendekat.

“Dan besok…”

Darrien langsung menoleh.

“Jangan bilang.”

Kevin tersenyum.

“Besok kita lihat seberapa jauh kalian bisa membawa kombinasi itu.”

Darrien menghela napas.

“Kenapa aku merasa itu bukan kabar baik?”

Kevin tertawa.

“Karena kau mulai mengenalku.”

Fiona tertawa.

Matahari mulai turun di balik cakrawala.

Hari kedua latihan akhirnya berakhir.

Darrien telah belajar menggunakan kecepatannya dengan lebih baik.

Fiona menemukan cara baru untuk menggunakan Light Magic sebagai dukungan.

Dan Kevin—

akhirnya mendapatkan alasan baru untuk membuat latihan besok menjadi jauh lebih menarik.

Ia belum selesai dengan “balas dendam”-nya.

Bahkan—

sekarang ia punya dua murid untuk diuji.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience