172. Tamu Di Tengah Jalan

Romance Series 382

BAB 172
TAMU DI TENGAH JALAN

Perjalanan menuju lembah berlangsung cukup tenang.

Fiona berjalan di samping Darrien.

Elarion berada beberapa langkah di belakang mereka.

Namun di tengah perjalanan—

seorang pria muncul dari arah berlawanan.

Elyon.

Darrien langsung berhenti.

Ia menghela napas panjang.

“Dia lagi…”

Fiona menoleh.

“Siapa?”

Darrien menunjuk ke depan.

“Orang yang selalu muncul entah dari mana.”

Elyon mendengar perkataan itu.

Ia berhenti.

Tatapannya berpindah kepada Darrien.

“Senang bertemu denganmu juga.”

Darrien memalingkan wajah.

“Aku tidak mengatakan aku senang.”

Elarion memperhatikan mereka.

Ia masih mengingat pertemuan sebelumnya.

Pertempuran dengan tiga vampire.

Elyon juga berada di sana.

Dan sejak saat itu—

rasa ingin tahunya terhadap kelompok mereka semakin jelas.

Elyon menatap Fiona.

“Kalian mau ke mana?”

Fiona tersenyum.

“Kami mau piknik.”

Elyon mengangkat alis.

“Piknik?”

“Ya.”

Darrien langsung berkata,

“Kami tidak sedang melakukan penelitian.”

Elyon menatapnya.

“Aku tidak bertanya tentang penelitian.”

Darrien terdiam.

Fiona menahan tawa.

Elarion tersenyum kecil.

“Kami menuju lembah yang pernah kami datangi beberapa hari lalu.”

Elyon mengangguk.

“Lembah dekat air mancur?”

Fiona mengangguk.

“Ya.”

Elyon berpikir sejenak.

“Boleh aku ikut?”

Darrien langsung menoleh.

“Tidak.”

Fiona menatap Darrien.

“Kenapa?”

“…”

Darrien terdiam.

Ia tidak memiliki alasan yang cukup.

Fiona kemudian menatap Elyon.

“Kalau begitu ikut saja.”

Darrien menghela napas.

“Fiona…”

“Tidak apa-apa.”

Fiona tersenyum.

“Semakin ramai semakin menyenangkan.”

Elyon tersenyum kecil.

“Terima kasih.”

Darrien memalingkan wajah.

“…”

Elarion memperhatikan Darrien.

Kemudian tertawa kecil.

“Kau tidak bisa menolaknya.”

Darrien menghela napas lagi.

“Aku tahu.”

***

Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan bersama.

Elyon berjalan sedikit di belakang Fiona.

Sesekali ia memperhatikan gadis itu.

Tidak secara berlebihan.

Namun cukup untuk membuatnya penasaran.

Terutama setelah apa yang ia lihat sebelumnya.

Light Magic Fiona.

Cara cahayanya bergerak.

Dan beberapa hal kecil yang masih belum bisa ia jelaskan.

Namun Elyon tidak bertanya.

Belum.

Fiona sendiri justru sibuk bercerita tentang lembah.

“Di sana ada banyak makhluk magis.”

Elyon mengangguk.

“Makhluk seperti apa?”

“Berbagai macam.”

Fiona tersenyum.

“Ada yang lucu.”

Darrien menambahkan,

“Dan suka mencuri makanan.”

Fiona langsung menoleh.

“Jangan bilang begitu.”

Elarion tertawa.

“Itu benar.”

Elyon akhirnya tersenyum.

“Sepertinya piknik kalian cukup menarik.”

Fiona mengangguk.

“Makanya aku ingin kembali.”

Darrien menatapnya.

“Karena kau menyukai tempat itu.”

“Ya.”

Fiona tersenyum.

“Rasanya tenang.”

Elyon mendengar jawaban itu.

Namun entah kenapa—

ia kembali teringat pada Crystal Hall.

Pada simbol-simbol kuno.

Pada Light Magic yang pernah ia lihat.

Ia tidak mengatakan apa-apa.

Hanya berjalan bersama mereka.

***

Jauh di belakang—

beberapa pasang mata masih mengikuti perjalanan mereka.

Musaka melihat tambahan satu orang.

Ia mengerutkan kening.

“Siapa dia?”

Koga menatap Elyon dari kejauhan.

“Sepertinya teman mereka.”

Musaka tidak menyukai hal itu.

Jumlah mereka bertambah.

Namun Koga tetap tenang.

“Jangan terburu-buru.”

Musaka mengangguk.

Mereka terus mengikuti dari kejauhan.

Sementara di depan—

Fiona berjalan dengan senyum kecil.

Darrien masih terlihat sedikit kesal.

Elarion memperhatikan Elyon dengan rasa ingin tahu.

Dan Elyon—

untuk pertama kalinya,

berjalan bersama kelompok yang selama ini hanya ia amati dari kejauhan.

Tanpa mengetahui bahwa perjalanan sederhana menuju sebuah lembah…

mungkin akan mempertemukan lebih banyak orang daripada yang mereka rencanakan.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience