Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 138
SETELAH KEKACAUAN
Hutan kembali sunyi.
Namun suasananya tidak lagi terasa seperti sebelumnya.
Pohon-pohon tumbang.
Tanah retak.
Bekas sihir gelap masih tertinggal di udara.
Dan di tengah semua itu—
Darrien berdiri bersama Fiona.
Wajah aslinya kini terlihat jelas.
Tidak ada lagi segel yang menutupinya.
Elarion berjalan perlahan mengitari area tersebut.
Ia memperhatikan bekas sihir di tanah.
“Tidak ada mayat.”
Kevin melihat sekeliling.
“Tidak ada jejak tubuh.”
Ace menunjuk salah satu bekas tebasan.
“Mereka benar-benar menghilang.”
Rowan mengangguk.
“Lebih tepatnya…”
Ia melihat bekas energi yang tertinggal.
“…hancur oleh satu serangan.”
Ace menelan ludah.
“Satu serangan?”
Kevin menatapnya.
“Ya.”
Ace kemudian melihat Darrien.
“Dan itu dilakukan olehnya?”
Tidak ada yang menjawab.
Darrien sendiri masih mencoba memahami apa yang baru saja terjadi.
“Aku tidak ingat semuanya.”
Elarion menatapnya.
“Yang penting kau masih sadar.”
Darrien mengangguk.
Fiona masih berdiri dekat dengannya.
Ia kemudian bertanya,
“Bagaimana dengan vampir yang satunya?”
Rowan menjawab,
“Yang terakhir melarikan diri.”
Fiona terlihat lega.
“Bagus.”
Darrien menatap hutan.
“Dia mungkin akan kembali.”
“Belum tentu,” kata Rowan.
Kevin menggeleng.
“Setelah melihat kekuatanmu, kemungkinan besar dia akan menjauh.”
Ace tertawa kecil.
“Kalau aku jadi dia, aku juga akan lari sejauh mungkin.”
Darrien menatapnya.
Ace langsung mengangkat tangan.
“Bukan mengejek.”
Elarion kembali memeriksa tanah.
“Ada hal lain yang lebih penting.”
Semua orang menatapnya.
Elarion menunjuk bekas energi di sekitar Darrien.
“Segelnya benar-benar hilang.”
Darrien terdiam.
“Tidak ada kemungkinan kembali?”
“Tidak.”
Elarion menggeleng.
“Segel yang menutupi wajahmu sudah hancur sepenuhnya.”
Ia kemudian melihat wajah Darrien.
“Dan kekuatan yang selama ini disembunyikannya…”
Elarion berhenti.
“…keluar semuanya.”
Darrien menunduk.
“Jadi sekarang semua orang bisa melihatku seperti ini.”
Rowan mengangguk.
“Ya.”
Darrien menghela napas.
“Bagus.”
Fiona menatapnya.
“Bagus?”
Darrien tersenyum kecil.
“Setidaknya aku tidak perlu bertanya lagi seperti apa wajahku sebenarnya.”
Fiona tersenyum.
“Aku menyukainya.”
Darrien menoleh.
“Benarkah?”
“Ya.”
Fiona menyentuh wajahnya sebentar.
“Masih Darrien.”
Darrien tertawa kecil.
Elarion melihat keduanya.
Kemudian kembali serius.
“Kita tidak bisa tinggal di sini.”
Rowan mengangguk.
“Benar.”
Kevin melihat sekeliling.
“Pertarungan sebesar ini pasti meninggalkan jejak energi.”
Ace menambahkan,
“Kalau ada makhluk lain yang tinggal di hutan ini, mereka mungkin akan datang.”
Elyon akhirnya berbicara.
“Dan vampir yang melarikan diri juga bisa membawa berita.”
Semua orang menoleh kepadanya.
Elyon menatap Darrien.
“Sekarang identitasmu lebih mudah dikenali.”
Darrien mengerutkan kening.
“Sebagai apa?”
Elyon menjawab,
“Sebagai seseorang yang bukan manusia biasa.”
Darrien diam.
Rowan kemudian berkata,
“Kita harus kembali ke rumah.”
Elarion mengangguk.
“Setelah itu kita harus menentukan langkah berikutnya.”
Kevin melihat Darrien.
“Dan mungkin…”
Ia berhenti.
“Yang Mulia harus diberi tahu.”
Rowan mengangguk.
“Pasti.”
Darrien terdiam.
“Kalau mereka melihat wajahku…”
Fiona menggenggam tangannya.
“Tidak apa-apa.”
Darrien menatapnya.
Fiona tersenyum.
“Kau tidak sendirian.”
Darrien membalas genggamannya.
“Ya.”
Elarion melihat keduanya.
“Kalau begitu kita pergi.”
Mereka mulai meninggalkan tempat tersebut.
Namun sebelum berjalan jauh—
Elyon berhenti sejenak.
Ia menoleh ke arah hutan.
Matanya menyipit.
Ada sesuatu yang terasa berbeda.
Bukan dari Darrien.
Bukan dari Fiona.
Melainkan dari sisa energi yang tertinggal di tanah.
Namun Elyon tidak mengatakan apa-apa.
Ia hanya berbalik dan mengikuti yang lainnya.
Malam itu—
mereka meninggalkan hutan.
Membawa lebih banyak pertanyaan daripada saat mereka datang.
Dan satu hal telah berubah untuk selamanya.
Segel Darrien telah hilang.
Wajah aslinya telah terlihat.
Tidak ada lagi cara untuk menyembunyikannya.
