Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 199
KEKUATAN YANG HARUS DIKENDALIKAN
Darrien kembali mengambil posisi.
Kali ini—
Kevin tidak langsung menyuruhnya menyerang.
Ia berdiri beberapa langkah di depannya sambil memperhatikan aura gelap yang perlahan muncul di sekitar tubuh Darrien.
“Sekarang gunakan sihirmu.”
Darrien mengangguk.
“Apa yang ingin kau lihat?”
“Kontrol.”
Kevin menjawab singkat.
“Bukan kekuatan.”
Darrien sedikit mengernyit.
Ia mengangkat tangannya.
Energi Dark Magic mulai berkumpul di telapak tangannya.
Aura gelap perlahan menyebar.
Tidak terlalu besar.
Tidak terlalu liar.
Namun cukup untuk membuat udara di sekitar mereka berubah.
Kevin memperhatikan dengan serius.
“Bagus.”
Darrien kemudian mengarahkan telapak tangannya ke depan.
Sebuah gelombang Dark Magic melesat.
Kevin menghindar ke samping.
Serangan itu menghantam penghalang.
**BOOM!**
Barrier bergetar sebentar.
Fiona yang berada di luar langsung terkejut.
“Wow…”
Elarion menatap penghalang tersebut.
“Masih terkendali.”
Darrien melihat ke arah Kevin.
“Begitu?”
Kevin menggeleng.
“Belum.”
Darrien mengangkat alis.
“Belum?”
“Seranganmu terlalu besar untuk target sekecil itu.”
Darrien melihat bekas energi yang masih tertinggal di penghalang.
“Bukankah lebih kuat lebih baik?”
Kevin tersenyum tipis.
“Tidak selalu.”
Ia berjalan mendekat.
“Kalau kau harus bertarung di tempat sempit…”
“Kalau ada orang di belakang musuh…”
“Kalau Fiona berada terlalu dekat…”
Darrien langsung terdiam.
Kevin menunjuk telapak tangannya.
“Kau tidak bisa menggunakan kekuatan sebesar itu tanpa memikirkan akibatnya.”
Darrien menatap tangannya.
Ia memahami maksud Kevin.
Kekuatan besar memang mudah digunakan.
Tetapi menggunakannya dengan tepat—
jauh lebih sulit.
Kevin mundur beberapa langkah.
“Sekarang coba lagi.”
Darrien mengangguk.
Ia kembali mengumpulkan Dark Magic.
Namun kali ini—
lebih kecil.
Lebih padat.
Energi gelap hanya berkumpul di sekitar telapak tangannya.
Darrien menatap Kevin.
Kemudian melesat maju.
Kevin menghindar.
Darrien mengubah arah.
Tangannya hampir mengenai bahu Kevin.
Kevin menangkis.
Darrien langsung menggunakan Dark Magic dari jarak dekat.
**BOOM!**
Kevin mundur beberapa langkah.
Namun masih berdiri dengan tenang.
Darrien berhenti.
Kevin melihat tangannya.
“Lebih baik.”
Darrien tersenyum tipis.
“Jadi aku benar.”
“Jangan terlalu cepat puas.”
Darrien langsung menghela napas.
“Sudah kuduga.”
Di luar barrier—
Fiona tertawa kecil.
“Kevin benar-benar tidak pernah memuji orang dengan mudah.”
Rowan menyahut,
“Kalau dia mengatakan ‘lebih baik’, itu sudah termasuk pujian besar.”
Ace mengangguk.
“Benar.”
Elarion memperhatikan Darrien.
“Dia mulai menyesuaikan diri.”
Fiona tersenyum.
“Darrien memang cepat belajar.”
***
Di dalam barrier—
Kevin kembali mengambil posisi.
“Sekarang kita tingkatkan sedikit.”
Darrien mengangkat alis.
“Sedikit?”
“Sedikit.”
Darrien menatapnya curiga.
“Aku tidak percaya padamu.”
Kevin tertawa kecil.
“Bagus.”
Kemudian—
auranya berubah.
Tidak banyak.
Hanya sedikit tekanan yang muncul dari tubuh Kevin.
Namun Darrien langsung merasakannya.
Ekspresinya berubah serius.
Kevin akhirnya menggunakan sedikit kekuatannya.
“Sekarang…”
Ia menatap Darrien.
“Coba bertahan.”
Darrien mengangkat kedua tangannya.
Dark Magic kembali memenuhi tubuhnya.
Kali ini—
ia tidak menyerang.
Ia menunggu.
Kevin tersenyum.
Kemudian melangkah maju.
Dan latihan mereka memasuki tahap berikutnya.
