145. Selamat Malam

Romance Series 382

BAB 145
SELAMAT MALAM

Malam kembali menyelimuti kediaman Rowan.

Setelah makan malam bersama Elarion, suasana rumah terasa jauh lebih tenang.

Namun ada satu hal yang terasa aneh.

Rowan, Kevin, dan Ace belum juga kembali dari istana.

Biasanya mereka sudah pulang sebelum malam terlalu larut.

Namun kali ini—

tidak ada kabar.

Elarion duduk di ruang utama sambil menatap jam kristal.

“Mereka masih belum kembali.”

Darrien menguap.

“Mungkin pembicaraannya panjang.”

Fiona mengangguk.

“Sepertinya begitu.”

Elarion menghela napas.

“Yang penting mereka baik-baik saja.”

Darrien mengangguk.

Namun rasa lelah mulai terasa.

Hari itu terlalu panjang.

Latihan.

Penelitian.

Kejadian di hutan.

Dan semua hal yang terjadi setelahnya.

Fiona juga terlihat mengantuk.

Elarion akhirnya berdiri.

“Sudah cukup untuk hari ini.”

Ia merapikan beberapa catatan di meja.

“Kita tidur.”

Darrien mengangguk.

“Setuju.”

Fiona tersenyum kecil.

Mereka bertiga kemudian berpisah menuju kamar masing-masing.

Darrien dan Fiona berjalan berdampingan menuju kamar.

Begitu sampai di depan pintu—

Darrien berhenti.

“Selamat malam.”

Fiona menatapnya.

“Selamat malam.”

Darrien hendak berbalik.

Namun Fiona tiba-tiba menarik sedikit tangannya.

“Darrien.”

“Hm?”

Fiona mendekat.

Kemudian—

**cium.**

Sebuah kecupan singkat mendarat di pipinya.

Darrien membeku.

Fiona langsung mundur.

Wajahnya merah.

“Selamat malam.”

Darrien masih diam.

Fiona membuka pintu.

Masuk.

Kemudian menoleh sekali lagi.

“Jangan terlalu banyak berpikir.”

Pintu langsung ditutup.

Darrien berdiri sendirian di depan kamar.

Tangannya perlahan menyentuh pipinya.

Ia tersenyum.

“…”

Kemudian ia tertawa kecil.

“Selamat malam juga.”

Ia akhirnya masuk ke kamarnya.

***

Di ujung lorong—

Elarion baru saja keluar dari ruang kerjanya.

Ia melihat Darrien berdiri sendirian di depan kamar.

Kemudian melihat wajah Darrien yang tersenyum.

Elarion mengangkat alis.

“Kenapa kau tersenyum seperti orang bodoh?”

Darrien langsung menoleh.

“Tidak ada.”

Elarion menatapnya beberapa detik.

“Hmm.”

Ia tidak bertanya lagi.

Hanya berjalan melewatinya.

“Tidur.”

Darrien tersenyum lebih lebar.

“Baik.”

Malam kembali tenang.

Namun trio penjaga kerajaan masih belum pulang.

Dan entah berapa lama lagi pembicaraan mereka dengan Yang Mulia akan berlangsung.

Untuk sementara—

semua orang akhirnya beristirahat.

Setidaknya…

malam itu tidak ada lagi kekacauan.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience