Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 202
BELAJAR DARI PENGAMATAN
Latihan terus berlangsung.
Darrien kembali bergerak.
Dark Magic mengalir di sekitar tubuhnya, memperkuat setiap langkah dan gerakannya.
Namun kali ini—
Fiona tidak hanya memperhatikan Darrien.
Tatapannya juga mengikuti Kevin.
Setiap langkah.
Setiap perubahan posisi.
Setiap gerakan kecil yang dilakukan Kevin sebelum menyerang.
Fiona memperhatikan semuanya.
Elarion yang berdiri di sampingnya menyadari perubahan itu.
“Kau sedang mempelajari gerakan mereka?”
Fiona mengangguk.
“Ya.”
Elarion sedikit terkejut.
“Untuk apa?”
Fiona tetap menatap arena.
“Karena meskipun sihir kami berbeda…”
Ia menunjuk ke arah Darrien.
“…cara bertarung tetap membutuhkan hal yang sama.”
Elarion tersenyum.
“Benar.”
Fiona kembali memperhatikan.
Kevin bergerak.
Darrien menyerang.
Kevin menghindar.
Darrien mengubah arah.
Kevin memanfaatkan perubahan itu untuk menyerang balik.
Fiona mengerutkan kening.
“Dia selalu mengubah posisi setelah Darrien bergerak.”
Elarion menoleh kepadanya.
“Kau menyadarinya?”
Fiona mengangguk.
“Dia tidak menunggu serangan.”
“Dia sudah memprediksi ke mana Darrien akan bergerak.”
Elarion tersenyum.
“Pengamatan yang bagus.”
Fiona tersenyum kecil.
“Kalau aku melawannya, aku tidak boleh mengikuti pola yang sama.”
Elarion tertawa pelan.
“Sepertinya kau juga mulai belajar dari Kevin.”
Fiona mengangguk.
“Dia guru yang bagus.”
Kemudian ia berhenti.
“…Meskipun agak menakutkan.”
Elarion tertawa.
***
Di dalam barrier—
Darrien kembali menyerang.
Namun kali ini—
ia mengubah gerakannya di tengah serangan.
Kevin sedikit terkejut.
Darrien berhasil melewati sisi pertahanannya.
Tangannya hampir mengenai Kevin.
Namun Kevin memutar tubuh dan menghindar.
“Bagus.”
Darrien tersenyum.
“Kau terkejut.”
“Sedikit.”
Kevin kembali mengambil posisi.
“Berarti kau mulai belajar.”
Darrien mengangguk.
Namun sebelum ia menyerang lagi—
Kevin tiba-tiba menghilang dari pandangannya.
Darrien langsung waspada.
Ia tidak bergerak.
Ia mendengarkan.
Kemudian—
sebuah serangan datang dari samping.
Darrien menangkisnya.
**BAM!**
Ia mundur.
Namun tidak jatuh.
Kevin mengangguk.
“Bagus.”
Darrien menghela napas.
“Berapa kali lagi kau akan mengatakan itu?”
“Selama kau melakukan sesuatu dengan benar.”
Darrien mendengus.
***
Fiona masih memperhatikan.
Ia mulai memahami sesuatu yang lebih dalam.
Sihir Darrien dan sihirnya memang berbeda.
Dark Magic menggunakan kekuatan yang berat dan agresif.
Light Magic miliknya terasa jauh lebih ringan.
Lebih fleksibel.
Namun keduanya tetap membutuhkan satu hal yang sama—
**kendali.**
Fiona melihat tangannya sendiri.
Ia membayangkan bagaimana jika prinsip yang sama diterapkan pada Light Magic.
Bukan hanya untuk menyerang.
Tetapi untuk mempercepat gerakan.
Memperkuat pertahanan.
Mengubah arah.
Dan menghemat tenaga.
Mata Fiona perlahan berbinar.
Elarion memperhatikannya.
“Sudah menemukan sesuatu?”
Fiona tersenyum.
“Sedikit.”
“Aku ingin mencoba nanti.”
Elarion mengangguk.
“Cobalah setelah latihan mereka selesai.”
Fiona mengangguk.
Namun kemudian ia kembali melihat Darrien.
“Kalau begitu…”
Ia tersenyum kecil.
“…aku juga harus belajar.”
Di dalam barrier—
Kevin tiba-tiba berkata,
“Darrien.”
“Hm?”
“Lihat ke depan.”
Darrien mengangkat kepala.
Sebuah serangan sudah datang.
**BAM!**
Darrien kembali terdorong.
Fiona menutup mulutnya.
“Ah…”
Elarion menghela napas.
“Dia terlalu banyak berpikir.”
Darrien menatap Kevin dengan kesal.
“Tidak perlu menyerang saat aku sedang berpikir!”
Kevin tersenyum.
“Musuh juga tidak akan menunggu.”
Darrien menghela napas.
“…Benar.”
Kevin kembali mengambil posisi.
“Sekali lagi.”
Darrien mengangkat kedua tangannya.
“Baik.”
Dan di luar barrier—
Fiona tersenyum.
Ia bukan hanya menunggu Darrien selesai berlatih.
Ia juga sedang belajar.
Sedikit demi sedikit.
