384. Malam Yang Tenang

Romance Completed 594

BAB 384 — MALAM YANG TENANG

Malam telah menyelimuti Veyth.

Setelah hari yang panjang—

Darrien dan Fiona akhirnya kembali ke kamar.

Tidak ada latihan.

Tidak ada pembicaraan mengenai kekuatan.

Tidak ada mimpi yang perlu dibahas.

Hanya keheningan.

Darrien duduk di sisi tempat tidur.

Fiona berdiri di dekat jendela sambil memandang bulan.

Cahaya bulan masuk melalui celah tirai dan menyinari wajahnya.

Darrien memperhatikannya beberapa saat.

“Kau tidak lelah?”

Fiona menoleh.

“Sedikit.”

Ia kemudian berjalan mendekat.

Darrien mengulurkan tangan.

Fiona menerimanya dan duduk di sampingnya.

Untuk beberapa saat—

mereka hanya duduk berdampingan.

Tidak ada yang berbicara.

Namun keheningan itu tidak terasa canggung.

Justru nyaman.

Fiona perlahan menyandarkan kepalanya pada bahu Darrien.

Darrien tersenyum.

Tangannya bergerak perlahan dan merangkul bahunya.

“Besok…”

Fiona bergumam.

“Hm?”

“Kau akan latihan lagi dengan Kevin?”

Darrien menghela napas.

“Sepertinya.”

Fiona tertawa kecil.

“Takut?”

“Tidak.”

Ia berhenti.

“Sedikit.”

Fiona tertawa.

Darrien ikut tersenyum.

Kemudian ia memandang bulan melalui jendela.

“Aku ingin menggunakan waktu ini dengan tenang.”

Fiona mengangkat wajah.

“Kenapa?”

“Karena aku merasa besok akan melelahkan.”

Fiona menatapnya beberapa detik.

Kemudian tersenyum.

“Instingmu bagus.”

Darrien mengerutkan kening.

“Apa maksudmu?”

“Tidak ada.”

Darrien menyipitkan mata.

“Kau tahu sesuatu.”

Fiona tertawa kecil.

“Mungkin.”

Darrien menghela napas.

“Fiona…”

Ia kemudian menariknya sedikit lebih dekat.

“Tidak peduli apa yang terjadi besok…”

Ia menatapnya.

“…malam ini cukup.”

Fiona tersenyum.

“Ya.”

Mereka kembali diam.

Darrien menutup matanya.

Fiona bersandar di dadanya.

Untuk malam itu—

tidak ada mimpi.

Tidak ada masa lalu.

Tidak ada Grandmaster.

Tidak ada latihan.

Hanya dua orang yang menikmati ketenangan.

***

DI TEMPAT LAIN—

Kamar Kevin.

Kevin berdiri di dekat jendela.

Bulan bersinar di langit Veyth.

Ia memandang keluar.

Namun pikirannya masih berada di area latihan.

Ia mengingat gerakan Darrien.

Kecepatan.

Magic sense.

Silent chant.

Perpindahan.

Dan perubahan magicure yang semakin jelas.

Senyum tipis muncul di wajahnya.

“Besok…”

Kevin menyandarkan satu tangannya pada kusen jendela.

“Ini akan lebih menarik.”

Ia sudah melihat kemampuan Darrien berkembang dengan cepat.

Namun—

apa yang dilakukan Darrien hari ini masih belum cukup.

Jika Darrien benar-benar ingin memahami kemampuan tingkat Grandmaster—

maka ia harus belajar menggunakannya ketika tubuhnya berada di bawah tekanan.

Bukan hanya ketika ia memiliki waktu untuk berpikir.

Kevin tersenyum semakin lebar.

“Besok…”

Ia tertawa pelan.

“…kita lihat seberapa jauh kau bisa bertahan.”

Cahaya bulan menyinari wajahnya.

Senyum tipis yang hampir menyerupai seringai masih terlihat.

Dan untuk pertama kalinya—

Kevin benar-benar menantikan latihan esok hari.

Bukan sebagai sekadar guru yang menguji murid.

Namun sebagai seseorang yang ingin melihat—

**seberapa jauh Darrien bisa berkembang.**

Sementara di kamar lain—

Darrien masih menikmati malam yang tenang bersama Fiona.

Tanpa mengetahui—

bahwa esok pagi…

Kevin sudah menyiapkan sesuatu yang jauh lebih berat.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience