224. Cahaya Yang Masih Mencari Jawaban

Romance Series 390

BAB 224

“Haachoo!”

Suara bersin terdengar di dalam Royal Library Lunaris.

Elyon mengangkat kepalanya.

Ia mengerutkan kening.

“…”

Kemudian ia mengusap hidungnya.

“Siapa yang sedang membicarakanku?”

Di sebelahnya—

Sylvester hanya diam.

Elyon kembali membalik halaman sebuah buku tua.

“Pasti ada seseorang yang sedang menjelek-jelekkan aku.”

Sylvester meliriknya.

Tidak ada siapa-siapa di sekitar mereka.

Hanya rak-rak buku tua dan cahaya kristal yang menerangi perpustakaan.

“Kenapa kau berpikir begitu?”

Elyon menjawab tanpa mengangkat wajah.

“Karena aku bersin.”

Sylvester terdiam.

“…”

Elyon melanjutkan pencariannya.

“Biasanya itu pertanda seseorang sedang membicarakan kita.”

Sylvester menatapnya beberapa detik.

Kemudian ia menghela napas.

“Aku seharusnya tidak membukakan pintu untukmu tadi.”

Elyon berhenti.

Ia menoleh.

“Apa?”

Sylvester menunjuk tumpukan buku di sekitar mereka.

“Sudah berjam-jam.”

“Kau terus mencari jawaban yang bahkan belum tentu ada di buku-buku ini.”

Elyon tersenyum.

“Justru karena belum tentu ada.”

Ia kembali melihat halaman di depannya.

“Itu yang membuatnya menarik.”

Sylvester menghela napas lagi.

“Dan apa yang sebenarnya sedang kau cari?”

Elyon terdiam.

Tatapannya menjadi sedikit lebih serius.

“Fenomena Pure Light.”

Sylvester langsung diam.

Elyon menutup buku perlahan.

“Aku sudah melihat sesuatu yang tidak biasa.”

“Dan aku tidak percaya itu hanya kebetulan.”

Sylvester memperhatikannya.

“Gadis itu?”

Elyon mengangguk.

“Fiona.”

Nama itu membuat ekspresi Sylvester berubah sedikit.

Elyon kembali membuka buku lain.

“Reaksi kristal.”

“Cahaya yang muncul.”

“Dan waktunya…”

Ia menggeleng.

“Semuanya terlalu berdekatan.”

Sylvester tidak menjawab.

Elyon kemudian bersin kecil lagi.

“Haachoo!”

Ia mengerutkan kening.

“Kali ini pasti benar-benar ada yang membicarakanku.”

Sylvester menutup matanya.

“…”

Ia mulai menyesal.

Sungguh menyesal.

Kenapa tadi ia membiarkan Elyon masuk ke Royal Library?

***

Di sisi lain Istana Lunaris—

suasana jauh lebih tenang.

Di dalam Crystal Hall—

King Zeith dan Queen Seraphine berdiri di hadapan kristal besar yang berada di tengah ruangan.

Cahaya di dalam kristal masih sangat lembut.

Mereka memperhatikannya dalam diam.

Seraphine akhirnya berkata,

“Masih sama.”

Zeith mengangguk.

“Belum kembali seperti sebelumnya.”

Keduanya sudah beberapa kali datang ke tempat itu.

Berharap cahaya di dalam kristal akan kembali menguat.

Namun—

belum ada perubahan besar.

Seraphine menyentuh permukaan kristal dengan ujung jarinya.

“Menurutmu…”

“Apakah cahaya itu benar-benar bereaksi terhadap gadis itu?”

Zeith terdiam.

“Itu yang ingin kita ketahui.”

Seraphine menarik napas perlahan.

“Elyon sudah beberapa kali menyebutnya.”

“Fiona.”

Zeith mengangguk.

“Dan sekarang…”

Ia memandang cahaya di dalam kristal.

“Pewaris Veyth telah ditemukan.”

“Seorang Dark Elf.”

Seraphine tersenyum kecil.

“Sedangkan gadis itu memiliki hubungan dengan Light Magic.”

Zeith menoleh kepadanya.

“Tidak biasa.”

“Namun bukan berarti mustahil.”

Seraphine mengangguk.

“Light Elf dan Dark Elf bukan musuh.”

“Tentu.”

Zeith menjawab.

“Perbedaan mereka hanya pada sifat sihir dan garis keturunan.”

“Bukan alasan untuk saling membenci.”

Seraphine kembali melihat kristal.

“Karena itu…”

“Jika gadis itu benar-benar memiliki hubungan dengan fenomena Pure Light…”

“Kita perlu melihatnya sendiri.”

Zeith mengangguk.

“Upacara pewaris Veyth akan menjadi kesempatan yang tepat.”

Seraphine tersenyum.

“Undangan sudah sampai.”

“Jadi kita akan pergi.”

“Ya.”

Zeith kembali menatap kristal.

“Dan mungkin…”

“kita akhirnya mendapatkan jawaban yang selama ini kita cari.”

Cahaya di dalam kristal berdenyut sangat lemah.

Keduanya terdiam.

Hanya sesaat—

namun cukup untuk membuat mereka saling berpandangan.

Seraphine berbisik,

“Apakah kau melihatnya?”

Zeith mengangguk.

“Ya.”

Cahaya itu kembali redup.

Namun sekarang—

keduanya semakin yakin.

Ada sesuatu yang sedang berubah.

Dan gadis bernama Fiona—

mungkin memiliki hubungan dengan perubahan tersebut.

Sementara di Royal Library—

Elyon masih membolak-balik halaman buku.

Sylvester masih menyesali keputusannya.

Dan tidak satu pun dari mereka tahu—

bahwa di Veyth, Fiona baru saja terbangun dari mimpi yang kembali membawa lebih banyak pertanyaan.

Pertemuan mereka di upacara nanti—

mungkin akan menjadi awal dari jawaban yang selama ini mereka cari.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience