427. Mencoba Magicure Kuno

Romance Completed 594

BAB 427 — MENCOBA MAGICURE KUNO

VEYTH.

Beberapa hari telah berlalu sejak perjalanan mereka menuju Shadowcresent berakhir dengan cara yang memalukan.

Tidak ada perjalanan baru.

Tidak ada percobaan kedua.

Belum.

Sebaliknya—

perpustakaan kerajaan berubah menjadi tempat penelitian.

Meja-meja dipenuhi manuskrip.

Catatan lama disalin ke halaman baru.

Diagram magicure digambar ulang.

Dan setelah menemukan beberapa teori mengenai magicure ruang kuno—

mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang lebih sederhana.

Mencobanya.

***

Lapangan latihan kerajaan dipilih sebagai tempat percobaan.

Elyon berdiri di tengah lingkaran magicure yang telah dibuat.

Di sekelilingnya—

Elarion, Rowan, Ace, Kevin, dan beberapa penyihir kerajaan mengamati.

Darrien berdiri sedikit lebih jauh.

Edward dan Gloria juga berada di sana.

Elyon membaca kembali catatan di tangannya.

“Magicure pertama.”

Ia menarik napas.

“Pemindahan ruang jarak pendek.”

Ace langsung mengangkat tangan.

“Berapa pendek?”

Elyon menatapnya.

“Beberapa meter.”

Ace mengangguk.

“Bagus. Tidak ada gunung.”

Rowan menatapnya.

“Kau masih belum melupakannya?”

“Tidak.”

Kevin hampir tertawa.

Elyon mengabaikan keduanya.

Ia mulai mengaktifkan magicure.

Lingkaran di bawah kakinya menyala.

Udara di sekitarnya berubah.

Elyon memusatkan magicure pada satu titik.

Kemudian—

FWOOSH!

Tubuhnya berpindah beberapa meter.

Ia muncul kembali di sisi lain lapangan.

Ace langsung bertepuk tangan.

“Berhasil.”

Elyon mengangguk.

“Ya.”

Darrien mengamati dengan serius.

“Apakah rasanya sama?”

Elyon terdiam.

Ia memikirkan sensasi tadi.

“Tidak.”

“Berbeda?”

“Jauh berbeda.”

Ia melihat catatan.

“Magicure ini membutuhkan kendali langsung dari pengguna.”

Kevin mengangguk.

“Berarti bukan yang kita alami.”

Elyon mengangguk.

“Bukan.”

***

Percobaan kedua dimulai.

Kali ini—

Elarion mencoba magicure portal.

Sebuah lingkaran cahaya muncul.

Satu sisi lapangan terhubung dengan sisi lainnya.

Ace memasukkan tangannya.

Kemudian menariknya kembali.

“Lumayan.”

Rowan menghela napas.

“Kenapa kau selalu menjadi orang pertama yang mencoba?”

“Karena kalau meledak, kalian tahu harus lari.”

“…”

Rowan menatapnya.

“Itu bukan alasan yang menenangkan.”

Ace tersenyum.

Elarion mematikan portal.

“Bukan ini juga.”

Kevin mengangguk.

“Shadowcresent tidak menggunakan portal biasa.”

***

Percobaan berikutnya.

Kemudian berikutnya lagi.

Satu demi satu—

mereka mencoba berbagai jenis magicure kuno.

Ada yang memindahkan benda.

Ada yang mengubah posisi.

Ada yang menciptakan jalur pendek.

Ada yang mengikat dua titik ruang.

Namun semuanya memiliki satu kesamaan.

**Penggunanya harus mengendalikan magicure tersebut.**

Sedangkan ketika mereka berada di pegunungan—

tidak seorang pun mengaktifkan apa pun.

Magicure itu telah menunggu.

Diam.

Sampai mereka mencapai titik tertentu.

Kemudian—

aktif.

Dan mengirim mereka kembali.

***

Darrien berdiri di tengah lapangan.

“Sekarang giliranku.”

Kevin melihatnya.

“Kau yakin?”

“Ya.”

Darrien mengaktifkan magicure.

Energi langsung menyebar di sekelilingnya.

Tanah bergetar sedikit.

Lingkaran besar muncul.

Darrien mencoba menggunakan teori yang mereka temukan.

Menghubungkan dua titik ruang.

Namun—

magicure itu gagal.

Lingkaran perlahan menghilang.

Darrien membuka matanya.

“Tidak.”

Elyon mendekat.

“Tidak cocok?”

“Tidak.”

Darrien menggeleng.

“Rasanya berbeda.”

Kevin menatapnya.

“Bagaimana rasanya ketika kau diteleportasi?”

Darrien terdiam.

Ia mencoba mengingatnya.

“Seperti…”

Ia mencari kata yang tepat.

“…ruang di bawah kaki kita tiba-tiba menghilang.”

Semua diam.

Darrien melanjutkan,

“Bukan seperti kita berpindah.”

Ia melihat lingkaran magicure di tanah.

“Lebih seperti…”

Ia mengangkat kepalanya.

“…tempat kita berada memutuskan untuk melempar kita ke tempat lain.”

Ace berkedip.

“Tempatnya yang memutuskan?”

Darrien mengangguk.

Ace melihat sekeliling.

“Gunung itu ternyata lebih pintar dari kita.”

Rowan langsung memukul bahunya.

“Diam.”

***

Percobaan terus dilakukan hingga sore.

Beberapa magicure berhasil.

Beberapa gagal.

Namun perlahan—

mereka mulai memahami perbedaannya.

Teleportasi yang mereka gunakan sekarang—

adalah magicure yang dikendalikan.

Sedangkan magicure Shadowcresent—

sepertinya memiliki **sistemnya sendiri.**

Sebuah jaringan.

Sebuah jangkar.

Mungkin bahkan—

sebuah kehendak yang telah tertanam di dalam wilayah tersebut.

Elarion menulis catatan terakhir hari itu.

“Belum menemukan magicure yang sama.”

Elyon mengangguk.

“Tapi kita telah mempersempit kemungkinannya.”

Edward melihat mereka.

“Lanjutkan.”

Tidak ada yang keberatan.

Mereka belum menemukan jalan menuju Shadowcresent.

Namun sekarang—

mereka tidak lagi mencari dalam kegelapan sepenuhnya.

Mereka mulai memahami bahasa magicure kuno yang digunakan kerajaan tersebut.

***

Saat matahari mulai tenggelam—

Darrien berdiri sendirian di lapangan.

Ia melihat lingkaran magicure yang perlahan menghilang.

Pikirannya kembali kepada Fiona.

Ia tahu dirinya masih bisa merasakan keberadaannya.

Namun ia juga tahu—

menemukannya bukan berarti dapat mencapainya.

Darrien mengepalkan tangan.

“Sedikit demi sedikit.”

Ia menatap ke arah utara.

“Kita akan menemukan jalannya.”

***

Malam datang.

Penelitian berhenti untuk hari itu.

Namun buku-buku tetap terbuka.

Catatan tetap berada di atas meja.

Dan besok—

mereka akan mencoba lagi.

Bukan untuk menyerang Shadowcresent.

Belum.

Mereka hanya ingin memahami—

magicure kuno yang telah membuat mereka terlihat seperti orang bodoh di hadapan sebuah gunung.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience