139. Wajah Yang Terungkap

Romance Series 382

BAB 139
WAJAH YANG TERUNGKAP

Perjalanan kembali ke kediaman Rowan berlangsung dalam diam.

Tidak ada yang banyak berbicara.

Fiona berjalan di samping Darrien.

Tangannya masih menggenggam tangan Darrien.

Elarion, Rowan, Kevin, dan Ace berjalan beberapa langkah di belakang mereka.

Elyon mengikuti dari belakang.

Sesekali—

beberapa pasang mata kembali melihat Darrien.

Darrien menyadarinya.

“Apa?”

Ace langsung mengalihkan pandangan.

“Tidak ada.”

Darrien mengangkat alis.

“Kau terus melihatku.”

Ace tertawa canggung.

“Maaf.”

Kevin menyikutnya.

“Jangan terlalu jelas.”

“Aku hanya penasaran.”

Darrien menghela napas.

“Aku juga penasaran.”

Fiona menahan tawa.

***

Begitu mereka tiba di kediaman Rowan—

Elarion langsung menyalakan lampu kristal di ruang utama.

Tidak ada yang langsung menuju kamar.

Mereka semua berkumpul.

Darrien duduk.

Fiona duduk di sampingnya.

Elarion berdiri di hadapan mereka.

Rowan, Kevin, dan Ace mengambil tempat di sekitar meja.

Elyon berdiri sedikit jauh dari mereka.

Beberapa saat—

tidak ada yang berbicara.

Kemudian Ace akhirnya memecahkan keheningan.

“Jadi…”

Ia menunjuk wajah Darrien.

“Wajahmu memang seperti itu?”

Darrien menatapnya.

“Seperti apa?”

Ace langsung terdiam.

Kevin menutup wajahnya.

“Pertanyaan yang buruk.”

Fiona tertawa kecil.

Darrien akhirnya ikut tersenyum.

“Ya.”

Ace mengangguk.

“Bagus.”

“Bagus?”

“Setidaknya sekarang aku tahu.”

Elarion menghela napas.

“Kalian bisa berhenti membahas wajahnya seperti benda penelitian.”

Darrien menatap Elarion.

“Kau yang paling sering menganggapku bahan penelitian.”

Elarion terdiam.

Kevin tertawa.

Ace ikut tertawa.

Bahkan Rowan tersenyum kecil.

Suasana yang sebelumnya tegang sedikit mencair.

Namun Elarion kemudian kembali serius.

“Sekarang…”

Ia menatap Darrien.

“Kita harus membicarakan apa yang terjadi malam ini.”

Darrien mengangguk.

“Baik.”

Elarion menunjuk wajahnya.

“Segelmu benar-benar hilang.”

“Ya.”

“Dan kekuatanmu keluar sepenuhnya.”

Darrien mengingat kembali kejadian tadi.

“Aku tidak bisa mengendalikannya.”

Fiona menggenggam tangannya.

“Tapi kau berhenti ketika aku memanggilmu.”

Darrien menoleh kepadanya.

“Benarkah?”

Fiona mengangguk.

“Ya.”

Elarion memperhatikan mereka.

“Itu penting.”

“Kenapa?”

“Karena berarti emosimu masih memengaruhi kekuatan tersebut.”

Elarion berjalan menuju meja.

“Jika kekuatan itu kembali meledak tanpa kendali…”

Ia menatap Darrien.

“…kita harus memastikan kau mampu mengendalikannya.”

Darrien mengangguk.

“Aku akan belajar.”

Rowan kemudian berkata,

“Dan mengenai identitasmu…”

Darrien terdiam.

“Kita tidak boleh sembarangan menyebarkannya.”

Kevin mengangguk.

“Terutama setelah vampir tadi melarikan diri.”

Ace menyandarkan tubuhnya.

“Mereka mungkin sudah tahu bahwa kau bukan manusia biasa.”

Darrien menghela napas.

“Aku mengerti.”

Elyon yang sejak tadi diam akhirnya berbicara.

Namun kali ini tatapannya jauh lebih serius.

“Darrien.”

Darrien menoleh.

“Apa?”

Elyon memperhatikan sisa energi yang masih samar di sekitar tubuhnya.

Kemudian ia berkata,

“Kenapa kau memiliki jenis energi yang mirip dengan sihir keluarga kerajaan Veyth?”

Ruangan langsung hening.

Fiona menatap Elyon.

Darrien mengerutkan kening.

“Apa maksudmu?”

Elyon hendak menjawab.

Namun—

“Cukup.”

Elarion langsung memotong.

Semua orang menoleh kepadanya.

Elarion menatap Elyon.

“Pertanyaan itu bisa menunggu.”

Elyon terdiam.

Kemudian mengangguk.

“Baik.”

Elarion kembali melihat Darrien.

“Kita sudah mendapatkan terlalu banyak hal dalam satu malam.”

Ia menunjuk wajah Darrien.

“Segelmu pecah.”

Kemudian ia menunjuk bekas energi di udara.

“Kekuatanmu keluar tanpa kendali.”

“Dan sekarang kita memiliki bukti bahwa energimu memiliki kemiripan dengan energi kerajaan.”

Elarion menghela napas.

“Kita tidak boleh mengambil kesimpulan hanya berdasarkan satu malam.”

Darrien mengangguk perlahan.

“Benar.”

Fiona menggenggam tangannya.

“Kita cari tahu pelan-pelan.”

Darrien menatapnya.

“Bersama.”

Elarion mengangguk.

“Besok kita akan membicarakan semuanya dengan lebih tenang.”

Rowan kemudian berkata,

“Dan Yang Mulia harus diberi tahu.”

Kevin mengangguk.

“Secepatnya.”

Ace melihat tumpukan buku di meja.

“Sepertinya besok kita kembali ke perpustakaan.”

Kevin menghela napas.

“Lagi.”

Ace tersenyum.

“Lagi.”

Fiona tertawa kecil.

Untuk sesaat—

ketegangan di ruangan itu kembali sedikit mencair.

Namun satu pertanyaan masih menggantung di udara.

**Mengapa energi Darrien memiliki kemiripan dengan sihir keluarga kerajaan Veyth?**

Tidak ada yang memiliki jawabannya.

Belum.

Dan untuk malam ini—

pertanyaan itu dibiarkan tetap menjadi pertanyaan.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience