358. Hari Libur Di Tepi Danau

Romance Completed 594

BAB 358 — HARI LIBUR DI TEPI DANAU

Pagi itu—

Istana Lunaris terasa jauh lebih tenang dari biasanya.

Tidak ada rapat kerajaan yang mendesak.

Tidak ada dokumen sejarah yang harus diperiksa.

Tidak ada latihan berat.

Dan untuk pertama kalinya setelah beberapa hari penuh kekacauan—

semua orang akhirnya memiliki kesempatan untuk bernapas.

Di ruang pertemuan kerajaan—

Zeith duduk di kursinya sambil melihat tumpukan dokumen yang sudah jauh berkurang.

Seraphine berada di sampingnya.

Edward dan Gloria juga masih berada di dalam ruangan, sementara Elyon berdiri di dekat jendela sambil memeriksa beberapa catatan terakhir.

Ace, Rowan, Elarion, dan Kevin juga berada di sana.

Tidak ada yang berbicara untuk beberapa saat.

Kemudian—

Zeith meletakkan dokumen di tangannya.

“Cukup.”

Semua menoleh.

Seraphine mengangkat alis.

“Cukup?”

Zeith mengangguk.

“Untuk hari ini.”

Ia melihat tumpukan dokumen.

“Sejarah sudah diperbaiki.”

“Hubungan Lunaris dan Veyth sudah dipastikan.”

“Tidak ada masalah mendesak yang membutuhkan perhatian kita.”

Kemudian ia menyandarkan tubuhnya.

“Jadi…”

Ia menghela napas.

“Bagaimana kalau kita semua beristirahat?”

Ruangan langsung hening.

Ace berkedip.

“Beristirahat?”

Zeith mengangguk.

“Seharian.”

Rowan langsung tersenyum.

“Aku setuju.”

Elarion ikut mengangguk.

“Setelah beberapa hari terakhir…”

Ia tertawa kecil.

“…kita memang membutuhkannya.”

Elyon menutup catatannya.

“Tidak ada keberatan.”

Edward tersenyum.

“Lalu apa yang akan kita lakukan?”

Seraphine berpikir sebentar.

Kemudian—

matanya tertuju ke luar jendela.

“Danau.”

Semua menoleh.

“Danau Lunaris?”

Seraphine mengangguk.

“Kenapa tidak?”

Gloria tersenyum.

“Sudah lama sekali aku tidak menghabiskan hari tanpa urusan kerajaan.”

Edward tertawa kecil.

“Kalau begitu, piknik.”

Ace langsung mengangkat tangan.

“Setuju.”

Rowan mengangguk.

“Setuju.”

Elarion:

“Setuju.”

Elyon:

“Setuju.”

Semua kemudian melihat Kevin.

Kevin menyilangkan tangan.

“Aku tidak keberatan.”

Ace langsung menatapnya.

“Jangan membawa peralatan latihan.”

Kevin mengangkat alis.

“Aku tidak bilang akan membawa.”

“Bagus.”

“Walaupun…”

Kevin tersenyum kecil.

“…mungkin saja.”

Ace langsung menghela napas.

“Kenapa aku bertanya?”

***

KEPUTUSAN PIKNIK

Tidak lama kemudian—

keputusan resmi dibuat.

Hari itu—

tidak ada latihan.

Tidak ada rapat.

Tidak ada pembahasan sejarah.

Tidak ada tugas kerajaan.

Semua akan pergi ke Danau Lunaris.

Bersama.

Hanya untuk bersantai.

***

PERSIAPAN

Istana yang biasanya tenang mendadak menjadi sedikit ramai.

Para pelayan mulai menyiapkan makanan.

Roti.

Buah.

Daging panggang.

Kue.

Minuman.

Teh.

Dan berbagai makanan ringan lainnya.

Keranjang piknik disiapkan.

Selimut dibawa.

Beberapa kursi lipat juga disiapkan untuk para raja dan ratu.

Namun ketika melihat jumlah barang yang dibawa—

Ace menatap salah satu keranjang besar.

“Ini piknik atau pindah rumah?”

Rowan tertawa.

“Jangan mengeluh.”

“Aku hanya bertanya.”

Elarion mengambil salah satu keranjang.

“Angkat saja.”

Ace menatapnya.

“Kenapa aku?”

“Karena kau yang paling banyak bicara.”

Ace:

“….”

Rowan tertawa.

***

Sementara itu—

Fiona muncul dari salah satu lorong istana.

Ia melihat kesibukan di sekitar.

“Apa yang terjadi?”

Seraphine tersenyum.

“Kita akan piknik.”

Fiona berkedip.

“Piknik?”

“Ya.”

Fiona menatap semua orang.

Kemudian—

ia tersenyum.

“Di danau?”

Zeith mengangguk.

“Danau Lunaris.”

Fiona terlihat sedikit terdiam.

Kemudian ia mengangguk.

“Baik.”

Darrien yang berdiri tidak jauh darinya tersenyum.

“Sepertinya kau menyukai tempat itu.”

Fiona meliriknya.

“Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa.”

Darrien tersenyum.

Fiona menyipitkan mata.

“Kau menyembunyikan sesuatu.”

“Tidak.”

“Darrien.”

“Aku hanya mengatakan fakta.”

Fiona mendengus.

***

Beberapa waktu kemudian—

semua persiapan selesai.

Keranjang makanan sudah siap.

Selimut sudah dibawa.

Minuman juga.

Bahkan beberapa perlengkapan permainan sederhana ikut dimasukkan.

Tidak ada yang ingin membuat hari itu terlalu formal.

Hari itu—

mereka bukan hanya kerajaan.

Mereka hanya sekelompok orang yang ingin menikmati waktu bersama.

***

PERJALANAN DIMULAI

Rombongan akhirnya meninggalkan istana.

Beberapa orang berjalan kaki.

Sebagian menggunakan kereta kerajaan.

Namun karena Danau Lunaris tidak terlalu jauh—

mereka memilih berjalan sebagian besar perjalanan.

Udara pagi terasa sejuk.

Angin bergerak lembut.

Suasana jauh lebih santai dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Zeith berjalan bersama Seraphine.

Edward dan Gloria berada tidak jauh dari mereka.

Elyon membawa beberapa dokumen terakhir—

yang langsung ditegur Seraphine.

“Tidak ada pekerjaan hari ini.”

Elyon berhenti.

“Ini hanya satu.”

“Tidak.”

Seraphine mengambil dokumen itu dari tangannya.

“Besok.”

Elyon menghela napas.

“Baik.”

Ace tertawa.

“Bahkan Elyon tidak boleh bekerja hari ini.”

Rowan mengangguk.

“Hari libur berarti hari libur.”

Kevin berjalan di belakang mereka.

Darrien dan Fiona berjalan berdampingan.

Sesekali tangan mereka bersentuhan.

Tidak ada yang berusaha menjauh.

Fiona justru tersenyum kecil.

***

Semakin jauh mereka berjalan—

semakin terdengar suara air.

Danau Lunaris sudah dekat.

Fiona memperlambat langkah.

Ia mengenal aroma udara di sana.

Tempat itu selalu terasa berbeda.

Tenang.

Bersih.

Hangat.

Darrien memperhatikannya.

“Senang?”

Fiona mengangguk.

“Ya.”

Darrien tersenyum.

“Bagus.”

Mereka terus berjalan.

Di belakang mereka—

Ace sedang berdebat dengan Rowan mengenai siapa yang harus membawa keranjang makanan.

Elarion hanya tertawa.

Kevin berjalan dengan santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Edward dan Gloria berbicara pelan.

Zeith dan Seraphine menikmati udara pagi.

Elyon akhirnya menyerah dan berjalan tanpa dokumen.

Dan untuk pertama kalinya—

tidak ada satu pun dari mereka yang sedang memikirkan masa lalu.

Tidak ada yang memikirkan perang.

Tidak ada yang memikirkan sejarah yang baru saja diperbaiki.

Tidak ada yang memikirkan Crystal.

Tidak ada yang memikirkan rahasia.

Hari itu—

mereka hanya ingin bersantai.

***

Akhirnya—

pohon-pohon mulai terbuka.

Danau Lunaris terlihat di depan mereka.

Permukaan air berkilauan diterpa cahaya matahari.

Angin lembut menyambut rombongan.

Fiona berhenti sejenak.

Ia tersenyum.

“Sudah sampai.”

Darrien berdiri di sampingnya.

“Ya.”

Di belakang mereka—

Ace mengangkat keranjang makanan tinggi-tinggi.

“AKHIRNYA!”

Rowan tertawa.

“Jangan jatuhkan!”

“Aku tidak akan!”

Kevin melihat keranjang itu.

“Kalau jatuh, kita latihan.”

Ace langsung menatapnya.

“Ini hari libur!”

Kevin tersenyum.

“Aku bercanda.”

Semua terdiam.

Kemudian—

Ace menunjuk Kevin.

“Aku tidak percaya.”

Tawa langsung pecah.

Dan rombongan pun mulai berjalan menuju tempat terbaik di tepi danau.

Hari libur mereka—

akhirnya dimulai.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience