Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Series
382
Get the app for full experience
BAB 187
UJI GARIS DARAH
Beberapa waktu setelah kejadian di kamar Darrien—
Edward akhirnya meminta Darrien menemuinya.
“Darrien.”
Darrien menoleh.
“Ada apa?”
“Kemarilah.”
Edward berbalik menuju koridor.
Gloria mengikutinya.
Di belakang mereka—
Kevin, Rowan, dan Ace juga ikut.
Darrien menghela napas.
“Ke mana?”
“Ke ruang penelitian kerajaan.”
Darrien berhenti sebentar.
“Penelitian?”
Edward mengangguk.
“Kami ingin menunjukkan sesuatu.”
Darrien akhirnya mengikuti.
***
Ruang penelitian kerajaan Veyth jauh lebih luas daripada ruangan penelitian biasa.
Rak-rak kristal memenuhi dinding.
Buku-buku tua tersimpan di dalam lemari.
Beberapa kristal bercahaya tergantung di langit-langit.
Di tengah ruangan terdapat sebuah meja batu berwarna hitam.
Di atasnya—
terdapat sebuah lingkaran sihir kuno.
Darrien menatapnya.
“Apa itu?”
Edward berdiri di samping meja.
“Bukti.”
Gloria mengambil sebuah kotak kecil.
“Kami sudah mengumpulkan beberapa catatan kerajaan.”
Ia membuka kotak itu.
Di dalamnya terdapat lembaran tua.
Satu demi satu—
Gloria menunjukkannya.
“Catatan kelahiran pewaris.”
“Catatan tanda tubuh.”
“Dan catatan mengenai ciri khas garis darah Veyth.”
Darrien memperhatikan semuanya.
Kemudian Gloria menunjuk sebuah gambar lama.
Di sana terlihat seorang anak kecil.
Di belakang bahunya—
terdapat tanda berbentuk sepasang sayap kecil.
Sama.
Persis sama.
Darrien terdiam.
Kevin mendekat.
“Jadi itu benar-benar tanda kerajaan?”
Edward mengangguk.
“Ya.”
Rowan melihat catatan lainnya.
“Berarti bukti fisiknya sudah cukup kuat.”
“Benar.”
Ace bertanya,
“Lalu apa yang masih kurang?”
Edward menatap Darrien.
“Satu hal.”
Darrien mengangkat alis.
“Apa?”
Gloria menjawab pelan.
“Garis darah.”
Darrien terdiam.
Elarion yang ikut masuk ke ruangan langsung terlihat tertarik.
“Garis darah?”
Edward mengangguk.
“Kaum Dark Elf memiliki cara sendiri untuk memastikan hubungan darah.”
Elarion mendekati meja.
“Resonansi Darah Sihir.”
Edward tersenyum.
“Kau mengetahuinya?”
“Sedikit.”
Elarion memperhatikan lingkaran sihir.
“Jika digunakan dengan benar, sihir itu bisa membaca hubungan garis darah.”
Elyon yang berdiri di dekat pintu ikut mendengarkan.
“Dan tidak mudah dipalsukan.”
Edward mengangguk.
“Benar.”
Darrien melihat lingkaran tersebut.
“Jadi kalian ingin mengujiku.”
Gloria tersenyum lembut.
“Kami hanya ingin memastikan.”
Darrien mengangguk.
“Baik.”
***
Edward mengambil sebuah kristal kecil.
Kemudian Gloria mengambil kristal lainnya.
Keduanya meletakkan kristal tersebut di dua sisi lingkaran.
Edward kemudian meneteskan sedikit darah ke bagian tengah.
Gloria melakukan hal yang sama.
Cahaya hitam muncul.
Kemudian—
sebuah cahaya keperakan muncul di antara keduanya.
Elarion memperhatikan dengan serius.
“Resonansinya mulai terbentuk.”
Darrien berdiri di tengah lingkaran.
Edward menatapnya.
“Sekarang giliranmu.”
Darrien mengulurkan tangannya.
Sebuah titik kecil darah muncul di ujung jarinya.
Ia menjatuhkannya ke tengah lingkaran.
Sesaat—
tidak terjadi apa-apa.
Kemudian—
**WHOOM.**
Lingkaran sihir menyala.
Cahaya hitam dan perak berputar.
Tiga energi mulai bertemu.
Energi Edward.
Energi Gloria.
Energi Darrien.
Ketiganya perlahan menyatu.
Kemudian—
sebuah lambang kerajaan Veyth muncul di udara.
Kevin membelalakkan mata.
Rowan menahan napas.
Ace menatapnya tanpa berkedip.
Elarion tersenyum kecil.
“Resonansi garis darah.”
Cahaya semakin terang.
Sebuah suara kuno terdengar dari lingkaran sihir.
> “Garis keturunan Veyth telah dikonfirmasi..”
Ruangan langsung sunyi.
Darrien tidak bergerak.
Gloria menutup mulutnya.
Air matanya jatuh.
Edward menatap putranya.
Kali ini—
tidak ada lagi keraguan.
“Darrien…”
Suaranya bergetar.
“Tidak ada kesalahan.”
Gloria melangkah maju.
“Putraku…”
Darrien menatap mereka.
Untuk beberapa detik—
ia hanya diam.
Kemudian perlahan berkata,
“Jadi…”
Ia melihat lambang Veyth yang masih bercahaya.
“…aku benar-benar pewaris Veyth.”
Edward mengangguk.
“Ya.”
Gloria menangis sambil tersenyum.
“Selamat datang kembali…”
Ia menyentuh wajah Darrien.
“…Pangeran Veyth.”
Kevin tersenyum.
Rowan menundukkan kepala.
Ace ikut memberi hormat.
Elarion hanya tersenyum kecil.
Dan untuk pertama kalinya—
Darrien tidak lagi hanya menjadi seorang pemuda tanpa masa lalu.
Ia telah menemukan namanya.
Garis darahnya.
Keluarganya.
Dan tempat yang selama ini menunggunya kembali.
**Pangeran Veyth.**
