Password reset is available in the NovelPlus App.
Use the app to securely reset your password.
Reset in App
Completed
594
Get the app for full experience
BAB 344 — SEJARAH YANG DIPULIHKAN
Ruang diskusi kembali dipenuhi oleh kesunyian.
Kali ini—
tidak ada lagi cerita tentang perang.
Tidak ada lagi gambaran masa lalu.
Yang tersisa hanyalah beberapa lembar catatan, pena, dan keputusan yang harus dibuat.
Enam orang berada di ruangan itu.
Zeith.
Seraphine.
Edward.
Gloria.
Elyon.
Dan Fiona.
Mereka duduk mengelilingi meja panjang.
Sementara Fiona masih berdiri di dekat jendela.
Ia mendengarkan dengan tenang.
Elyon membuka lembaran pertama.
“Kalau kita ingin memperbaiki sejarah…”
Ia melihat semua orang.
“…kita harus melakukannya tahap demi tahap.”
Zeith mengangguk.
“Tidak semuanya bisa dikembalikan sekaligus.”
“Benar.”
Elyon mengambil pena.
“Karena kalau kita tiba-tiba mengungkap seluruh kisah Saintess dan Grandmaster…”
Ia menatap Fiona.
“…dunia akan kembali dipenuhi pertanyaan.”
Fiona mengangguk.
“Aku tidak ingin itu.”
Edward menyandarkan tubuhnya ke kursi.
“Dan kami juga tidak ingin masa lalu mereka kembali menjadi alasan bagi orang-orang untuk saling menyalahkan.”
Gloria mengangguk.
“Yang perlu dikembalikan adalah kebenarannya.”
“Bukan luka lamanya.”
Fiona menatap mereka.
Untuk beberapa saat—
ia hanya tersenyum.
***
FASE PERTAMA
Elyon mulai menulis.
“Pertama…”
Ia berhenti sejenak.
“Hubungan antara Light Elf dan Dark Elf.”
Ia menulis beberapa kalimat.
“Harus dikembalikan.”
Zeith mengangguk.
“Bahwa mereka pernah hidup berdampingan.”
“Ya.”
“Bahwa mereka pernah bekerja sama.”
“Ya.”
“Dan bahwa permusuhan mereka bukan sesuatu yang sudah ada sejak awal.”
Elyon mengangguk.
“Benar.”
Fiona menatap tulisan itu.
“Pastikan bagian itu tetap ada.”
Elyon menoleh.
“Kenapa?”
“Karena itu adalah kenyataan.”
Fiona tersenyum kecil.
“Light Elf dan Dark Elf tidak dilahirkan untuk saling membenci.”
Semua terdiam sejenak.
Kemudian Elyon kembali menulis.
***
FASE KEDUA
“Berikutnya…”
Elyon membalik halaman.
“Periode perang.”
Edward mengangguk.
“Jangan dihapus.”
Fiona menoleh.
Edward melanjutkan,
“Perang itu memang terjadi.”
“Kalau kita menghapusnya…”
Ia menatap semua orang.
“…kita hanya mengulangi kesalahan yang sama.”
Fiona tersenyum tipis.
“Benar.”
Maka mereka sepakat.
Perang akan tetap tercatat.
Pengkhianatan akan tetap tercatat.
Korban akan tetap dikenang.
Namun sejarah tidak lagi ditulis sebagai—
**Light Elf melawan Dark Elf karena mereka memang musuh.**
Melainkan sebagai—
**dua bangsa yang pernah hidup berdampingan, kemudian terpecah karena konflik dan kesalahan yang berkembang menjadi perang.**
Perbedaannya kecil dalam kata-kata.
Namun besar dalam makna.
***
FASE KETIGA
Seraphine kemudian bertanya,
“Bagaimana dengan Saintess?”
Ruangan langsung kembali sunyi.
Fiona menatap ke luar jendela.
Elyon tidak langsung menulis.
Zeith juga diam.
Akhirnya Fiona berkata,
“Jangan hapus gelarnya.”
Seraphine menatapnya.
“Tapi?”
“Jangan tulis identitasnya.”
Elyon mengerti.
“Jadi…”
Ia berkata perlahan.
“Saintess tetap ada dalam sejarah.”
“Namun namanya tidak.”
Fiona mengangguk.
“Ya.”
“Begitu juga dengan Grandmaster.”
Fiona menambahkan.
“Biarkan gelarnya tetap ada.”
“Biarkan orang tahu bahwa pernah ada seorang Saintess dan seorang Grandmaster yang memiliki kekuatan besar.”
“Tapi jangan biarkan dunia mengetahui siapa mereka.”
Edward mengangguk.
“Itu lebih aman.”
Gloria menambahkan,
“Dan tidak menghilangkan fakta bahwa mereka pernah ada.”
Fiona tersenyum.
“Itu yang aku inginkan.”
***
FASE KEEMPAT
Elyon kemudian membuka catatan berikutnya.
“Lunaris dan Veyth.”
Zeith dan Edward saling memandang.
Kali ini—
tidak ada perdebatan.
Keduanya sudah mengetahui jawabannya.
“Biarkan tetap seperti sekarang.”
Edward berkata.
“Hubungan antara kedua kerajaan…”
Zeith melanjutkan,
“…sudah menjadi bagian dari sejarah baru.”
Seraphine mengangguk.
“Kerja sama.”
“Perdagangan.”
“Perlindungan.”
“Hubungan antar kerajaan.”
Semua tetap dicatat.
Tidak perlu diubah.
Tidak perlu dibesar-besarkan.
Tidak perlu dikurangi.
Karena sejarah itu—
memang terjadi.
Fiona memperhatikan mereka.
Ia tersenyum kecil.
“Jadi kalian tidak akan mengubah masa kini.”
Elyon menggeleng.
“Tidak.”
“Kami hanya mengembalikan bagian yang hilang.”
***
FASE KELIMA
Mereka kemudian membahas Lunareth.
Wilayah tempat kedua kerajaan berdiri.
Wilayah yang telah melalui begitu banyak perubahan.
Namun sekarang—
telah memasuki era perdamaian.
Zeith berkata,
“Lunareth harus tetap dikenal sebagai wilayah yang damai.”
Seraphine mengangguk.
“Bukan sebagai tanah yang dibangun dari perang.”
Edward tersenyum.
“Dan kekuatan kedua kerajaan tidak perlu disembunyikan.”
Elyon mengangguk.
“Lunaris dan Veyth memang telah menjadi dua kerajaan terkuat di Lunareth.”
Fiona terdiam.
Ia menatap keluar jendela.
Dulu—
tempat ini adalah rumahnya.
Tempat yang ia ciptakan untuk dirinya dan Darrien.
Sekarang—
dua kerajaan berdiri di atas tanah yang sama.
Bukan sebagai musuh.
Melainkan sebagai sekutu.
Dan entah kenapa—
hal itu membuat dadanya terasa hangat.
***
Elyon menyelesaikan catatan terakhir.
“Jadi kesimpulannya…”
Ia melihat semua orang.
“Kita tidak mengubah sejarah.”
“Kita memperbaikinya.”
Zeith mengangguk.
“Kita mengembalikan kebenaran.”
Edward menambahkan,
“Namun menjaga perdamaian yang telah dibangun sampai era ini.”
Gloria tersenyum.
“Dan kita tidak membiarkan kisah Saintess dan Grandmaster kembali menjadi alasan untuk menciptakan konflik baru.”
Fiona menatap mereka.
Untuk beberapa detik—
ia tidak mengatakan apa-apa.
Kemudian ia tersenyum.
“Terima kasih.”
Elyon menggeleng.
“Bukan kami yang harus berterima kasih.”
Ia menatap Fiona.
“Kau telah menjaga sejarah itu sendirian selama ribuan tahun.”
Fiona terdiam.
Kemudian menundukkan kepala.
“Mungkin…”
Ia tersenyum kecil.
“…sudah waktunya sejarah itu tidak hanya berada di pundakku.”
***
Keputusan akhirnya dibuat.
Sejarah akan ditulis kembali.
Namun bukan dengan menghapus masa lalu.
Bukan dengan menciptakan kebohongan baru.
Melainkan dengan mengembalikan bagian yang benar—
dan membiarkan masa kini tetap berjalan.
Light Elf dan Dark Elf pernah hidup berdampingan.
Mereka pernah berperang.
Mereka pernah kehilangan satu sama lain.
Namun sekarang—
Lunaris dan Veyth berdiri sebagai dua kerajaan yang saling bekerja sama.
Dan Lunareth—
memasuki era perdamaian.
Sementara identitas dua sosok dari masa lalu—
Saintess dan Grandmaster—
akan tetap tersembunyi.
Bukan karena mereka tidak layak dikenang.
Tetapi karena untuk pertama kalinya—
Fiona tidak ingin masa lalunya mengendalikan masa depan.
Ia ingin dunia mengenal perdamaian.
Bukan perang.
Dan mungkin…
itulah cara terbaik untuk menghormati Darrien.
***
Jauh di area latihan—
“LAGI!”
Suara Kevin terdengar keras.
Darrien kembali bergerak.
**WHOOSH!**
Ace menghela napas.
“Masih?”
Rowan mengangguk.
“Masih.”
Elarion tersenyum.
“Kevin benar-benar tidak punya belas kasihan.”
Kevin menoleh sedikit.
“Aku masih mendengar kalian.”
Ace langsung diam.
Rowan tertawa.
Darrien bahkan tidak sempat ikut tertawa.
Karena Kevin sudah kembali bergerak.
“Fokus.”
Darrien menghela napas.
“Baik.”
Dan latihan kembali dimulai.
Sementara di ruang kerajaan—
sejarah lama sedang diperbaiki.
Dan di luar—
masa depan sedang dipersiapkan.
