194. Kekuatan Yang Masih Kurang

Romance Series 382

BAB 194
KEKUATAN YANG MASIH KURANG

Makan siang akhirnya selesai.

Edward dan Gloria masih berbicara bersama Elarion.

Fiona juga masih berada di ruang makan.

Namun Darrien memilih keluar sebentar.

Ia berjalan menuju salah satu aula yang menghadap taman kerajaan.

Tempat itu jauh lebih tenang.

Darrien berdiri di dekat jendela.

Tatapannya mengarah ke luar.

Angin bergerak perlahan melewati pepohonan.

Untuk beberapa saat—

ia hanya diam.

Kemudian pikirannya kembali pada kejadian beberapa hari lalu.

Koga.

Musaka.

Pertarungan di tempat piknik.

Tubuhnya yang akhirnya tidak mampu bergerak.

Dan Fiona—

yang berlari kepadanya ketika ia terjatuh.

Darrien mengepalkan tangannya.

“…”

Ia masih mengingat dengan jelas.

Saat itu—

ia tidak mampu melindunginya.

Bahkan dirinya sendiri hampir tidak mampu bertahan.

Darrien menatap tangannya.

Kekuatan yang sekarang berada di dalam tubuhnya memang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Namun—

apakah itu sudah cukup?

Darrien menghela napas.

“Belum.”

Ia menurunkan tangannya kembali.

Ia tidak mungkin berlatih di dalam istana.

Namun pikirannya sudah mengambil keputusan.

Ia membutuhkan tempat yang tepat.

Tempat untuk menguji kekuatannya.

Tempat untuk memahami seluruh kemampuan Dark Elf yang baru kembali kepadanya.

Dan yang paling penting—

ia harus belajar mengendalikan kekuatannya dengan sempurna.

Karena ia sudah merasakan sendiri akibat kehilangan kendali.

Darrien memejamkan mata.

“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi.”

Ia kembali teringat Fiona.

Wajahnya ketika melihat dirinya terbaring.

Tangisnya.

Dan kekuatan cahaya yang muncul darinya.

Darrien membuka mata.

“Lain kali…”

Suaranya rendah.

“…aku yang akan berdiri di depannya.”

Ia kemudian berbalik dan kembali menuju ruang makan.

***

Edward masih berada di sana bersama Gloria dan Elarion.

Fiona juga masih duduk di tempatnya.

Darrien mendekati ayahnya.

“Ayah.”

Edward menoleh.

“Ada apa?”

“Apakah ada tempat latihan di dekat istana?”

Edward sedikit terkejut.

“Tempat latihan?”

Darrien mengangguk.

“Aku ingin berlatih.”

Gloria langsung memperhatikannya.

“Secepat itu?”

Darrien tersenyum kecil.

“Aku hanya ingin memastikan kekuatanku benar-benar bisa kukendalikan.”

Edward mengangguk perlahan.

“Tentu ada.”

“Di bagian belakang istana terdapat area latihan khusus kerajaan.”

“Area itu digunakan oleh para penjaga kerajaan untuk latihan sihir dan pertarungan.”

Darrien tampak tertarik.

“Bisakah aku menggunakannya?”

“Tentu.”

Edward kemudian berpikir sebentar.

“Namun…”

Darrien mengangkat alis.

“Apa?”

“Aku akan meminta Kevin membimbingmu.”

Darrien terdiam.

“Kevin?”

Edward mengangguk.

“Dia adalah salah satu penjaga kerajaan dengan kemampuan tempur sihir tertinggi.”

“Dia juga sudah mengenal kemampuanmu setelah pertempuran sebelumnya.”

Elarion yang masih berada di meja ikut menyahut.

“Pilihan yang bagus.”

Darrien menatapnya.

“Kenapa?”

Elarion tersenyum.

“Karena kalau kau berlatih sendirian, kemungkinan besar kau hanya akan memaksakan kekuatanmu.”

Darrien terdiam.

“…Aku tidak akan melakukan itu.”

Elarion mengangkat alis.

“Benarkah?”

Fiona langsung tertawa kecil.

Darrien menoleh kepadanya.

“Kau juga?”

Fiona menahan tawanya.

“Sedikit.”

Edward ikut tersenyum.

“Kevin akan memastikan latihanmu tetap terkendali.”

“Besok pagi, aku akan memintanya membawamu ke area latihan.”

Darrien mengangguk.

“Baik.”

Ia kemudian melihat ke arah luar jendela.

Untuk pertama kalinya sejak kembali ke Veyth—

ia sudah memiliki sesuatu yang ingin ia lakukan.

Berlatih.

Memahami kekuatan yang selama ini tersegel.

Dan menjadi lebih kuat.

Bukan untuk membuktikan bahwa ia adalah seorang pangeran.

Tetapi karena ia tidak ingin kembali menjadi orang yang hanya bisa berdiri dan melihat Fiona terluka.

Darrien mengepalkan tangannya.

“Besok.”

Latihan pertamanya sebagai pewaris Veyth—

akan dimulai.

Dan mulai melatih kekuatan Dark Elf-nya dengan serius.

Bukan karena ia ingin menjadi lebih kuat demi dirinya sendiri.

Tetapi karena—

ia tidak ingin kembali melihat Fiona terluka di hadapannya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience