147. Mahkota Bunga Kristal

Romance Series 382

BAB 147
MAHKOTA BUNGA KRISTAL

Begitu pintu kamar tertutup—

Fiona langsung bersandar di belakangnya.

Wajahnya masih merah.

Ia menutup kedua pipinya dengan tangan.

“Astaga…”

Ia baru saja mencium Darrien.

Benar-benar mencium pipinya.

Fiona menatap pintu kamar.

“Kenapa aku melakukan itu?”

Ia mengingat wajah Darrien yang terdiam setelahnya.

Wajahnya semakin panas.

“Ah…”

Fiona segera berlari menuju tempat tidur.

Ia menarik selimut sampai menutupi kepalanya.

Tidak ada yang bisa melihat wajahnya.

Tidak ada yang bisa tahu betapa malunya dia sekarang.

“Bodoh…”

Ia bergumam dari balik selimut.

Namun beberapa detik kemudian—

ia tersenyum.

Senyum kecil.

Sangat bahagia.

Ia memejamkan mata.

Dan perlahan—

rasa kantuk membawanya pergi.

***

Angin lembut kembali menyentuh pipinya.

Fiona membuka mata.

Namun kali ini—

ia tidak berada di kamarnya.

Ia duduk di tengah hamparan bunga kristal.

Bunga-bunga berwarna-warni tumbuh di sekelilingnya.

Cahaya lembut memantul dari setiap kelopak.

Udara terasa sejuk.

Tenang.

Indah.

Fiona melihat sekeliling.

“Aku kembali…”

Ia tidak tahu apakah ini mimpi.

Namun semuanya terasa terlalu nyata.

Kemudian—

sesuatu kecil terbang mendekatinya.

Fiona mengenalinya.

Makhluk kecil itu.

Peri terbang yang pernah muncul dalam mimpinya sebelumnya.

Peri itu berputar mengelilinginya.

Sangat bahagia.

“Eh?”

Fiona tertawa kecil.

“Kau datang lagi.”

Peri kecil itu terbang mengelilinginya sekali lagi.

Kemudian pergi sebentar.

Ia kembali membawa beberapa bunga kristal kecil.

Fiona memperhatikannya dengan penasaran.

“Apa yang kau lakukan?”

Peri itu tidak menjawab.

Ia hanya terus bekerja.

Bunga-bunga kristal disusun satu demi satu.

Sampai akhirnya—

terbentuk sebuah mahkota kecil.

Mahkota bunga kristal.

Peri itu terbang mendekati Fiona.

Kemudian dengan hati-hati—

meletakkan mahkota tersebut di atas kepalanya.

Fiona terdiam.

Ia menyentuh mahkota itu.

“Untukku?”

Peri kecil itu berputar di udara.

Seolah-olah sedang tertawa.

Fiona ikut tertawa.

“Cantik…”

Ia melihat pantulan dirinya pada salah satu kelopak kristal.

Mahkota itu berkilauan lembut di atas kepalanya.

Peri kecil tersebut kembali terbang mengelilinginya.

Fiona mengulurkan tangan.

Peri itu mendarat sebentar di telapak tangannya.

Fiona tersenyum.

“Aku senang bertemu denganmu lagi.”

Peri itu mengepakkan sayapnya.

Kemudian terbang kembali ke antara bunga-bunga kristal.

Fiona memandanginya.

Ada perasaan aneh di dalam hatinya.

Hangat.

Seperti pernah berada di tempat ini sebelumnya.

Namun ia tidak tahu kapan.

Ia menatap hamparan bunga di sekelilingnya.

“Tempat ini…”

Fiona berbisik.

“Benarkah hanya mimpi?”

Angin kembali bertiup.

Kelopak-kelopak kristal berkilauan.

Peri kecil itu terbang semakin jauh.

Namun sebelum Fiona sempat mengikutinya—

semuanya menjadi putih.

***

Fiona membuka mata.

Ia kembali berada di kamarnya.

Cahaya pagi mulai masuk melalui jendela.

Ia berkedip beberapa kali.

Tangannya perlahan menyentuh kepalanya.

Tidak ada mahkota.

Hanya rambutnya sendiri.

Fiona tersenyum kecil.

“Mimpi lagi…”

Ia duduk di tempat tidur.

Namun entah kenapa—

senyum itu tidak hilang.

Ia masih bisa mengingat dengan jelas.

Bunga-bunga kristal.

Angin lembut.

Dan peri kecil yang terus terbang mengelilinginya.

Fiona menyentuh rambutnya sekali lagi.

Kemudian tersenyum.

“Terima kasih…”

Ia tidak tahu kepada siapa ia mengatakannya.

Namun untuk pertama kalinya—

ia berharap mimpi itu datang lagi malam berikutnya.

Share this novel

Guest User
 


NovelPlus Premium

The best ads free experience